<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Dunia Penulis</title>
	<atom:link href="http://duniapenulis.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://duniapenulis.wordpress.com</link>
	<description>panduan menjadi penulis profesional, hasilkan buku best-seller!</description>
	<lastBuildDate>Mon, 24 Oct 2011 12:31:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='duniapenulis.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/d0f9867ba4b5bb156662e3892fa256db?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Dunia Penulis</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://duniapenulis.wordpress.com/osd.xml" title="Dunia Penulis" />
	<atom:link rel='hub' href='http://duniapenulis.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kunci Sukses 5: Luaskan Wawasan seraya Tetap Terfokus</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2010/08/20/kunci-sukses-5-luaskan-wawasan-seraya-tetap-terfokus/</link>
		<comments>http://duniapenulis.wordpress.com/2010/08/20/kunci-sukses-5-luaskan-wawasan-seraya-tetap-terfokus/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 14:27:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhwat ABG</dc:creator>
				<category><![CDATA[memikat pembaca]]></category>
		<category><![CDATA[Sukses Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[buku bestseller]]></category>
		<category><![CDATA[sukses ala M Shodiq Mustika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/?p=289</guid>
		<description><![CDATA[Sudah cukup lama aku belum menyelesaikan tulisan tentang kunci sukses penulisan buku best-seller. Dari 7 Kunci Sukses Menulis Buku Best-Seller, baru empat yang sudah kupaparkan. Kini, alhamdulillah, aku dapat menyampaikan kunci sukses ke-5, yaitu: Gunakanlah sudut-pandang seluas-luasnya (tapi tetap terfokus). Lain dengan buku akademis, yang terkadang malah harus menggunakan satu sudut pandang saja untuk mempertajam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=289&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah cukup lama aku belum menyelesaikan tulisan tentang kunci sukses penulisan buku best-seller. Dari <a href="http://duniapenulis.wordpress.com/2008/05/22/7-kunci-sukses-menulis-buku-best-seller/">7 Kunci Sukses Menulis Buku Best-Seller</a>, baru empat yang sudah kupaparkan. Kini, alhamdulillah, aku dapat menyampaikan kunci sukses ke-5, yaitu: <strong>Gunakanlah sudut-pandang seluas-luasnya (tapi tetap terfokus)</strong>.</p>
<p><span id="more-289"></span>Lain dengan buku akademis, yang terkadang malah harus menggunakan satu sudut pandang saja untuk mempertajam analisis, buku-buku populer justru memerlukan penggunaan sudut pandang yang sebanyak mungkin supaya dapat menjangkau orang sebanyak-banyaknya. Dengan menambahkan sudut pandang remaja, misalnya, kalangan muda-mudi akan menyukainya. Dengan menambahkan sudut pandang perempuan, kalangan wanita bisa menggemarinya. Dengan menambahkan sudut pandang akademis, kalangan terpelajar dapat terpikat. Dengan sudut pandang matematis, kalangan eksakta akan menyenanginya. Dengan sudut pandang puitis, kalangan penggemar sastra bisa tergila-gila! Dan masih banyak lagi contoh lainnya.</p>
<p>Sungguhpun demikian, kita tetap perlu terfokus. Ketika kita menggunakan sudut pandang matematis, kita tidak perlu memaparkan seluk-beluk teoretisnya. Ingat, buku kita bukanlah buku pelajaran matematika. Cukuplah bagi kita untuk <strong>mengetengahkan intinya dan langsung menerapkannya</strong> terhadap tema yang kita bicarakan dalam buku karya kita. Kalau penjelasan dalam buku kita terlalu panjang lebar, pembaca malah gampang bosan. Pembaca pada umumnya lebih suka yang padat dan berisi!</p>
<p>Kunci sukses ini sudah kami terapkan dalam penyusunan buku <strong><a href="http://muslimromantis.wordpress.com/2008/01/29/cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/">Istikharah Cinta</a></strong>. Hasilnya? Sangat memuaskan. Hingga kini, sudah lebih dari 50 ribu eksemplar buku tersebut terjual. Alhamdulillaah&#8230;</p>
<br />Filed under: <a href='http://duniapenulis.wordpress.com/category/memikat-pembaca/'>memikat pembaca</a>, <a href='http://duniapenulis.wordpress.com/category/sukses-menulis/'>Sukses Menulis</a> Tagged: <a href='http://duniapenulis.wordpress.com/tag/buku-bestseller/'>buku bestseller</a>, <a href='http://duniapenulis.wordpress.com/tag/sukses-ala-m-shodiq-mustika/'>sukses ala M Shodiq Mustika</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapenulis.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapenulis.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapenulis.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapenulis.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapenulis.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapenulis.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapenulis.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapenulis.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapenulis.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapenulis.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapenulis.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapenulis.wordpress.com/289/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapenulis.wordpress.com/289/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapenulis.wordpress.com/289/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=289&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapenulis.wordpress.com/2010/08/20/kunci-sukses-5-luaskan-wawasan-seraya-tetap-terfokus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Benarkah lebih cepat lebih baik?</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2009/12/04/benarkah-lebih-cepat-lebih-baik/</link>
		<comments>http://duniapenulis.wordpress.com/2009/12/04/benarkah-lebih-cepat-lebih-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Dec 2009 10:50:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhwat ABG</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Karir]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/2009/12/04/benarkah-lebih-cepat-lebih-baik</guid>
		<description><![CDATA[Apakah musisi terbaik adalah mereka yang bisa memainkan instrumen mereka dengan paling cepat?Apakah aktor terbaik adalah mereka yang bisa mengucapkan baris dialog mereka dengan paling cepat?Apakah orang paling bijak yang Anda kenal adalah para pemikir tercepat?Apakah pegolf terbaik mengayunkan tongkat mereka lebih cepat dibanding yang lain?Apakah atlet terbaik selalu berada di depan sepanjang perlombaan?Apakah pemimpin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=232&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Apakah musisi terbaik adalah mereka yang bisa memainkan instrumen mereka dengan paling cepat?<br />Apakah aktor terbaik adalah mereka yang bisa mengucapkan baris dialog mereka dengan paling cepat?<br />Apakah orang paling bijak yang Anda kenal adalah para pemikir tercepat?<br />Apakah pegolf terbaik mengayunkan tongkat mereka lebih cepat dibanding yang lain?<br />Apakah atlet terbaik selalu berada di depan sepanjang perlombaan?<br />Apakah pemimpin terbaik adalah mereka yang mendapat kesuksesan dalam semalam?<br />Apakah perusahaan terbaik adalah yang tumbuh paling cepat?<br />Apakah persahabatan terbaik berkembang paling cepat?<br />Apakah orang-orang paling sukses di muka bumi ini selalu tergesa-gesa?</p></blockquote>
<p>Demikian kutipan dari kover depan-dalam buku Robert Holden, <i>Success Intelligence</i> (Bandung: Mizan, 2007). Kita dapat menambahinya dengan sederet daftar panjang yang mempertanyakan apakah lebih cepat itu tentu lebih baik. Kita dapat menambahinya dari pengalaman diri kita sendiri. (Bukankah pengalaman itu tergolong guru terbaik?)</p>
<p>Pengalaman saya selaku penulis buku, misalnya. Rekor tercepat saya adalah menulis buku dalam waktu tiga hari. Namun, saya sama sekali tidak bisa mengatakannya sebagai buku terbaik saya. Buku tersebut kurang mengesankan bagi diri saya sendiri (apalagi bagi para pembaca). Begitu kurang terkesannya saya, sampai-sampai saya lupa buku tersebut judulnya apa.</p>
<p>Bukan hanya dalam dunia karir, dunia cinta pun demikian pula. Contohnya, seorang teman istri saya. Katakan saja, namanya XX. Bulan lalu, dia menikah. Saat itu, dengan bangga dia berkata bahwa dia jatuh cinta kepada calon istrinya pada pandang pertama. Sebulan kemudian XX melamarnya dan segera pula diterima. (Seolah-olah dia merendahkan istri saya yang membutuhkan waktu bertahun-tahun mengenal saya sebelum kami menikah.) Tapi hari ini, dua minggu setelah menikah, si XX berkata bahwa rumahtangganya ibarat neraka. Karena itu, dia kini menenggelamkan diri dalam kesibukan pekerjaan supaya jarang berinteraksi dengan istrinya.</p>
<p>Bagaimana dengan pengalaman Anda? Apakah dalam pengalaman Anda, lebih cepat itu selalu lebih baik?</p>
<br />Posted in Penulisan Tagged: Karir, pengembangan diri <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapenulis.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapenulis.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapenulis.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapenulis.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapenulis.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapenulis.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapenulis.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapenulis.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapenulis.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapenulis.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapenulis.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapenulis.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapenulis.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapenulis.wordpress.com/232/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=232&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapenulis.wordpress.com/2009/12/04/benarkah-lebih-cepat-lebih-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dalam bercerita, perlukah kita menggurui?</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2009/04/13/dalam-bercerita-perlukah-kita-menggurui/</link>
		<comments>http://duniapenulis.wordpress.com/2009/04/13/dalam-bercerita-perlukah-kita-menggurui/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 12:36:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhwat ABG</dc:creator>
				<category><![CDATA[penyuntingan]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[sukses ala M Shodiq Mustika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[Kuterobos hujan dengan hati kesal. Tak ingin aku menunggu lagi. Hampir 2 jam aku berdiri menunggunya Rio di sini. “Phia, besok aku jemput ya! Tunggu aku!” ujarmu sebelum mengakhiri penbicaraan kita di ponsel tadi malam. Entah sudah berapa puluh kali aku diperlakukanmu begini. “Benar-benar keterlaluan,” umpatku kesal. Hujan deras membasahi sekujur tubuhku. Kuterus berjalan, sambil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=205&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Kuterobos hujan dengan hati kesal. Tak ingin aku menunggu lagi. Hampir 2 jam aku berdiri menunggunya Rio di sini.</p>
<p>“Phia, besok aku jemput ya! Tunggu aku!” ujarmu sebelum mengakhiri penbicaraan kita di ponsel tadi malam.</p>
<p>Entah sudah berapa puluh kali aku diperlakukanmu begini.</p>
<p>“Benar-benar keterlaluan,” umpatku kesal.</p>
<p>Hujan deras membasahi sekujur tubuhku. Kuterus berjalan, sambil sekali-kali menendang kerikil-kerikil kecil di jalanan.</p></blockquote>
<p><img alt="" src="http://1.gravatar.com/avatar/3474b5993832db361bdc4e990cf45e0b?s=80&amp;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" title="kweklina" class="alignleft" width="80" height="80" />Demikian Aling (kweklina) memulai cerpennya, &#8220;Seandainya, Kamu Dengar Penjelasannku!&#8221;. (Cerita lengkapnya dapat disimak <a href="http://kweklina.wordpress.com/2009/04/01/seandainya-kamu-dengar-penjelasannku/">di sini</a>.) Berikut ini ulasanku. <span id="more-205"></span></p>
<p>Aku melihat kelebihan Aling dalam bertutur adalah kedalaman maknanya. Begitu pula pada cerpen tersebut. Di situ tertanam makna-makna kehidupan yang mendalam. Silakan memetiknya.</p>
<p>Kelebihan seperti itu biasanya terdapat pada orang-orang yang <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2008/07/11/ciri-khas-sifat-romantis/">romantis</a> atau orang yang pernah terpuruk tapi kemudian <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2009/01/29/koleksi-lagu-pembangkit-semangat-free-download/">bangkit kembali</a>. (Sepertinya, Aling begitu pula, maaf kalau salah.)</p>
<p>Terkadang, kita yang seperti itu teramat bersemangat dalam berbagi makna kehidupan. Begitu besar semangat kita, sampai-sampai kita tak merasa bahwa kita cenderung menggurui. Padahal, bila para penyimak diberi keleluasaan yang lebih banyak untuk mencerna kata-kata kita, maka akan lebih efektiflah kata-kata kita.</p>
<p>Pada cerita di atas&#8211;hmmm&#8230; daripada diriku, jelas bahwa Aling lebih lihai dalam menulis cerpen; namun, perkenankanlah aku menyampaikan kritik, ya&#8211;aku menangkap kesan menggurui pada kata-kata seperti berikut ini:</p>
<p>- &#8230; umpatku <i>kesal</i>.<br />
- &#8230; tanyanya dengan mimik muka <i>sedih</i>.<br />
- Aku tahu, Rio adalah cowok <i>baik</i>.</p>
<p>Daripada menyampaikan kesimpulan seperti itu, menurutku lebih baik memberi kesempatan kepada para penyimak supaya mengambil kesimpulan sendiri. Caranya adalah dengan menyampaikan paparan yang lebih rinci sebagai pengganti kata-kata yang &#8220;menggurui&#8221; tersebut. Contohnya, daripada menuliskan &#8220;&#8230; umpatku <i>kesal</i>&#8220;, mungkin lebih baik begini:</p>
<p>- <strong>&#8230; umpatku. (Dalam hati aku merutuk, &#8220;Huh!! Ingin rasanya kutonjok hidungnya!&#8221;)</strong></p>
<p>Dari <em>paparan</em> seperti itu, insya&#8217;Allah para penyimak dapat mengambil kesimpulan sendiri bahwa si &#8220;aku&#8221; sedang kesal. </p>
<p>Sementara itu, kita perlu lebih jeli dalam menyampaikan paparan.</p>
<p>Contohnya, kalimat &#8220;Kuterus berjalan, sambil sekali-kali menendang kerikil-kerikil kecil di jalanan.&#8221; Menurutku, paparan tersebut kurang menunjukkan rasa kesal, terutama pada kata-kata &#8220;sekali-kali&#8221; dan sekadar &#8220;menendang&#8221;. Mungkin ekspresi rasa kesal itu akan lebih gamblang bila kita gunakan kata-kata seperti berikut ini:</p>
<p>- <strong>Hujan deras membasahi rambut, tangan, dan sekujur tubuhku. Tapi kulangkahkan sepasang kakiku. Kanan dan kiri bergerak, setapak demi setapak. Setiap kerikil dan bebatuan yang menghalangi jalurku aku tendangi. Kakiku terus melangkah.</strong> </p>
<p>Demikian ulasanku. Semoga bermanfaat. (Untuk artikel terkait, lihat &#8220;<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/02/12/cara-menyulap-cerita-biasa-menjadi-kisah-dramatis/">Cara Menyulap Cerita Biasa Menjadi Kisah Dramatis</a>&#8220;.)</p>
<br />Posted in penyuntingan Tagged: cerpen, sukses ala M Shodiq Mustika <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapenulis.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapenulis.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapenulis.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapenulis.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapenulis.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapenulis.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapenulis.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapenulis.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapenulis.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapenulis.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapenulis.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapenulis.wordpress.com/205/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapenulis.wordpress.com/205/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapenulis.wordpress.com/205/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=205&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapenulis.wordpress.com/2009/04/13/dalam-bercerita-perlukah-kita-menggurui/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3474b5993832db361bdc4e990cf45e0b?s=80&#038;d=http%3A%2F%2Fa.wordpress.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">kweklina</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inilah yang lebih menarik daripada seks</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2009/04/04/inilah-yang-lebih-menarik-daripada-seks/</link>
		<comments>http://duniapenulis.wordpress.com/2009/04/04/inilah-yang-lebih-menarik-daripada-seks/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Apr 2009 12:40:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhwat ABG</dc:creator>
				<category><![CDATA[mengapa menulis]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[seksual]]></category>
		<category><![CDATA[SEO]]></category>
		<category><![CDATA[Blog Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[sukses ala M Shodiq Mustika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/?p=207</guid>
		<description><![CDATA[Jika bapak berani menampilkan ini di halaman komentar, berarti merasa benar dan tidak salah. Tetapi jika komentar ini di hapus, saya sarankan buatlah blog hosting sendiri dengan para pengirim komentar yang terdaftar. Terima kasih atas saranmu. Cuman, aku tak mengerti mengapa moderasi komentar itu kau kait-kaitkan dengan &#8220;merasa benar dan tidak salah&#8221;. Bagiku, kebenaran itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=207&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Jika bapak berani menampilkan ini di halaman komentar, berarti merasa benar dan tidak salah. Tetapi jika komentar ini di hapus, saya sarankan buatlah blog hosting sendiri dengan para pengirim komentar yang terdaftar.</p></blockquote>
<p>Terima kasih atas saranmu. Cuman, aku tak mengerti mengapa moderasi komentar itu kau kait-kaitkan dengan &#8220;merasa benar dan tidak salah&#8221;. Bagiku, kebenaran itu berdasarkan landasan-landasan yang kuat, bukan lantaran &#8220;merasa&#8221;.</p>
<p>Memang, pada beberapa hari belakangan ini aku mengaktifkan moderasi komentar, kecuali bagi sejumlah orang yang sudah aku &#8220;kenal&#8221;. Sebab, aku tak suka bila situs ini dikotori oleh komentar-komentar yang tak beradab. Selain itu, aku letih dan kekurangan waktu untuk melayani debat/pertanyaan yang jawabannya sudah pernah kusampaikan berulang-kali, bahkan termasuk di dalam isi postingan yang dikomentari itu! Aku merasa capek bila harus selalu menulis: &#8220;Apakah kau belum membaca isi artikel di atas?&#8221; dan sebagainya.</p>
<blockquote><p>… saya lihat blog anda sudah keluar jalur pak, saya pikir… bapak mulai terlena dengan rating blog anda karena menuliskan hal-hal diluar thema bapak yang seharusnya.</p></blockquote>
<p>Benarkah demikian? Kalau kau merasa harapanmu terhadap blog ini kurang terpenuhi oleh kami, okelah kami mengakuinya. Mudah-mudahan di masa mendatang, kami mampu memenuhi harapanmu. Aamiin.</p>
<p>Sepertinya kau menyangka bahwa tingginya rating blog shodiq.com ini adalah lantaran banyaknya tag &#8220;sex&#8221;, &#8220;porno&#8221;, dsb. Kalau kau menyangka begitu, aku dapat menangkis persangkaanmu dengan fakta sebagai berikut. <span id="more-207"></span></p>
<p>Pertama, sudah selama beberapa tahun aku menulis di blog ini dengan tag-tag seperti itu dalam proporsi tertentu (yang jauh lebih kecil daripada topik-topik lainnya). Nyatanya, rating blog ini selama beberapa tahun itu selalu rendah. Hanya pada seminggu terakhir ini saja rating blog ini tinggi. </p>
<p>Kedua, apakah tingginya rating blog ini pada seminggu terakhir ini adalah karena banyaknya kunjungan terhadap postingan-postingan yang bertopik seks, porno, dsb? Marilah kita saksikan datanya:</p>
<p><strong>Tulisan Teratas untuk 7 hari berakhir 2009-04-03 (Diringkas)<br />
2009-03-27 to Hari ini</p>
<p><a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2009/03/29/7-keanehan-pada-tragedi-situ-gintung/">7 Keanehan pada Tragedi Situ Gintung</a>	22.488<br />
<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2009/03/28/foto-foto-jebolnya-tanggul-situ-gintung-banten/">Dokumentasi Foto &amp; Video Tragedi Jeb</a>	16.674<br />
<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2009/04/01/warga-lebak-temukan-alquran-dan-pedang-raksasa/">Warga Lebak Temukan Alquran dan Pedang R</a>	4.949<br />
<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2009/03/25/video-gadis-abg-bugil-berjoget-dangdut-di-tempat-terbuka/">Heboh!! Video Gadis ABG Bugil Berjoget D</a>	4.005<br />
<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2009/03/25/video-gadis-abg-bugil-berjoget-dangdut-di-tempat-terbuka/">Foto Aura Kasih di Majalah Sexy</a>	2.462<br />
<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/12/27/inilah-foto-porno-mahasiswi-berjilbab/">Inilah foto porno mahasiswi berjilbab</a>	1.910<br />
<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/about-this-site/">shodiq.com</a>	1.730<br />
<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2009/03/26/inilah-tokoh-muslim-yang-ditakuti-obama/">Inilah Tokoh Muslim Yang Ditakuti Obama</a>	1.542<br />
<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2009/01/29/video-porno-terbaru-adegan-mesum-abg-pelajar-smp-di-sekolah/">Video Porno Terbaru: Adegan Mesum ABG Pe</a>	1.531<br />
<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2009/03/22/bomseks-kim-bassinger-setelah-bugil-lalu/">Berbugil-bugil dahulu, bermalu-malu kemu</a>	1.474<br />
<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2009/04/03/7-video-goyang-sexy-ala-pks-pkb-pan-golkar-pdip-demokrat-gerindra-dll/">7 Video Goyang Sexy ala PKS, PKB, PAN, G</a>	1.277<br />
<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2009/04/02/ternyata-alya-rohali-mirip-tukul-arwana/">Ternyata Alya Rohali mirip Tukul Arwana</a>	1.160<br />
<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2009/03/24/kiat-mengetahui-keperjakaan-cowok/">Kiat Mengetahui Keperjakaan Cowok</a>	1.136<br />
<a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2009/03/31/adam-bukan-manusia-pertama-menurut-suara-muhammadiyah/">Adam Bukan Manusia Pertama (menurut Suar</a>	1.069</strong></p>
<p>Data tersebut jelas-jelas menunjukkan bahwa ada tiga jenis tulisan yang lebih disukai oleh para pengunjung situs ini daripada seks, yaitu [1] <strong>berita terhangat yang aneh</strong>, [2] <strong>berita terhangat</strong>, dan [3] <strong>yang aneh</strong>. Angka pada dua jenis pertama ternyata jauh lebih tinggi daripada angka pada tulisan-tulisan yang bertema seks. Jadi, ini menunjukkan bahwa tingginya rating situs muhshodiq.wordpress.com pada seminggu terakhir ini bukanlah karena mengandalkan tulisan yang bertopik seks dan sejenisnya.</p>
<blockquote><p>Tidak dipungkiri pak, jika dalam blog dituliskan sex atau porno niscaya blog bapak banyak dikunjungi para browser…
</p></blockquote>
<p>Benarkah kebanyakan browser yang datang ke blog ini adalah lantaran kata-kata kunci seperti &#8220;sex&#8221; dan &#8220;porno&#8221;? Marilah kita lihat datanya!</p>
<p><strong>Search Terms for 7 days ending 2009-04-03 (Summarized)<br />
2009-03-27 to Hari ini</p>
<p>tragedi situ gintung	4.839<br />
video situ gintung	 1.509<br />
situ gintung	 1.231<br />
foto situ gintung	672<br />
video tragedi situ gintung	666<br />
foto porno	628<br />
foto tragedi situ gintung	454<br />
abg	312<br />
tanggul situ gintung	287<br />
sexy	286<br />
porno	 217<br />
vidio situ gintung	208<br />
video porno 	200<br />
aura kasih	194<br />
tragedi situgintung	188<br />
jebolnya tanggul situ gintung	175<br />
sms cinta	169<br />
foto aura kasih	120<br />
foto korban situ gintung	110<br />
foto musibah situ gintung	103</strong></p>
<p>Data tersebut menunjukkan bahwa ada tiga jenis kata kunci yang jauh lebih banyak dicari oleh pengunjung blog ini daripada katakunci &#8220;porno&#8221;, &#8220;seks&#8221;, dan sebagainya. Tiga jenis itu ialah [1] <strong>nama</strong> (terutama yang terkait dengan berita terhangat), [2] <strong>video</strong>, [3] <strong>foto</strong>. Kata-kata seperti itulah yang paling banyak mendorong para browser untuk berkunjung ke situs shodiq.com ini, dan angka-angkanya jauh lebih tinggi daripada kata &#8220;porno&#8221; &#8220;, &#8220;seks&#8221;, dsb.</p>
<blockquote><p>Seharusnya <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2009/04/03/jika-anda-tidak-menghapus-materi-porno-di-komputersitus-anda-maka-anda-bisa-dipenjara-menurut-uu-terbaru/">posting ini</a> tidak di publikasikan, karena ternyata kontent yang bapak muat [adalah] artikel tentang apa yang dilarang oleh UU itu.</p></blockquote>
<p>Apakah kau belum membaca isi postingan tersebut dan baru membaca judulnya saja? Isi postingan tersebut jelas-jelas mengenai bagaimana cara supaya kita tidak melanggar UU itu. Apakah menyiarkan cara mematuhi hukum itu tergolong melanggar hukum?</p>
<blockquote><p>Walaupun Blog bapak ini tidak memuat materi Videonya, tetapi setidaknya judul tulisan dengan nama Sex, Porno dan laiinnya adalah bukti bahwa anda melanggar apa yang anda ketahui.
</p></blockquote>
<p>Jadi, menurut dirimu, judul tulisan merupakan bukti pelanggaran UU? Atas dasar apakah kau berpandangan begitu? Di pasal berapakah dari UU itu yang menyebutkan begitu?</p>
<blockquote><p>Sebagai contoh : <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2009/03/25/video-gadis-abg-bugil-berjoget-dangdut-di-tempat-terbuka/">Heboh!! Video Gadis ABG Bugil Berjoget Dangdut di Tempat Terbuka</a>. Apakah menurut Bapak judul artikel ini pantas untuk di simpan di blog bapak?</p></blockquote>
<p>Maksud pertanyaanmu ini apa, ya?</p>
<blockquote><p>Tag utama bapak kan tentang cinta sejati, pengembangan diri, agama islam, berita &amp; cerita, cinta romantis, pengembangan karir, penulisan &amp; blogging.</p>
</blockquote>
<p>Begini, Bung. Kita tidak bisa berbicara tentang cinta sejati seutuh-utuhnya bila tidak berbicara juga tentang &#8220;cinta-cinta&#8221; lain yang tidak sejati. Kita tidak bisa berbicara tentang yang islami seutuh-utuhnya bila tidak berbicara juga tentang hal-hal yang tidak islami. &#8230;. (Demikian pula mengenai topik-topik lainnya.)</p>
<blockquote><p>buanglah Tag-tag yang berbau porno pak!</p></blockquote>
<p>Terima kasih atas sarannya. Persoalan semacam ini sudah pernah kubahas di <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2009/01/13/cara-cerdas-untuk-menyalurkan-nafsu-birahi-para-pengakses-internet/">http://muhshodiq.wordpress.com/2009/01/13/cara-cerdas-untuk-menyalurkan-nafsu-birahi-para-pengakses-internet/</a> </p>
<p>Gitu dulu, ya? Mudah-mudahan diskusi ini membawa manfaat dan kebaikan bagi kita semua. Aamiin.</p>
<br />Posted in mengapa menulis Tagged: blog, Blog Dewasa, Diskusi, seksual, SEO, sukses ala M Shodiq Mustika <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapenulis.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapenulis.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapenulis.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapenulis.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapenulis.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapenulis.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapenulis.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapenulis.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapenulis.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapenulis.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapenulis.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapenulis.wordpress.com/207/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapenulis.wordpress.com/207/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapenulis.wordpress.com/207/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=207&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapenulis.wordpress.com/2009/04/04/inilah-yang-lebih-menarik-daripada-seks/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Iklankan Blog/Produk Anda secara Gratis di WordPress.com</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2009/02/01/iklankan-blogproduk-anda-secara-gratis-di-wordpresscom/</link>
		<comments>http://duniapenulis.wordpress.com/2009/02/01/iklankan-blogproduk-anda-secara-gratis-di-wordpresscom/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Feb 2009 12:42:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhwat ABG</dc:creator>
				<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Blog Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[gambar]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[gravatar]]></category>
		<category><![CDATA[iklan]]></category>
		<category><![CDATA[informasi]]></category>
		<category><![CDATA[internet marketing]]></category>
		<category><![CDATA[internet untuk pemula]]></category>
		<category><![CDATA[open ID]]></category>
		<category><![CDATA[produk]]></category>
		<category><![CDATA[seksi]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<category><![CDATA[tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/?p=209</guid>
		<description><![CDATA[Peluang beriklan secara gratis di WordPress.com (WP) sebetulnya sudah lama ada. Namun sayangnya, masih banyak blogger WP Indonesia yang belum memanfaatkannya sama sekali. Padahal, kebanyakan diantara mereka merasa kurang puas atas sedikitnya jumlah pengunjung ke blog mereka. Mengapa? Besar kemungkinan, mereka belum mengetahui caranya. Kalau sudah tahu, aku yakin mereka akan berbondong-bondong memanfaatkannya. Sebab, caranya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=209&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Peluang beriklan secara gratis di WordPress.com (WP) sebetulnya sudah lama ada. Namun sayangnya, masih banyak blogger WP Indonesia yang belum memanfaatkannya sama sekali. Padahal, kebanyakan diantara mereka merasa kurang puas atas sedikitnya jumlah pengunjung ke blog mereka. Mengapa? Besar kemungkinan, mereka belum mengetahui caranya. Kalau sudah tahu, aku yakin mereka akan berbondong-bondong memanfaatkannya. Sebab, caranya sangat mudah!</p>
<p><span id="more-209"></span>Aku sendiri sudah memanfaatkan cara tersebut walau pada mulanya belum menyadarinya. Aku baru benar-benar &#8220;tersentak&#8221; ketika kulihat bahwa dalam beberapa hari belakangan ini, ternyata kebanyakan kunjungan ke <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/">blog ini</a> berasal dari <a href="http://id.wordpress.com/">id.wordpress.com</a> dan &#8220;WordPress Dashboard&#8221;. (Untuk mengetahui dari mana saja kunjungan ke blog Anda berasal, masuklah ke dasbor WP Anda, lalu klik &#8220;Statistik Blog&#8221;. Bisa juga Anda langsung masuk ke halaman terserbut melalui alamat <strong>http://NamaBlogAnda.wordpress.com/wp-admin/index.php?page=stats</strong>. Di halaman tersebut, ada seksi &#8220;Perujuk&#8221; dan &#8220;Istilah-istilah Mesin Pencari&#8221;. Di situlah terdapat rincian data dari mana saja kunjungan ke blog Anda berasal.)</p>
<p>Melihat data tersebut, aku berpikir: Mengapa begitu? Ternyata, tanpa kusadari sebelumnya, aku telah beriklan di <a href="http://id.wordpress.com/">id.wordpress.com</a> secara gratis! Mau tahu? Ini dia gambar iklan blog/produk diriku di <a href="http://id.wordpress.com/">id.wordpress.com</a>:</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/muhshodiq/3242127079/" title="iklan gratis di WordPress by muhshodiq, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3386/3242127079_3e73f58542_m.jpg" width="240" height="174" alt="iklan gratis di WordPress" /></a></p>
<p>Perhatikanlah bahwa di tengah halaman itu, ada &#8220;iklan&#8221; produkku (yaitu buku <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2008/06/11/cara-dzikir-untuk-atasi-segala-masalah-cinta/">Doa &amp; Zikir Cinta</a>) dan salah satu postingan dari blogku. (Di bawahnya, ada &#8220;Blog Hangat Hari Ini&#8221; dan &#8220;Tulisan-tulisan Terhangat Hari ini&#8221;.)</p>
<p><strong>Gambar produkku itu berasal dari gravatarku. Inilah cara mudah untuk beriklan secara gratis di WordPress.com. Sayangnya, masih banyak blogger WP Indonesia yang membiarkan kotak gravatarnya kosong. Ada pula yang memasang semaunya sendiri, gambarnya kurang menarik, sehingga kurang merangsang minat pengunjung.</strong> Bagaimana dengan dirimu? (Untuk memasang gambar gravatar, masuklah ke dasbor WP Anda, lalu klik &#8220;Akunku&#8221;, kemudian klik &#8220;Ubah Profil&#8221;. Di situ akan Anda jumpai opsi &#8220;My Gravatar&#8221;.)</p>
<p>Memang, iklan kita itu muncul di <a href="http://id.wordpress.com/">id.wordpress.com</a> hanya apabila ada postingan kita yang mencapai peringkat yang mengesankan di <a href="http://botd.wordpress.com/top-posts/?lang=id">Top Posts</a> atau pun <a href="http://botd.wordpress.com/?lang=id">Top Blogs</a>. Namun, biarpun kita tidak mencapai &#8220;prestasi&#8221; tersebut, kita masih bisa beriklan secara gratis dengan gravatar kita itu. Sebab, gravatar kita bisa muncul pula di dasbor setiap pengguna WP (yang sebahasa dengan blog kita), yaitu pada seksi &#8220;Tulisan-tulisan Terbaru&#8221;. Supaya sering muncul di situ, sering-seringlah memposting. Selain itu, sering-seringlah menyunting tulisan Anda terdahulu, terutama tulisan yang Anda &#8220;andalkan&#8221;. (Hasil suntingan kita tergolong &#8220;tulisan terbaru&#8221; pula pada saat itu.)</p>
<p>Memang, penayangan iklan kita di seksi &#8220;Tulisan-tulisan Terbaru&#8221; itu hanya sesaat, yaitu ketika postingan kita masih tergolong &#8220;terbaru&#8221;. Kalau mau yang &#8220;abadi&#8221;, ada cara lain yang lebih efektif, yaitu menulis komentar di blog-blog (termasuk di luar WordPress.com) <strong>yang tidak mematikan fasilitas penayangan gambar gravatar</strong>. Supaya gambar gravatar Anda sering dilihat orang lain, sering-seringlah menulis komentar di blog <strong>yang banyak dikunjungi orang</strong>, seperti blog aku ini, hehehe&#8230; </p>
<p>Untuk contoh, perhatikanlah <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2009/01/29/video-porno-terbaru-adegan-mesum-abg-pelajar-smp-di-sekolah/#comments">komentar-komentar terhadap &#8220;Video Porno Terbaru: Adegan Mesum ABG Pelajar SMP di Sekolah&#8221;</a>. Berapa banyakkah yang sudah memanfaatkan gambar gravatar untuk mengiklankan blog/produk mereka secara gratis?</p>
<p>&#8212;Update pk. 16.55:<br />
Supaya iklan tersebut lebih efektif, jangan lupa mengisi isian &#8220;<strong>Situs web</strong>&#8221; dengan alamat URL blog Anda. (Isian tersebut berada pada seksi &#8220;Info kontak&#8221; di halaman &#8220;<strong>Ubah Profil</strong>&#8221; yang telah kami terangkan di atas.)</p>
<br />Posted in pemasaran Tagged: artikel, Blog Dewasa, gambar, gratis, gravatar, iklan, informasi, internet marketing, internet untuk pemula, open ID, produk, seksi, tips, tutorial, wordpress <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapenulis.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapenulis.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapenulis.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapenulis.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapenulis.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapenulis.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapenulis.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapenulis.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapenulis.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapenulis.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapenulis.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapenulis.wordpress.com/209/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapenulis.wordpress.com/209/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapenulis.wordpress.com/209/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=209&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapenulis.wordpress.com/2009/02/01/iklankan-blogproduk-anda-secara-gratis-di-wordpresscom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3386/3242127079_3e73f58542_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">iklan gratis di Wordpress</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tetap Mengetik Walau di Kegelapan dan dengan Satu Tangan Saja</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2009/01/18/tetap-mengetik-walau-di-kegelapan-dan-dengan-satu-tangan-saja/</link>
		<comments>http://duniapenulis.wordpress.com/2009/01/18/tetap-mengetik-walau-di-kegelapan-dan-dengan-satu-tangan-saja/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Jan 2009 12:44:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhwat ABG</dc:creator>
				<category><![CDATA[peluang menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Blog Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[musibah]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[ubah takdir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[Tiga hari ini aku alami gangguan teknis karena komputerku mengalami kerusakan. Di tengah layar monitor, muncul gambar kotak biru bergambar &#8220;USER MODE&#8221; berwarna biru secara berkedip-kedip, yang diselingi dengan munculnya pengatur kontras cahaya secara &#8220;otomatis&#8221; yang angkanya menurun sendiri secara &#8220;otomatis&#8221; pula. Kalau dibiarkan, layar monitor menjadi gelap. Ketika terang saja pandangan mataku sudah terganggu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=211&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tiga hari ini aku alami gangguan teknis karena komputerku mengalami kerusakan. Di tengah layar monitor, muncul gambar kotak biru bergambar &#8220;USER MODE&#8221; berwarna biru secara berkedip-kedip, yang diselingi dengan munculnya pengatur kontras cahaya secara &#8220;otomatis&#8221; yang angkanya menurun sendiri secara &#8220;otomatis&#8221; pula. Kalau dibiarkan, layar monitor menjadi gelap. Ketika terang saja pandangan mataku sudah terganggu karena adanya gambar kotak biru yang berkedip-kedip, apalagi bila layar monitornya gelap.</p>
<p><span id="more-211"></span>Aku tak tahu apa yang rusak dengan komputerku ini. Teknisi komputer yang biasa menangani kerusakan komputerku sudah dipanggil, tapi belum datang. Sebagai seorang penulis yang berusaha profesional, aku tak boleh menyerah oleh keadaan ini. Betapapun beratnya, aku mesti menyelesaikan tugasku.</p>
<p>Sebagai langkah darurat, aku mesti mengetik dengan satu tangan saja, sementara satu tangan lainnya menekan-nekan tombol pengatur kontras berulang-kali.</p>
<p>Capek juga sih, satu tangan yang memegangi tombol di monitor bermenit-menit. Jadilah sesekali aku melepaskannya, dengan risiko bahwa layar monitornya menjadi gelap. Sesekali aku pun mengetik di &#8220;kegelapan&#8221; (hanya memandangi kibor tanpa memandangi monitor).</p>
<p>Bagaimanapun, aku masih bisa bersyukur. Kedua tanganku masih lengkap. Mataku masih bisa memandang. Coba kalau aku tak mengalami &#8220;musibah&#8221; ini, mungkin aku tak pernah menyadari betapa besarnya nilai kedua tanganku dan kedua mataku.</p>
<br />Posted in peluang menulis Tagged: Blog Dewasa, musibah, syukur, ubah takdir <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapenulis.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapenulis.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapenulis.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapenulis.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapenulis.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapenulis.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapenulis.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapenulis.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapenulis.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapenulis.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapenulis.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapenulis.wordpress.com/211/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapenulis.wordpress.com/211/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapenulis.wordpress.com/211/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=211&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapenulis.wordpress.com/2009/01/18/tetap-mengetik-walau-di-kegelapan-dan-dengan-satu-tangan-saja/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kekecewaan Seorang Pembeli Buku</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2009/01/03/kekecewaan-seorang-pembeli-buku/</link>
		<comments>http://duniapenulis.wordpress.com/2009/01/03/kekecewaan-seorang-pembeli-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 12:47:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhwat ABG</dc:creator>
				<category><![CDATA[memikat pembaca]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[editor]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[komunikasi]]></category>
		<category><![CDATA[penerbit]]></category>
		<category><![CDATA[penulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/?p=213</guid>
		<description><![CDATA[Sekarang aku mau berbagi pengalaman pahit denganmu, wahai pembaca. Mau, &#8216;kan, menerima yang pahit dariku? Aku asumsikan mau, ya! Aku yakin, sudah sewajarnya bila obat itu terasa pahit. Ayolah kita berpahit-ria. Aku baru saja berdiskusi dengan seorang pembeli bukuku yang merasa kecewa. (Judulnya, Keajaiban Shalat Tahajud, yang aku tulis berdua dengan Rusdin S. Rauf.) Bukannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=213&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sekarang aku mau berbagi pengalaman pahit denganmu, wahai pembaca. Mau, &#8216;kan, menerima yang pahit dariku? Aku asumsikan mau, ya! Aku yakin, sudah sewajarnya bila obat itu terasa pahit. Ayolah kita berpahit-ria.</p>
<p>Aku baru saja berdiskusi dengan seorang pembeli bukuku yang merasa kecewa. (Judulnya, <a href="http://qultummedia.com/Ibadah-dan-Doa/Keajaiban-Shalat-Tahajud/Detailed-product-flyer.html">Keajaiban Shalat Tahajud</a>, yang aku tulis berdua dengan Rusdin S. Rauf.) Bukannya meredam kekecewaannya, jawabanku malah membuatnya makin kecewa. Boleh dibilang, aku gagal dalam diskusi ini.</p>
<p>Mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran dari pengalaman pahitku ini. Karena itu, di sini aku hendak menyalin eMail-eMail kami. Kebetulan, sang pembeli itu sudah memberiku izin untuk menyampaikan eMailnya kepada siapa pun yang kupandang perlu. Aku akan menyalinnya secara apa adanya, kecuali beberapa kalimat yang bersifat intern, sehingga tidak semestinya aku sampaikan kepada publik. Selain itu, demi kehormatan, aku menyembunyikan identitas yang bersangkutan.</p>
<p><span id="more-213"></span>Mulanya adalah eMail berikut ini.</p>
<blockquote><p>Dari: xxxxxx yyyyy<br />
Topik: KEAJAIBAN SHALAT TAHAJUD<br />
Kepada: muhshodiq@zzzzz.com, rusdin_pecintabuku@zzzzz.co.id<br />
Cc: qultummedia@zzzzz.com, pemasaran@zzzzzzzzz.net<br />
Tanggal: Selasa, 30 Desember, 2008, 9:14 PM</p>
<p>Ass ww</p>
<p>Sdr. M. Shodiq Mustika, Yth<br />
Sdr. Rusdin S. Rauf, Yth</p>
<p>Saya telah membeli buku &#8220;Keajaiban Shalat Tahajud&#8221; cetakan ketiga 2008. Ketika saya membaca halaman 256 dan 257 saya menemukan bahwa ada dari doa tahajud dalam bahas/tulisan Arab tidak dibuat terjemahannya dalam bahasa Indonesia, sebaliknya ada yang tidak ada dalam bahasa/tulisan Arab akan tetapi ada terjemahannya dalam bahasa Indonesia.<br />
Sungguh suatu hal yang sangat mengecewakan, buku yang sudah sampai ke cetakan ketiga kesalahan yang seperti ini masih dibiarkan saja. Seyogyanya penyunting/editor yang dipakai harus bisa melihat hal ini karena bukankah ini buku islami, jadi editor jangan hanya memeriksa bahasa Indonesianya saja.</p>
<p>Seharunyalah kepada semua pembeli, mulai cetakan pertama sampai dengan cetakan ketiga,  diberikan koreksi yang semestinya.<br />
Saya belum baca bahagian depan dari buku ini, karena saya ingin melaksanakan shalat tahajud sehingga langsung ke bab Panduan Praktis Bertahajud. Entah apa lagi yang akan saya temukan dari buku yang secara fisik sangat mewah ini. </p>
<p>Kepada penerbit saya ingin menyampaikan betapa pengendalian mutu yang dilakukan sangat mengecewakan.<br />
Buku yang saya beli, sesudah halaman 24 langsung ke halaman 57. Sesudah samapi ke halaman 88 mundur lagu ke halaman 57. Apa yang bisa saya lakukan ? Beli lagi.? No way.<br />
Isinya saja tidak dikoreksi secara baik masa mau beli dua kali.</p>
<p>Saya telah menemukan beberapa buku islami yang dicetak mewah akan tetapi isinya biasa2 saja bahkan ada yang mengecewakan.<br />
Seharusnya pada setiap penerbit ada tim redaksi yang terdiri dari pakar yang menyeleksi isi buku yang akan diterbitkan, apakah patut atau tidak. Kasihan pembeli yang tergiur oleh tampilan fisik cetakan saja, lalu kecewa dengan isi. Lalu kemudian akan jera.<br />
Saya doakan semoga buku2 islami yang akan diterbitkan mendatang lebih bermutu. Amiin</p>
<p>wass ww<br />
Xxxxxx.</p></blockquote>
<p>Lalu Rusdin S Rauf menyampaikan balasan:</p>
<blockquote><p>Dari: Rusdin didin<br />
Topik: Bls: KEAJAIBAN SHALAT TAHAJUD<br />
Kepada: xxxxxx@zzzzz.com, &#8220;Mas Shodiq&#8221; , &#8220;Redaksi Qultum Media&#8221;<br />
Tanggal: Rabu, 31 Desember, 2008, 12:20 AM</p>
<p><strong>Walaikum Salam Wr.Wb.<br />
Terima kasih banyak saudara Xxxxxx Yyyyy. Terus terang saya belum melihat hasil cetakan ke-3. Untuk cetakan ke-1 dan ke-2 setahu saya tidak terjadi kesalahan. Tapi, kalau memang ada kesalahan, saya berterima kasih kepada saudara Xxxxxx Yyyyy yang telah peduli pada kami.<br />
            Saya pun hanya manusia biasa, yang terus belajar. Selama menuliskan buku Keajaiban Tahajud, kami berusaha maksimal mengacu pada Sunnah Nabi Saw. Kalau pun ada halaman yang bolak balik, jangan-jangan, itu hanya terjadi pada sebagian buku saja.<br />
Karena, sepengetahuan saya, dalam ribuan cetakan, berpeluang satu atau dua buku mengalami kesalahan halaman. Biasanya pihak penerbit telah menseleksi kesalahan halaman tersebut. Namun, bisa juga, seketat apa pun produksi buku, tentunya, satu dua buku mengalami kesalahan halaman. Ini hal yang wajar saja.<br />
            Insya Allah, sebentar malam, saya mampir ke Gramedia, dan melihat hasil cetakan ke-3. Mengenai isi buku, saya berterima kasih. Insya Allah, buku-buku selanjutnya, saya akan mengusahakan lebih baik lagi. Semangat saya yaitu terus belajar dan belajar terus.<br />
            Dan melalui tulisan, niat saya hanya satu, memberikan pembaca pencerahan. Memberikan pembaca inspirasi dari ibadah yang dianjurkan Rasulullah Saw. Kesalahan semuanya berasal dari kami. Kebenaran datangnya dari Allah Swt.<br />
            Saya berharap, saudara Xxxxxx Yyyyy, masih tetap mau membaca buku-buku kami. Insya Allah, dalam waktu dekat, beberapa buku terbaru saya segera terbit. Saya akan memberikan saudara Xxxxxx Yyyyy sebagai wujud terima kasih saya.</p>
<p>Saudaramu,<br />
Rusdin S. Rauf</strong>  </p>
<p>Wassalamu Alaikum Wr.Wb</p></blockquote>
<p>Kemudian sang pembeli buku menulis:</p>
<blockquote><p>Dari: xxxxxx yyyyy<br />
Topik: Bls: KEAJAIBAN SHALAT TAHAJUD<br />
Kepada: rusdin_pecintabuku@zzzzz.co.id<br />
Cc: muhshodiq@zzzzz.com, qultumedia@zzzzz.com, pemasaran@zzzzzzzzz.net<br />
Tanggal: Kamis, 1 Januari, 2009, 10:23 AM</p>
<p>Ass ww</p>
<p>Sdr Rusdin yth,</p>
<p>Mohon maaf kalau pesan saya kurang jelas ditangkap, isinya hanya dua hal:</p>
<p>1. Kepada pengarang: doa tahjud dalam huruf Arab pada halaman 256 TIDAK sepenuhnya sesuai dengan terjemahannya dalam bahasa Indonesia pada halaman 257.</p>
<p>2. Kepada penerbit/pencetak : quality control tidak sempurna, sehingga copy yang saya beli kehilangan halaman 25 s/d 56, akan tetapi halaman 57 s/d 88 dobel (ganda).</p>
<p>Saya setuju kesalahan penerbit/pencetak kemungkinan besar hanya terjadi pada beberapa copy, dan kebetulan saya yang mendapatkan salah satunya.<br />
Akan tetapi kesalahan pengarang yang saya sebut pada butir 1. diatas saya yakin telah terjadi pada seluruh copy. Sekurangnya pada copy cetakan ketiga, walaupun saya syak bahwa kesalahan ini sudah ada semenjak cetakan kesatu dan kedua.</p>
<p>Terima kasih atas perhatian dan tanggapannya. Saya doakan semoga buku2 tulisan Anda yad bisa lebih baik lagi. Amii..n</p>
<p>Wass ww
</p></blockquote>
<p>Di sini, barulah aku berusaha menengahi diskusi (tetapi gagal). Aku menulis secara singkat:</p>
<blockquote><p>Dari: M. Shodiq Mustika<br />
Topik: Bls: KEAJAIBAN SHALAT TAHAJUD<br />
Kepada: xxxxxx@zzzzz.com, rusdin_pecintabuku@zzzzz.co.id, qultumedia@zzzzz.com, pemasaran@zzzzzzzzz.net<br />
Tanggal: Kamis, 1 Januari, 2009, 12:09 AM</p>
<p>Assalaamu&#8217;alaykum Kepada Mbak Tri (editor Qultum):<br />
Pernyataan Sdr. Xxxxxx Yyyyy benar. Ada kata-kata dari doa di hlm. 256 yang belum diterjemahkan ke bahasa Indonesia. Saya mohon Editor berkenan mengoreksinya. Untuk itu, &#8230;.. [<i>sejumlah dua kalimat di sini aku sensor karena bersifat intern.</i>] </p>
<p>Kepada Dik Rusdin:<br />
&#8230;.. [<i>sejumlah dua kalimat di sini aku sensor karena bersifat intern.</i>]</p>
<p>Kepada Sdr. Xxxxxx Yyyyy:<br />
1) Terima kasih atas masukan dari Saudara. Semoga Allah SWT membalas kebaikan ini dengan yang lebih baik lagi.<br />
2) Silakan tukarkan copy buku milik Saudara yang halamannya tidak lengkap itu dengan copy baru yang halamannya lengkap. Penukarannya bisa lewat toko tempat Anda membeli.</p>
<p>Wassalam,<br />
M Shodiq Mustika </p></blockquote>
<p>Lalu Rusdin S Rauf menyampaikan tanggapan singkat:</p>
<blockquote><p>Dari: Rusdin didin<br />
Topik: Bls: KEAJAIBAN SHALAT TAHAJUD<br />
Kepada: xxxxxx@zzzzz.com, &#8220;Mas Shodiq&#8221; , &#8220;Redaksi Qultum Media&#8221;<br />
Tanggal: Kamis, 1 Januari, 2009 17:17</p></blockquote>
<p>Terima kasih. Siap. Akan segera saya tindak lanjuti. Sekali lagi, terima kasih atas doanya.</p>
<p>Pihak penerbit pun menyampaikan tanggapan singkat:</p>
<blockquote><p>
Dari: &#8220;Redaksi QultumMedia&#8221;<br />
Kepada: muhshodiq@zzzzz.com<br />
Tanggal: Jumat, 2 Januari, 2009 09:07</p>
<p>Walaikumsalam&#8230;</p>
<p>Terima kasih atas informasinya. Maaf baru saya respon karena baru masuk dari cuti. Insya Allah akan kami perbaiki.</p>
<p>Wassalam,</p>
<p>QultumMedia</p></blockquote>
<p>Sampai di sini, aku mengira bahwa persoalan ini sudah terselesaikan. Tetapi ternyata aku keliru. Ini dia eMail dari sang pembeli buku yang menunjukkan kekeliruanku.</p>
<blockquote><p>Dari: xxxxxx yyyyy<br />
Topik: Bls: KEAJAIBAN SHALAT TAHAJUD<br />
Kepada: muhshodiq@zzzzz.com, rusdin_pecintabuku@zzzzz.co.id<br />
Tanggal: Jumat, 2 Januari, 2009, 11:55 AM</p>
<p>Ass ww</p>
<p>Sdr Shodiq, yth<br />
Sdr Rusdin, yth</p>
<p>Saya pada awalnya ragu apakah bijak untuk menulis e.mail ini. Akan tetapi sesudah saya pikirkan dalam2 saya putuskan untuk menulis dengan harapan semoga ada manfaatnya bagi kita bersama.</p>
<p>1. E.mail saya yg pertama saya tujukan kepada saudaraku berdua, sedangkan penerbit hanya saya berikan tembusan saja. Maksudnya, saya tidak mementingkan betul soal fisik buku ini, hanya melaporkan saja kepada para penulis agar menegur penerbit supaya lebih hati2 lagi.</p>
<p>2. Saya kaget menerima balasan dari sdr Rusdin dengan font besar dan bold. Secara tatakrama ber e.mail saya bisa berkesimpulan lain. Akan tetapi kesimpulan negatif ini segera sudah saya kesampingkan. Dengan e.mail ini saya bebaskan sdrku Rusdin dari janji memberikan bukunya yang akan terbit, biarlah saya beli dari toko buku. Saya jadi malu seakan e.mail saya mau menekan sdr. Sungguh niat saya jauh dari itu,  hanya demi kebaikan saja.</p>
<p>3. Saya kaget sekali lagi ketika menerima balasan dari saudaraku Shodiq. Tidak ada sedikitpun keinginan saya mencari siapa yang salah. Sekiranya benar bagian yang saya maksud adalah yang ditulis oleh saudaraku Rusdin, seyogyanya tidak perlulah saya tahu, bukankah penulisnya adalah saudaraku berdua.. E,mail saudaraku Shodiq sangat intern sifatnya dan saya tidak perlu dan tidak patut tahu.<br />
Sdr Shodiq pun terlalu tergesa-gesa mengambil kesimpulan, karena menurut saya masalahnya bukan &#8220;ada yang belum diterjemahkan ke bahasa Indonesia&#8221; bahkan sebaliknya &#8220;ada yang dalam bahasa Indonesia tidak ada dalam teks doa bhs Arabnya&#8221;</p>
<p>4. Dari butir 2 dan 3 diatas saya merasa saudaraku berdua kurang puas dengan e.mail saya. Maka dengan ini saya mohon maaf jika e.mail saya pertama itu kurang berkenan.</p>
<p>Astaghfirullaahal &#8216;azhiima wa atuubu ilaihi</p>
<p>Wass ww<br />
Xxxxxx</p></blockquote>
<p>Lalu segeralah Rusdin S Rauf menyampaikan penjelasan yang cukup singkat:</p>
<blockquote><p>Dari: Rusdin didin<br />
Topik: Bls: KEAJAIBAN SHALAT TAHAJUD<br />
Kepada: xxxxxx@zzzzz.com, &#8220;Mas Shodiq&#8221;<br />
Jumat, 2 Januari, 2009 19:45</p>
<p>email balasan saya yang tercetak bold saya tidak tahu kok bisa begitu. waktu itu saya mengetik di MS word 2007, kemudian saya langsung copy-paste ke kolom email. lalu saya send. tidak ada maksud saya marah-marah. sungguh tidak ada maksud saya seperti itu. malah saya sangat berterima kasih. Dan saya juga kaget, kok bisa hurufnya bold dan besar. sungguh saya tidak ada maksud marah-marah. Tidak. </p>
<p>kalau begitu, mari kita saling memaafkan. </p></blockquote>
<p>Rusdin S. Rauf sudah menyampaikan penjelasan. Yang panjang-lebar sudah, yang singkat pun sudah. Aku sendiri baru menyampaikan tanggapan singkat, yang ternyata belum mencukupi. Kali ini aku sampaikan tanggapan yang panjang-lebar:</p>
<blockquote><p>Dari: M. Shodiq Mustika<br />
Topik: Bls: KEAJAIBAN SHALAT TAHAJUD<br />
Kepada: xxxxxx@zzzzz.com<br />
Tanggal: Jumat, 2 Januari, 2009, 2:03 AM</p>
<p>Assalamu &#8216;alaykum Sdr. Xxxxxx </p>
<p>1) Mengenai kritikan terbaru Anda terhadap saya. </p>
<p>Ya, yang Saudara katakan itu benar. Bahwa saya telah mengungkapkan kepada Saudara sesuatu yang mestinya hanya urusan intern kami, itu memang kesalahan saya. Terima kasih atas koreksinya. Insya&#8217;Allah saya takkan mengulangi lagi kesalahan saya ini. </p>
<p>Karena itulah Email saya kali ini saya tujukan kepada Saudara seorang. Sebenarnya saya menganggap bahwa Dik Rusdin perlu pula mengetahui isi eMail saya ini. Namun saya akan minta izin dulu kepada Saudara. Kalau Saudara mengizinkan, akan saya forward eMail ini kepadanya. </p>
<p>2) Saya kurang mengerti mengapa Saudara berkesimpulan bahwa kami berdua kurang puas dengan eMail Saudara.  </p>
<p>Saya sudah lama mengenal Dik Rusdin. Dia sudah saya anggap seperti adik saya sendiri. Saya tahu bahwa dia bukan orang yang tak suka dikritik. Saya sangat yakin bahwa dia senang menerima kritik dari Saudara atau pun dari saya. </p>
<p>Saya pun sangat yakin bahwa Dik Rusdin sudah sangat mengenal diri saya. Dia tentu tahu apakah saya merupakan orang yang suka menuding-nuding atau pun mencari-cari siapa yang salah, termasuk dalam kasus ini. </p>
<p>Mungkin bagi kebanyakan orang, melakukan kesalahan itu memalukan. Namun bagi kami, kesalahan tidaklah memalukan. Yang memalukan adalah orang yang tidak mau belajar dari kesalahan. Bukankah tiada manusia yang luput dari kesalahan; dan hanya Tuhan saja yang bebas dari kesalahan? </p>
<p>Saya sendiri sudah sangat sering menerima kritik. Bahkan ada kalanya saya menerima kritik yang sangat pedas, bahkan ada pula yang sampai mengancam hendak membunuh saya. Dibanding kritikan-kritikan mereka yang amat pedas itu, kritikan Saudara &#8220;sangat ringan&#8221;. Kritikan-kritikan pedas itu tidak menyakiti saya, apalagi kritikan yang &#8220;sangat ringan&#8221;. (Kalau tidak percaya, silakan tanya istri saya, boleh secara diam-diam. Beberapa kali dia berkata kepada saya, &#8220;Kok kamu bisa, ya, tenang-tenang saja mendapat berbagai kecaman sengit.&#8221;) </p>
<p>Terus terang, dalam urusan kita ini, kekurangpuasan saya terhadap Saudara hanya satu, yaitu penolakan Saudara terhadap janji pemberian buku terbaru dari Dik Rusdin. (Kalau pun saya mengemukakan kritikan lain kepada Saudara, itu semata-mata dalam rangka memenuhi perintah Allah kepada kita untuk saling menasihati.) </p>
<p>3) Saya kurang mengerti mengapa Saudara menolak janji pemberian buku terbaru dari Dik Rusdin.  </p>
<p>Saya yakin, janji pemberian buku terbarunya kepada Saudara bukan didorong oleh motivasi untuk &#8220;menyogok&#8221; Saudara supaya tidak memperpanjang masalah ini. Saya mengenal Dik Rusdin sebagai orang yang jujur dan dermawan. Saudara bukanlah orang pertama yang mendapat hadiah buku darinya. Kalau boleh tahu, atas dasar apakah Saudara menolaknya? </p>
<p>4) Saya juga kurang mengerti mengapa sekarang Saudara berkata bahwa eMail Saudara itu hanya ditujukan kepada penulis saja, sedangkan penerbit hanya mendapat tembusannya.  </p>
<p>Di eMail itu, Saudara mengemukakan dua persoalan. Pertama, mengenai kurang akuratnya terjemahan doa di hlm. 256-257. Tanggung jawab utama atas persoalan ini memang ada pada penulis. Kedua, mengenai kurang lengkapnya halaman pada copy buku yang Saudara beli. Tanggung jawab utama atas perkara kedua ini berada pada pihak penerbit. Untuk mengatasi masalah kedua ini, akan lebih efisien bila Saudara berhubungan langsung dengan penerbit (atau toko buku tempat Saudara membelinya).</p>
<p>Bahkan, dalam isi eMail Saudara itu pun, baik eMail pertama maupun yang kedua, Saudara selalu mengungkapkan secara eksplisit, &#8220;Kepada Penerbit &#8230;&#8221; dalam posisi yang sejajar dengan ungkapan &#8220;Kepada penulis &#8230;&#8221; Atas dasar-dasar itulah saya beranggapan bahwa eMail Saudara itu ditujukan pula kepada penerbit. </p>
<p>Karena itulah dalam eMail balasan saya terdahulu, semua pihak yang terlibat ini saya perlakukan sejajar, semuanya saya masukkan dalam ranah &#8220;Kepada: &#8230;.&#8221; </p>
<p>Wassalam, M Shodiq Mustika </p></blockquote>
<p>Ternyata tanggapanku yang panjang-lebar pun tidak memecahkan persoalan, malah menambah masalah baru. Terhadap tanggapanku itu, sang pembeli buku menulis:</p>
<blockquote><p>Dari: xxxxxx yyyyy<br />
Topik: Bls: KEAJAIBAN SHALAT TAHAJUD<br />
Kepada: muhshodiq@zzzzz.com<br />
Tanggal: Jumat, 2 Januari, 2009 23:06</p>
<p>Sdrku M. Shodiq yth</p>
<p>Ass ww</p>
<p>1 &amp; 2. Ungkapan &#8220;kritikan terbaru&#8221; membuat saya sangat terganggu. Seperinya komunikasi kita ini Anda anggap hanya saya gunakan untuk menyampaikan kritik. Kalau Anda tidak suka bukankah bisa Anda putus saja komiunikasi ini?.</p>
<p>Saya sampai kepada kesimpulan dugaan bahwa Sdr berdua kurang puas dengan masukkan dari saya dari hal yang sederhana saja. </p>
<p>Pertama Sdr Rusdin membalas e.mail saya dengan font besar dan bold. Dalam tatakrama ber e.mail huruf kapital, font besar, bold dan atau warna hanyalah digunakan untuk memberikan tekanan terhadap sebuah pernyataan. Kalau seluruh &#8220;message&#8221; itu huruf kapital dan/atau font besar dan/atau bold maka bisa disamakan dengan suara keras dan nada tinggi dalam bahasa lisan alias menghardik. E.mail berikutnya dari Sdr Rusdin tidak menggunakan gaya itu lagi. Artnya itu bukan kebiasaannya.   </p>
<p>Kedua &#8230;. [<i>Paragraf kedua ini aku (Shodiq) sensor. Isinya mengungkapkan kembali kekeliruanku yang memberitahukan urusan intern penulis-penerbit. Terhadap masukan atas kekeliruanku itu, <b>aku sudah menerimanya sepenuhnya</b> sebagaimana tercantum dalam emailku sebelum ini. Karena itu, aku sensor bagian ini supaya tidak bertele-tele.</i>]</p>
<p>3. Saya menolak pemberian Sdr Rusdin karena merasa kurang nyaman saja. Walaupun saya telah menyatakan kesimpulan negatif sudah saya kesampingkan, tetap saja bayangan &#8220;hardikan&#8221; e.mail Sdr Rusdin tidak bisa hilang. Saya manusia biasa, perasaan yang ada tidak dapat dengan serta merta di&#8221;delete&#8221; seperti men&#8221;delete&#8221; data dari disk komputer yang 100% mekanis/elektris dan tidak punya perasaan itu. Kalau Sdr Rusdin sudah punya kebiasaan menghadiahkan bukunya, silakan kebiasaannya yang baik itu diteruskannya kepada orang lain. Semoga Allah membalasnya dengan pahala yang setimpal. Amiiin.</p>
<p>4. Maaf kalau dalam e.mail saya telah memperlakukan tujuan e.mail (Kepada) dan penerima tembusan (Cc) secara sama.<br />
Maksud saya adalah : &#8220;Hai para pengarang, buku Anda ada yang perlu dikoreksi &#8230;..dst. Perlu juga Anda ketahui bahwa penerbit buku Anda qc nya kurang baik&#8221;  &#8220;Hai penerbit, harap kalian ketahui kalalaian kalian saya beritahukan kepada penulisnya&#8221;<br />
Maunya saya begitu, akan tetapi yang saya tulis lain. Mohon maklum, saya bukan penulis profesional, jangankan menulis sebuah buku best seller, sebuah buku biasapun belum.</p>
<p>Sdr. M. Shodiq, sebaiknya tidak kita lanjutkan diskusi bertele-tele yang keluar dari konteks dan tidak bermanfaat ini. Salah-salah bisa menambah dosa saya saja, karena akan semakin menambah kecurigaan saya bahwa Anda kurang puas atas masukan saya. Padahal Sdr sudah mengatakan bukan begitu adanya. Bukankah prasangka saya itu akan menambah dosa saya saja?<br />
Bukankah topiknya sedrhana sekali. Betulkah dalam KST ada doa tahajud yang terjemahan bhs Indonesianya tidak sama dengan teks huruf/bahasa Arab?<br />
Kalau betul, silakan semua pihak yang terkait melakukan koreksi seperlunya.<br />
Kalau tidak betul, tolong saya diberitahu, maka saya akan mohon maaf kepada semua pihak yang dirugikan dan yang direpotkan oleh masukan awam saya yang keliru itu.<br />
Sederhana sekali kan ? Kenapa mengajak diskusi dan berdebat yang keluar dari topik ini ?<br />
Anda ini sebetulnya maunya apa?</p>
<p>Wass ww<br />
Xxxxxx</p>
<p>PS.  Sdr Shodiq, Anda itu berlebihan sekali minta izin saya untuk meneruskan e.mail Anda kepada Sdr Rusdin. Balasan saya inipun silakan kalau mau Anda forward kepada Sdr Rusdin atau siapapun yang Anda anggap perlu, tidak perlu izin saya segala.</p></blockquote>
<p>Akhirnya:</p>
<blockquote><p>Dari: M. Shodiq Mustika<br />
Topik: Baiklah&#8230;<br />
Kepada: xxxxxx@zzzzz.com<br />
Tanggal: Sabtu, 3 Januari, 2009 11:43</p>
<p>Baiklah, kita hentikan saja diskusi kita. Cuma mestinya kita berhenti bukan ketika ada pihak yang bertanya-tanya tanpa jawaban. Karena itu, untuk menghentikan diskusi kita ini, saya jawab pertanyaan terakhir Anda mengenai &#8220;apa maunya saya&#8221; dari diskusi kita ini. </p>
<p>Jawaban saya: Semua kata-kata saya itu merupakan tanggapan dari saya terhadap persoalan kita yang Anda kemukakan kepada kami. Ibarat sekolah, Anda adalah guru yang mengajukan pertanyaan dan kritikan kepada kami selaku murid. Saya adalah seorang murid yang terbiasa menjawab pertanyaan dari guru-guru saya. Maafkan saya bahwa jawaban saya tidak memuaskan Anda. </p>
<p>Wassalaamu &#8216;alaykum wa rahmatullaah wa barakaatuh,<br />
M Shodiq Mustika</p></blockquote>
<br />Posted in memikat pembaca Tagged: buku, curhat, Diskusi, editor, Islam, komunikasi, penerbit, penulis <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapenulis.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapenulis.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapenulis.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapenulis.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapenulis.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapenulis.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapenulis.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapenulis.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapenulis.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapenulis.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapenulis.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapenulis.wordpress.com/213/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapenulis.wordpress.com/213/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapenulis.wordpress.com/213/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=213&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapenulis.wordpress.com/2009/01/03/kekecewaan-seorang-pembeli-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Blogger Template: Cellar Heat Dark Uncontrast</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/12/14/blogger-template-cellar-heat-dark-uncontrast/</link>
		<comments>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/12/14/blogger-template-cellar-heat-dark-uncontrast/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2008 00:25:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhwat ABG</dc:creator>
				<category><![CDATA[blogger template]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/2008/12/14/blogger-template-cellar-heat-dark-uncontrast</guid>
		<description><![CDATA[I saw a beautiful elegant template last week. The name is Cellar Heat Premium Blogger Template. It is an adaptation of Cellar Heat Dark WordPress theme. Cellar Heat WordPress theme is originally created by Evan Eckard. The design of this theme focuses on patterns and typography. It is designed especially for Smashing Magazine and its [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=228&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I saw a beautiful elegant template last week. The name is <a href="http://www.magznetwork.com/blogger-templates/cellar-heat-premium-blogger-template.html">Cellar Heat Premium Blogger Template</a>. It is an adaptation of <a href="http://www.smashingmagazine.com/2008/10/20/cellar-heat-a-free-wordpress-theme/">Cellar Heat Dark</a> WordPress theme. </p>
<p>Cellar Heat WordPress theme is originally created by <a href="http://www.evaneckard.com/">Evan Eckard</a>. The design of this theme focuses on patterns and typography. It is designed especially for <a href="http://smashingmagazine.com/">Smashing Magazine</a> and its readers. Since November 13, 2008, it has been available for Blogger, especially for <a href="http://www.magznetwork.com/">MagzNetwork</a> readers.</p>
<p>I like this template so much, that I decide to use it for <a href="http://true-templates.blogspot.com/">one of my blogs</a>. However, this is rather contrastive in my view. I, therefore, make some modifications. Here is the result: <b>Cellar Heat Dark Uncontrast</b>.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.flickr.com/photos/muhshodiq/3105753815/" title="Cellar Heat Dark Uncontrast in use by muhshodiq, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3169/3105753815_237fdbd4a9_m.jpg" width="240" height="151" alt="Cellar Heat Dark Uncontrast in use" /></a></p>
<p>You may <a href="http://true-templates.blogspot.com/">view this template in use here</a> or <a href="http://www.box.net/shared/9ekk3bo7b8">download it here</a>. By downloading and using this template, you agree to the following terms:</p>
<ul>
<li>You may NOT resell this theme </li>
<li>A link back to <a href="http://www.evaneckard.com/">Evan Eckard</a>, <a href="http://smashingmagazine.com/">Smashing Magazine</a>, <a href="http://www.magznetwork.com/">MagzNetwork</a>, and <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/">M Shodiq Mustika</a> must be retained in the footer (either modified or unmodified) </li>
<li>You may use this theme for personal or commercial projects </li>
<li>You may modify, translate or distribute. Don’t forget to contact Evan Eckard and Smashing Magazine </li>
</ul>
<p>Please read the instruction carefully if you don’t want to get any problems.</p>
<p>INSTALLATION INSTRUCTION</p>
<ol>
<li>Download and extract the zip file. </li>
<li>Login to your Blogger Dashboard </li>
<li>Go to Layout &gt; Edit HTML </li>
<li>Upload XML Template file (DO NOT copy and paste the code directly to template editor box) </li>
<li>Find this code: <br /><code><br />
<blockquote><b>#post-one img {<br />border:none;<br />}<br />#post-one a img {<br />border:2px solid #000000;<br />}</b></p></blockquote>
<p></code> and change that into this code: <br /><code><br />
<blockquote><b>#post-one img {<br />border:none;<br />margin:7px 4px 8px 4px;<br />}<br />#post-one a img {<br />border:2px solid #89876E; <br />}</b></p></blockquote>
<p></code></li>
<li>PLEASE DO NOT PREVIEW YOUR BLOG. Go to Layout &gt; Page Element </li>
<li>Edit “Top Menu” widget. Add at least one link, for example you can make a link to your blog homepage with “Home” anchor text </li>
<li>Edit “Recent Posts” widget. Change Feed URL to <br /><code>http://YOURBLOGNAME.blogspot.com/feeds/posts/default</code> </li>
<li>Go to Settings &gt; Formatting, choose TIMESTAMP FORMAT style: “Wednesday, Januari 30, 2008″ </li>
<li>Finish. Preview your blog to see the result. </li>
</ol>
<br />Posted in blogger template  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapenulis.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapenulis.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapenulis.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapenulis.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapenulis.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapenulis.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapenulis.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapenulis.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapenulis.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapenulis.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapenulis.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapenulis.wordpress.com/228/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapenulis.wordpress.com/228/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapenulis.wordpress.com/228/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=228&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/12/14/blogger-template-cellar-heat-dark-uncontrast/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3169/3105753815_237fdbd4a9_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cellar Heat Dark Uncontrast in use</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Blogger Template: True Contemplation</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/12/10/blogger-template-true-contemplation/</link>
		<comments>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/12/10/blogger-template-true-contemplation/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Dec 2008 01:21:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhwat ABG</dc:creator>
				<category><![CDATA[blogger template]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/2008/12/10/blogger-template-true-contemplation</guid>
		<description><![CDATA[True Contemplation is a free beautiful elegant blogger XML template based on a Douglas Bowman&#8217;s classic template, i.e. Minima Black. It has 3 columns (and one footer section) that is still minimalist. All of these columns are ready to widgetize. The basic color is grey, but you can easily change most of the colors and [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=226&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><i>True Contemplation</i> is a free beautiful elegant blogger XML template based on a Douglas Bowman&#8217;s classic template, i.e. Minima Black. It has <b>3 columns</b> (and one footer section) that is still minimalist. All of these columns are ready to widgetize. The basic color is <b>grey</b>, but you can easily change most of the colors and fonts through your Blogger dashboard. </p>
<div class="separator" style="clear:both;text-align:center;"><a href="http://farm4.static.flickr.com/3102/3092417456_b05febd31c_o.jpg" title="True Contemplation template by muhshodiq, on Flickr"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3101/3092335574_51b865d344_o.jpg" alt="click here to view larger" /></a></div>
<p>The header is <b>flexible</b>. You can change the beautiful header image to anything you want without any coding. </p>
<div class="separator" style="clear:both;text-align:center;"><a href="http://farm2.static.flickr.com/1056/779093797_9b1b39d623_m_d.jpg"><img border="0" height="115" src="http://farm2.static.flickr.com/1056/779093797_9b1b39d623_m_d.jpg" width="200" /></a></div>
<p>If you want to use your own image for the header, the image width has to be 512 pixels with 296 pixels height. All you need is then just go to your the <i>Layout &gt; Page Elements &gt; Header Edit</i> tab.</p>
<p>Last but not least, the minimalist <a href="http://easyadsensevn.blogspot.com/2008/09/how-to-add-blogger-read-more-expandable_05.html">&#8220;Read more&#8230;&#8221; expandable posts link</a> keeping the representative picture is available to shorten posts.</p>
<p>To view this template in use, <a href="http://filsafatmawas.blogspot.com/">click here</a>. To download the template (xml file) fully, <a href="http://www.box.net/shared/2pne7bu1cv">click here</a>.</p>
<p><b>Similar Templates</b>:</p>
<ul>
<li><a href="http://filsafatcinta.blogspot.com/2008/12/blogger-template-love-contemplation.html">Love Contemplation</a></li>
</ul>
<br />Posted in blogger template  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapenulis.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapenulis.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapenulis.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapenulis.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapenulis.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapenulis.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapenulis.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapenulis.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapenulis.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapenulis.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapenulis.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapenulis.wordpress.com/226/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapenulis.wordpress.com/226/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapenulis.wordpress.com/226/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=226&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/12/10/blogger-template-true-contemplation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3101/3092335574_51b865d344_o.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">click here to view larger</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm2.static.flickr.com/1056/779093797_9b1b39d623_m_d.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Lowongan kerja Editor agama di penerbit Kelompok Mizan</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/12/01/lowongan-kerja-editor-agama-di-penerbit-kelompok-mizan/</link>
		<comments>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/12/01/lowongan-kerja-editor-agama-di-penerbit-kelompok-mizan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Dec 2008 04:19:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhwat ABG</dc:creator>
				<category><![CDATA[penyuntingan]]></category>
		<category><![CDATA[editor]]></category>
		<category><![CDATA[Kelompok Mizan]]></category>
		<category><![CDATA[lowongan kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Penerbit Hikmah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/?p=192</guid>
		<description><![CDATA[Penerbit Hikmah (Kelompok Mizan) membuka peluang bagi mereka yang ingin berkarier di dunia buku. Dibutuhkan 2 Editor untuk buku agama populer dan buku agama referensial. Persyaratan: 1. Sarjana lulusan S-1 2. Mampu berbahasa Arab dan/atau inggris 3. Bisa bekerjasama dalam tim dan bekerja dalam tekanan deadline 4. Memiliki mobilitas yang tinggi, kreatif, dan inovatif 5. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=192&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penerbit Hikmah (Kelompok Mizan) membuka peluang bagi mereka yang ingin berkarier di dunia buku. Dibutuhkan 2 Editor untuk buku agama populer dan buku agama referensial. </p>
<p>
Persyaratan:<br />
1. Sarjana lulusan S-1<br />
2. Mampu berbahasa Arab dan/atau inggris<br />
3. Bisa bekerjasama dalam tim dan bekerja dalam tekanan deadline<br />
4. Memiliki mobilitas yang tinggi, kreatif, dan inovatif<br />
<b>5. Kirim lamaran, paling lambat 15 Desember 2008 sudah sampai di tujuan</b></p>
<p>
Kirimkan lamaran ke:</p>
<p>
GEDUNG MP BOOK POINT<br />
JL, PURI MUTIARA RAYA NO. 72 CILANDAK BARAT, CIPETE<br />
JAKARTA SELATAN, 12430</p>
<p>
&#8212;&#8212;&#8211;<br />
Catatan: Informasi tersebut di atas berasal dari Chief-Editor Penerbit Hikmah, tadi pagi. Sudah <del datetime="00">Belum</del> ada keterangan mengenai kapan paling lambat surat lamarannya. Setelah <del datetime="00">Nanti kalau</del> ada informasi tambahan, saya <del datetime="00">akan</del> menyampaikannya <del datetime="00">di sini</del> di atas, dengan menambahkan persyaratan nomor lima.</p>
<br />Posted in penyuntingan Tagged: editor, Kelompok Mizan, lowongan kerja, Penerbit Hikmah <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapenulis.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapenulis.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapenulis.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapenulis.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapenulis.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapenulis.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapenulis.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapenulis.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapenulis.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapenulis.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapenulis.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapenulis.wordpress.com/192/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapenulis.wordpress.com/192/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapenulis.wordpress.com/192/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=192&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/12/01/lowongan-kerja-editor-agama-di-penerbit-kelompok-mizan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menulis dengan pendekatan awamologi</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/11/26/menulis-dengan-pendekatan-awamologi/</link>
		<comments>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/11/26/menulis-dengan-pendekatan-awamologi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 00:52:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhwat ABG</dc:creator>
				<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[memikat pembaca]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran]]></category>
		<category><![CDATA[Blog Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[pemasaran yang efektif]]></category>
		<category><![CDATA[selera pembaca]]></category>
		<category><![CDATA[strategi menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/?p=188</guid>
		<description><![CDATA[Assalamualaikum Mas. Diam-diam saya dah lama menyimak blog-blog Mas Shodiq. Soal naskah buku yang ditolak, jadi pengin nanya nih. Ceritanya aku coba nulis buku tentang kesuksesan menjalani hidup ini dengan pendekatan awam (awamologi). Istilah ini insya Allah asli gagasanku. Tapi, memang, isinya tetap merupakan kompilasi dari prinsip kebaikan dan kearifan yang sudah banyak diketahui orang. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=188&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>Assalamualaikum Mas. Diam-diam saya dah lama menyimak blog-blog Mas Shodiq. <a href="http://duniapenulis.wordpress.com/2008/03/07/jadi-bestseller-walau-pernah-ditolak-banyak-penerbit/">Soal naskah buku yang ditolak</a>, jadi pengin nanya nih. Ceritanya aku coba nulis buku tentang kesuksesan menjalani hidup ini dengan pendekatan awam (awamologi). Istilah ini insya Allah asli gagasanku. Tapi, memang, isinya tetap merupakan kompilasi dari prinsip kebaikan dan kearifan yang sudah banyak diketahui orang. Sifatnya reflektif. Sayangnya, aku sendiri belum dapat dikatakan sukses. Paling tidak jika diukur secara materi dan keterkenalan (dalam hal ini sebagai penulis atau profesi lain yang berkaitan). Tentu saja bukunya diprediksi bakal kurang atau gak laku. Apalagi kalau harus bertarung dengan tema sejenis dari para trainer atau penulis yang dah beken. Apakah memang nulis refleksi spiritual tentang kesuksesan mesti sukses dan terkenal dulu Mas? Dan kalau belum bisa demikian, tulisan kita mestilah bersifat luar biasa, barulah orang mau baca dan beli? Mohon aku dibantu Mas. Sebagai info, aku baru belajar memublikasi perihal ini di <a href="http://awamologi.livejournal.com/">awamologi.livejournal.com</a>.</p></blockquote>
<p>Demikian permohonan bantuan dari Bahtiar Baihaqi Heraudie al-Awami. Berikut ini tanggapanku.</p>
<p><span id="more-188"></span>Sebagai istilah dan pendekatan (sudut pandang), &#8220;awamologi&#8221; itu sudah sangat menarik alias layak jual. Kemenarikannya hampir setara dengan &#8220;kelirumologi&#8221;. Bahkah, bisa saja suatu saat nanti awamologi itu lebih populer daripada kelirumologi. Sebab, &#8220;awamologi&#8221; itu lebih <em>acceptable</em>. (Orang-orang lebih bisa menerima keadaan sebagai &#8220;orang awam&#8221; daripada &#8220;orang keliru&#8221;.)</p>
<p>
Memang, pada saat ini, kelirumologi itu sudah matang, sedangkan awamologi baru tumbuh. Namun kalau ditangani dengan tepat, awamologi pun akan matang pada saatnya.</p>
<p>
Kalau mau mengikuti (atau bahkan melampaui) jejak keberhasilan kelirumologi, saranku: perhatikanlah unsur &#8220;pemasaran&#8221; pada tulisan-tulisanmu. Terapkanlah prinsip-prinsip pemasaran yang efektif dalam kepenulisanmu. Misalnya: prinsip <a href="http://duniapenulis.wordpress.com/2008/01/01/penulis-yang-tidak-membodohi-pembaca/">positioning</a>.</p>
<p>
Dalam <em>positioning</em>, kita mesti bersikap sesuai dengan posisi kita: sedang &#8220;sukses&#8221; (bukan sudah sukses), sedang &#8220;jatuh&#8221;, sedang &#8220;bangun&#8221;, dan lain-lain.</p>
<p>
Bila kita sedang &#8220;bangun&#8221; (atau apalagi &#8220;jatuh&#8221;), kita memang harus membuat tulisan <strong>secara</strong> &#8220;luar biasa&#8221;, tetapi tidak harus <em>yang</em> luar biasa. Tahu bedanya?</p>
<p>
Maksudku, &#8220;luar biasa&#8221; (dalam tanda petik) itu bukanlah berarti mesti mengandung gagasan hebat ala filsuf atau pun motivator andal. Sebenarnya, kunci utama kesuksesan para motivator itu bukanlah pada <em>apa</em> pesan mereka, melainkan pada <em>bagaimana</em> menyampaikannya. Isi pesan mereka pada umumnya &#8220;biasa&#8221;, tetapi cara menyampaikannya sungguh luar biasa, memenuhi prinsip-prinsip pemasaran yang efektif.</p>
<p>
Prinsip-prinsip yang dimanfaatkan oleh para motivator andal itu cocok untuk kita terapkan untuk menuliskan gagasan-gagasan yang bersudut pandang awamologi. Sebab, orang-orang awam itu biasanya lebih menaruh perhatian pada <em>bagaimana</em> kita mengatakan daripada <em>apa</em> yang kita katakan.</p>
<p>
Apa pun isi pesan kita, entah biasa entah luar biasa, orang-orang awam akan tertarik menyimaknya bila kita menyampaikannya secara &#8220;luar biasa&#8221;. Apakah yang &#8220;luar biasa&#8221; ini mesti dengan gaya puitis, filosofis, atau akademis? Tidak. Yang gaya penulisannya sangat puitis, filosofis, dan akademis itu justru <em>terlalu</em> luar biasa bagi orang-orang awam, bukan lagi luar biasa. </p>
<p>
Yang luar biasa bagi orang-orang awam adalah yang <strong>memenuhi harapan</strong> mereka. Di sinilah prinsip-prinsip pemasaran yang efektif itu memainkan peran.</p>
<p>
Belum jelas? Untuk memperjelas, kutampilkan gambaran penjelas. Begini.</p>
<p>
Orang-orang awam itu sudah dan sedang menjalani kehidupan yang ruwet. Mereka tak mau lagi menemui &#8220;keruwetan&#8221; atau kerumitan dalam tulisan kita. Yang mereka harapkan adalah kelapangan atau pencerahan. Mereka biasanya sedang merasa jatuh. Karena itu, mereka tak mau lagi kita &#8220;jatuhkan&#8221;. Yang mereka harapkan adalah dibangunkan. Mereka sudah sering &#8220;dibangunkan&#8221; dengan keras atau dikecam oleh orang-orang di sekitar mereka. Karena itu, mereka tak mau lagi mendapat kritik keras dari kita. Yang mereka harapkan adalah masukan yang lemah-lembut. Dan lain-lain.</p>
<p>
Karena bagi orang awam itu cara penyampaian pesan itu lebih penting, isi pesan kita bukan lagi masalah besar bagi kita. Kita bisa menulis apa saja yang kita pahami walau belum kita alami. Untuk menulis refleksi spiritual tentang kesuksesan pun kita tidak mesti &#8220;sukses&#8221; lebih dulu.</p>
<p>
Contohnya, bukuku yang berjudul <a href="http://muhshodiq.wordpress.com/2007/01/14/cara-paling-efektif-menuju-kesuksesan/">Bersalatlah</a>. Buku refleksi spiritualku tentang kesuksesan ini justru kutulis <a href="http://muslimromantis.wordpress.com/2007/11/27/penulis-romantis-2-jalan-sunyi/">ketika aku sedang terpuruk</a>. Saat diterbitkan pun aku belum tergolong penulis yang &#8220;dikenal&#8221; orang. Bahkan, itulah buku pertamaku yang diterbitkan oleh penerbit terkemuka. (Buku-bukuku sebelumnya diterbitkan oleh penerbit-penerbit kecil saja.)</p>
<p>
Demikian saranku kali ini. Eh, masih ada satu lagi. Mumpung tulisanmu di livejournal saat ini baru dua postingan, pindahlah ke yang lebih luar biasa: wordpress.com atau blogger.com (blogspot). Salah satu kekurangan pada livejournal sampai saat ini adalah ketidakmampuan untuk menampilkan gambar pada postingan kita. Padahal, bagi orang awam, gambar itu seringkali memikat. LiveJournal itu lebih pas bila kita menggunakannya untuk catatan harian atau bila khalayak yang kita bidik adalah kalangan tertentu saja. (Untuk perbandingan fasilitas penyedia layanan blog-blog terkemuka, lihat <a href="http://blog-services-review.toptenreviews.com/">2009 Blog Services Product Comparisons</a>.)</p>
<p>
Wallaahu a&#8217;lam.</p>
<br />Posted in blogging, memikat pembaca, pemasaran Tagged: Blog Dewasa, pemasaran yang efektif, selera pembaca, strategi menulis <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapenulis.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapenulis.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapenulis.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapenulis.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapenulis.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapenulis.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapenulis.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapenulis.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapenulis.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapenulis.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapenulis.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapenulis.wordpress.com/188/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapenulis.wordpress.com/188/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapenulis.wordpress.com/188/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=188&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/11/26/menulis-dengan-pendekatan-awamologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbohong dengan Statistik by Mohammad Fauzil Adhim</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/11/05/cerdas-menggunakan-data-by-mohammad-fauzil-adhim/</link>
		<comments>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/11/05/cerdas-menggunakan-data-by-mohammad-fauzil-adhim/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Nov 2008 00:34:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhwat ABG</dc:creator>
				<category><![CDATA[penyuntingan]]></category>
		<category><![CDATA[persiapan menulis]]></category>
		<category><![CDATA[ilmiah]]></category>
		<category><![CDATA[logika]]></category>
		<category><![CDATA[penelitian]]></category>
		<category><![CDATA[penulis]]></category>
		<category><![CDATA[statistik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Dariel Huff pernah menulis sebuah buku yang memukau, How to Lie with Statistic, bagaimana berbohong dengan statistik. Melalui buku ini, Huff menunjukkan bahwa statistik bisa&#8211;atau malah kerap kali&#8211;menjadi alat berbohong kepada publik yang sangat efektif. Sebagian lagi, statistik berbohong karena peneliti tidak cermat menganalisis. Peneliti gegabah mengambil kesimpulan. Tidak mencoba menyelami lebih jauh, apa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=183&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dariel Huff pernah menulis sebuah buku yang memukau, <em>How to Lie with Statistic</em>, bagaimana berbohong dengan statistik. Melalui buku ini, Huff menunjukkan bahwa statistik bisa&#8211;atau malah kerap kali&#8211;menjadi alat berbohong kepada publik yang sangat efektif. Sebagian lagi, statistik berbohong karena peneliti tidak cermat menganalisis. Peneliti gegabah mengambil kesimpulan. Tidak mencoba menyelami lebih jauh, apa yang ada di balik fakta.</p>
<p>Huff, kemudian menunjukkan berbagai peluang kebohongan. Kalau tidak hati-hati, kita bisa keliru menggunakan data. Kita telan mentah-mentah data yang disajikan beserta kesimpulannya. Padahal, banyak masalah yang perlu kita cermati lebih lanjut. Banyak pertanyaan yang harus kita ajukan secara cerdas.</p>
<p><span id="more-183"></span>Bagi kita yang begitu percaya pada data statistik tanpa mempertanyakan sedikit pun, boleh jadi kaget ketika membaca uraian Dariel Huff. Kita tercengang membaca karya illmuwan yang jago statistik ini. Justru karena pengetahuannya yang sangat mendalam pada bidang statistik itulah, ia bisa melahirkan tulisan yang sangat mengejutkan tersebut.</p>
<p>Bicara tentang statistik, Disraeli lebih sinis lagi. Ia mengatakan, di dunia ini cuma ada tidak macam kebohongan: <em>lies</em>, <em>damned lies</em>, dan <em>statistic</em> (dusta, dusta yang keji, dan statistik). Data statistik yang termasuk kategori dusta, kerap kali muncul pada <em>pseudo-research</em> (penelitian semu). Sepanjang yang saya ketahui, ada tiga macam penelitian: <em>common sense research</em>, <em>purposive research</em>, dan <em>academic research</em>. Diantara ketiga jenis tersebut, <em>academic research</em> atau disebut juga <em>scientific research</em> merupakan penelitian yang paling dapat dipercaya. Tetapi saya tidak tahu, penelitian yang dilakukan dosen untuk mengejar credit point semata-mata, apakah dengan sendirinya dapat dianggap sebagai penelitian akademis (<em>academic research</em>), ataukah termasuk kategori purposive research&#8211;penelitian bertujuan, yakni mengarahkan hasil penelitian sesuai keinginan untuk suatu kepentingan. <em>Common sense research</em>&#8211;penelitian anggapan umum&#8211;jelas termasuk <em>pseudo-research</em>. Meskipun datanya dapat dilihat sebagai masukan awal untuk melihat fenomena sosial, tetapi hasil penelitian tidak bisa dipakai untuk membuat kesimpulan tentang realitas sosial yang ada.</p>
<p>Penelitian yang menunjukkan bahwa 97,05% cewek Yogya sudah tidak perawan lagi, termasuk contoh <em>common search research</em>. Sekurangnya, ada dua kemungkinan munculnya data seperti ini. <em>Pertama</em>, peneliti melakukan manipulasi data. Manipulasi ini berbentuk menyortir data yang tidak diinginkan, menyembunyikan data lain yang dibutuhkan, mendongkrak (<em>mark up</em>) data yang ada, atau memang secara selektif memilih subjek yang sangat potensial bermasalah. <em>Kedua</em>, peneliti tidak terlalu menguasai meteodologi penelitian sehingga salah dalam mengambil sampel atau tidak memiliki penguasaan logika yang baik. Kemungkinan pertama termasuk kekejian, kejahatan akademis, dan sekaligus penghinaan terhadap martabat kaum muslimah di Yogya. Sedangkan, kemungkinan kedua termasuk kebodohan yang perlu kita kasihani. Katakanlah data yang diungkapkannya benar, tetap saja ada masalah kekeliruan logika: <em>fallacy of dramatic instance</em>. Sumber data yang diambil sebagai sampel, populasinya sangat kecil, tapi tiba-tiba digeneralisasi sebagai realitas cewek Yogya.</p>
<p>Alhasil, menggunakan data statistik perlu cerdas. Hasil penelitian yang disajikan kepada kita harus ditanyakan, apakah secara metodologis benar? Kalau benar, apakah secara logika juga benar? Bisa saja secara metodologis benar, tetapi secara logika salah. <em>Methodologically right logically wrong</em>. Misalnya, pernah suatu ketika ada penelitian tentang dampak TV. Ada dua kelompok subjek&#8211;anak&#8211;yang diteliti. Yang satu, nonton film-film yang berbau kekerasan ketika berada di sekolah selama dua minggu. Yang satunya lagi, nonton film yang tidak ada unsur kekerasannya, juga di sekolah selama dua minggu. Setelah subjek itu diteliti, apakah film kekerasan berpengaruh pada agresivitas anak? Hasilnya? Tidak ada perbedaan yang signifikan. Penelitian ini sempat diekspos di beberapa media dan orang mengangguk-angguk. Tetapi, mereka lupa bertanya, apa yang dilakukan anak selama di rumah? Bagaimana dengan pengaruh tayangan kekerasan yang dilihat selama bertahun-tahun sebelum penelitian? Bukankah tayangan yang dilihatnya lebih dulu selama bertahun-tahun menciptakan eikonoklasme&#8211;pengikutan, gampangnya peniruan&#8211;yang susah dihapus?</p>
<p>&#8230;. Sebagai penutup, ingin saya nukilkan perkataan Lin Yutang, ahli bahasa dan filsuf Cina yang hidup pada 1895-1976. Kata Lin Yutang, &#8220;Untuk menjadi seorang penulis, Anda harus memiliki rasa ingin tahu tentang apa saja di sekeliling Anda, merasakan secara lebih mendalam, dan lebih memahami berbagai hal dibanding orang lain.&#8221;</p>
<p>&#8212;&#8212;-<br />
Catatan:<br />
1) Tulisan di atas merupakan kutipan dari Mohammad Fauzil Adhim, &#8220;Cerdas Menggunakan Data&#8221;, Pengantar dalam Robi&#8217;ah Al-Adawiyah, <em>Kenapa Harus Pacaran?! </em>(Bandung: DAR! Mizan, 2004), hlm. 25-29 dan 32.<br />
2) Artikel terkait: &#8220;<a href="http://pacaranislami.wordpress.com/2008/09/01/23-remaja-smp-tidak-perawan-lagikah/">2/3 remaja SMP tidak perawan lagikah?</a>&#8220;</p>
<br />Posted in penyuntingan, persiapan menulis Tagged: ilmiah, logika, penelitian, penulis, statistik <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapenulis.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapenulis.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapenulis.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapenulis.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapenulis.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapenulis.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapenulis.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapenulis.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapenulis.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapenulis.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapenulis.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapenulis.wordpress.com/183/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapenulis.wordpress.com/183/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapenulis.wordpress.com/183/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=183&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/11/05/cerdas-menggunakan-data-by-mohammad-fauzil-adhim/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berbagai Link di Blog Saya</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/09/07/berbagai-link-di-blog-saya/</link>
		<comments>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/09/07/berbagai-link-di-blog-saya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 21:54:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhwat ABG</dc:creator>
				<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[klarifikasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/?p=166</guid>
		<description><![CDATA[setelah beberapa lama berkeliling di Blognya bapak… ada sedikit kejanggalan rupanya yang musti bapak perbaiki yaitu… di setiap link yang di berikan hampir sebagian besar kesemuanya adalah menuju kepada link-linknya yang Bapak Buat sendiri adapun jika ada link yang lain anda hanya mengutipnya link yang berkesesuaian dengan Goalnya Bapak. Bisa tolong di jelaskan? Demikianlah sebuah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=166&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>setelah beberapa lama berkeliling di Blognya bapak… ada sedikit kejanggalan rupanya yang musti bapak perbaiki yaitu… di setiap link yang di berikan hampir sebagian besar kesemuanya adalah menuju kepada link-linknya yang Bapak Buat sendiri adapun jika ada link yang lain anda hanya mengutipnya link yang berkesesuaian dengan Goalnya Bapak. Bisa tolong di jelaskan?</p></blockquote>
<p>Demikianlah sebuah protes yang dikemukakan oleh seorang pembaca. Terhadap protes itu, <span id="more-166"></span>penjelasan saya adalah sebagai berikut.</p>
<p>Link-link itu saya buat berdasarkan relevansinya dengan tulisan saya. Berbagai blog saya memang seringkali menampilkan tulisan yang saling berkaitan. Itulah sebabnya saya sering menampilkannya supaya para pembaca lebih memahami <b>apa yang saya maksudkan</b>. </p>
<p>Saya tidak menganggap itu sebagai kejanggalan. Justru yang janggal bagi saya adalah bila menampillkan link yang tidak relevan dengan tulisan saya.</p>
<p>Kalau Anda memiliki tulisan yang relevan dengan tulisan saya, yang dapat membuat pembaca lebih memahami apa yang saya maksudkan dalam tulisan itu, bolehlah Anda merekomendasikan link-nya kepada saya. Saya akan mempertimbangkannya untuk membuatkan linknya dalam tulisan saya itu bila memang relevan dalam pandangan saya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniapenulis.wordpress.com/166/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniapenulis.wordpress.com/166/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapenulis.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapenulis.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapenulis.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapenulis.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapenulis.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapenulis.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapenulis.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapenulis.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapenulis.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapenulis.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapenulis.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapenulis.wordpress.com/166/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapenulis.wordpress.com/166/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapenulis.wordpress.com/166/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=166&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/09/07/berbagai-link-di-blog-saya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hikmah dan Kisah Nyata tentang Kematian yang Indah</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/09/05/hikmah-dan-kisah-nyata-tentang-kematian-yang-indah/</link>
		<comments>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/09/05/hikmah-dan-kisah-nyata-tentang-kematian-yang-indah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Sep 2008 06:48:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhwat ABG</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[mati]]></category>
		<category><![CDATA[tersenyum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/2008/09/05/hikmah-dan-kisah-nyata-tentang-kematian-yang-indah</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kematian menghampiri Hudzaifah Ibnul Yaman r.a., ia menyambutnya dengan penuh rasa cinta. Ia berkata, “Wahai sang maut! Tenggelamkanlah aku di dalammu. Cengkeramlah aku dengan kuat. Hatiku tetap akan mencintaimu. Sebab, kehidupan yang membahagiakan akan tiba sesudah kedatanganmu. &#8230;.” Gairah merindukan surga seperti itulah intisari buku ini. Dengan demikian, Anda pun akan tersenyum manis menyambut [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=221&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika kematian menghampiri Hudzaifah Ibnul Yaman r.a., ia menyambutnya dengan penuh rasa cinta. Ia berkata, “Wahai sang maut! Tenggelamkanlah aku di dalammu. Cengkeramlah aku dengan kuat. Hatiku tetap akan mencintaimu. Sebab, kehidupan yang membahagiakan akan tiba sesudah kedatanganmu. &#8230;.” </p>
<p>
<p style="text-align:center;"><img src="http://farm4.static.flickr.com/3287/2835604310_3329ab5a4b_d.jpg" alt="kover buku Mati Tersenyum ala Islam" /></p>
<p>Gairah merindukan surga seperti itulah intisari buku ini. Dengan demikian, Anda pun akan tersenyum manis menyambut sang maut. Bagaimanapun, suatu saat ia pasti mendatangi kita, bukan? </p>
<p>Untuk itu, buku ini menyajikan berbagai kisah nyata mengenai kematian yang indah. Isinya pun dilengkapi dengan penjelasan tentang hikmah-hikmah yang terkandung di dalamnya. Kisah-kisahnya meliputi bagaimana Rasulullah, para sahabat, dan orang-orang saleh lainnya tersenyum bahagia manakala bersua dengan malaikat maut. Kita pun ingin sebahagia itu, bukan? </p>
<p>Oh ya, buku tersebut telah beredar mulai 1 September 2008 di seluruh jaringan toko buku Gramedia dan toko-toko buku besar lainnya. </p>
<p>Untuk info lebih lanjut, hubungi: </p>
<p>Departeman Buku Umum<br />PT GRAFINDO MEDIA PRATAMA<br />Jalan Pulo Kambing No. 9 Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta Timur 13930<br />e-mail: penerbitgrafindo@yahoo.com<br />Telp. (021) 4619151, 46829111<br />Faks. (021) 4612217, 4614533</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniapenulis.wordpress.com/221/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniapenulis.wordpress.com/221/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapenulis.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapenulis.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapenulis.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapenulis.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapenulis.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapenulis.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapenulis.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapenulis.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapenulis.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapenulis.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapenulis.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapenulis.wordpress.com/221/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapenulis.wordpress.com/221/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapenulis.wordpress.com/221/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=221&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/09/05/hikmah-dan-kisah-nyata-tentang-kematian-yang-indah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3287/2835604310_3329ab5a4b_d.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kover buku Mati Tersenyum ala Islam</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Optimalkan &amp; percantik tampilan blog!</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/08/19/optimalkan-percantik-tampilan-blog/</link>
		<comments>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/08/19/optimalkan-percantik-tampilan-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Aug 2008 05:29:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhwat ABG</dc:creator>
				<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[Blog Dewasa]]></category>
		<category><![CDATA[headline animator]]></category>
		<category><![CDATA[tampilan blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/?p=164</guid>
		<description><![CDATA[Supaya tidak &#8220;ketinggalan zaman&#8221;, tampilan blog haruslah menarik. Seperti portal, isinya mestinya juga disisipi gambar, bukan sekadar tulisan saja. Dengan fasilitas yang tersedia di penyedia layanan blog gratis yang &#8220;berkualitas&#8221; (seperti WordPress dan Blogger), kita dapat &#8220;menyusupkan foto-foto dalam berita, kemudahan menaruh banner atau iklan, kecenderungan memakai tampilan tiga kolom, dan penggunaan tab- tab kecil [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=164&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Supaya tidak &#8220;ketinggalan zaman&#8221;, tampilan blog haruslah menarik. Seperti portal, isinya mestinya juga disisipi gambar, bukan sekadar tulisan saja. Dengan fasilitas yang tersedia di penyedia layanan blog gratis yang &#8220;berkualitas&#8221; (seperti WordPress dan Blogger), kita dapat &#8220;menyusupkan foto-foto dalam berita, kemudahan menaruh banner atau iklan, kecenderungan memakai tampilan tiga kolom, dan penggunaan tab- tab kecil untuk berita-berita terkini non-headline&#8221; (<a href="http://tekno.kompas.com/read/xml/2008/08/14/15152648/geliat.portal.berita.dan.senjakala.blog"><em>Kompas</em>, 14 Agustus 2008</a>). Dengan kata lain, optimalkan &amp; percantik tampilan blog!</p>
<p>Atas dasar itu, <span id="more-164"></span>kuputuskan untuk memasang Headline Animator di sidebar semua blogku (kecuali di Multiply ini). Kalau kau mau menghayati sendiri efektivitas langkahku ini, silakan <strong>klik</strong> gambar-gambar yang kau sukai di bawah ini.</p>
<p style="text-align:center;">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~r/KisahCantik/~6/2"><img src="http://feeds.feedburner.com/KisahCantik.2.gif" alt="Kisah Cantik" style="border:0;"></a><br />
<a href="http://feeds.feedburner.com/~r/JiwaCantik/~6/3"><img src="http://feeds.feedburner.com/JiwaCantik.3.gif" alt="Jiwa Cantik" style="border:0;"></a><br />
<a href="http://feeds.feedburner.com/~r/ManajemenAmal/~6/3"><img src="http://feeds.feedburner.com/ManajemenAmal.3.gif" alt="Manajemen Amal" style="border:0;"></a><br />
<a href="http://feeds.feedburner.com/~r/SalafiLiberal/~6/7"><img src="http://feeds.feedburner.com/SalafiLiberal.7.gif" alt="Muslim Moderat" style="border:0;"></a><br />
<a href="http://feeds.feedburner.com/~r/SalatSmart/~6/3"><img src="http://feeds.feedburner.com/SalatSmart.3.gif" alt="Shalat SMART" style="border:0;"></a><br />
<a href="http://feeds.feedburner.com/~r/BukanZina/~6/4"><img src="http://feeds.feedburner.com/BukanZina.4.gif" alt="Bukan Zina" style="border:0;"></a><br />
<a href="http://feeds.feedburner.com/~r/PacaranSehat/~6/7"><img src="http://feeds.feedburner.com/PacaranSehat.7.gif" alt="Pacaran Sehat" style="border:0;"></a><br />
<a href="http://feeds.feedburner.com/~r/CintaRomantis/~6/3"><img src="http://feeds.feedburner.com/CintaRomantis.3.gif" alt="Cinta Romantis" style="border:0;"></a><br />
<a href="http://feeds.feedburner.com/~r/GaulYuk/~6/3"><img src="http://feeds.feedburner.com/GaulYuk.3.gif" alt="Gaul Yuk!" style="border:0;"></a><br />
<a href="http://feeds.feedburner.com/~r/AyoSukses/~6/3"><img src="http://feeds.feedburner.com/AyoSukses.3.gif" alt="Ayo Sukses!" style="border:0;"></a><br />
<a href="http://feeds.feedburner.com/~r/DuniaPenulis/~6/4"><img src="http://feeds.feedburner.com/DuniaPenulis.4.gif" alt="Dunia Penulis" style="border:0;"></a><br />
<a href="http://feeds.feedburner.com/~r/MyReviewOfBlogs/~6/3"><img src="http://feeds.feedburner.com/MyReviewOfBlogs.3.gif" alt="Blogging &amp; Review" style="border:0;"></a></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniapenulis.wordpress.com/164/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniapenulis.wordpress.com/164/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapenulis.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapenulis.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapenulis.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapenulis.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapenulis.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapenulis.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapenulis.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapenulis.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapenulis.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapenulis.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapenulis.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapenulis.wordpress.com/164/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapenulis.wordpress.com/164/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapenulis.wordpress.com/164/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=164&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/08/19/optimalkan-percantik-tampilan-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://feeds.feedburner.com/KisahCantik.2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Kisah Cantik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://feeds.feedburner.com/JiwaCantik.3.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Jiwa Cantik</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://feeds.feedburner.com/ManajemenAmal.3.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Manajemen Amal</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://feeds.feedburner.com/SalafiLiberal.7.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Muslim Moderat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://feeds.feedburner.com/SalatSmart.3.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shalat SMART</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://feeds.feedburner.com/BukanZina.4.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Bukan Zina</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://feeds.feedburner.com/PacaranSehat.7.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Pacaran Sehat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://feeds.feedburner.com/CintaRomantis.3.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Cinta Romantis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://feeds.feedburner.com/GaulYuk.3.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Gaul Yuk!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://feeds.feedburner.com/AyoSukses.3.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Ayo Sukses!</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://feeds.feedburner.com/DuniaPenulis.4.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Dunia Penulis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://feeds.feedburner.com/MyReviewOfBlogs.3.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Blogging &#38; Review</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kunci Sukses 4: Kesan Pembaca</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/08/06/kunci-sukses-4-kesan-pembaca/</link>
		<comments>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/08/06/kunci-sukses-4-kesan-pembaca/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Aug 2008 13:42:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhwat ABG</dc:creator>
				<category><![CDATA[memikat pembaca]]></category>
		<category><![CDATA[buku bestseller]]></category>
		<category><![CDATA[dari mulut ke mulut]]></category>
		<category><![CDATA[dramatis]]></category>
		<category><![CDATA[kesan pembaca]]></category>
		<category><![CDATA[kesan positif]]></category>
		<category><![CDATA[kiat menulis efektif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/?p=44</guid>
		<description><![CDATA[Kesan di hati atau di benak pembaca mungkin bisa sangat samar, bisa pula sangat gamblang. Tapi yang pasti, kesan-kesan itulah yang akan mempengaruhi pembaca. Pengaruhnya menjadikan pembaca merasa terinspirasi, terhibur, berdebar-debar, dsb. Dengan kesan begitulah pembaca ingin melanjutkan pembacaan. Ini jugalah yang akan mendorong pembaca untuk berbagi kesan positif kepada orang lain. Misalnya, &#8220;Buku ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=44&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kesan di hati atau di benak pembaca mungkin bisa sangat samar, bisa pula sangat gamblang. Tapi yang pasti, kesan-kesan itulah yang akan mempengaruhi pembaca. Pengaruhnya menjadikan pembaca merasa terinspirasi, terhibur, berdebar-debar, dsb. Dengan kesan begitulah pembaca ingin melanjutkan pembacaan. Ini jugalah yang akan mendorong pembaca untuk berbagi kesan positif kepada orang lain. Misalnya, &#8220;Buku ini bagus banget. Kamu wajib baca, tuh!&#8221;</p>
<p>Nah, <span id="more-44"></span>penyebarluasan kesan positif &#8220;dari mulut ke mulut&#8221; seperti itu sangat efektif, bahkan paling efektif dalam mendongkrak penjualan buku. Enak, &#8216;kan? Yang lebih enak lagi, promosi yang amat efektif tersebut gratis, tanpa modal sedikit pun. Kita selaku penulis sama sekali tidak perlu mengerahkan dana, bahkan juga waktu dan tenaga. Inilah sebabnya kunci sukses yang keempat ini sebetulnya layak ditempatkan di nomor satu sebagai salah satu dari <a href="http://duniapenulis.wordpress.com/2008/05/22/7-kunci-sukses-menulis-buku-best-seller/">7 kunci sukses menulis buku best-seller</a>.</p>
<p>Supaya tumbuh kesan positif di hati dan benak pembaca, karya tulis kita hendaknya memenuhi enam daya sebagai berikut: [1]. Daya pikat, [2]. Daya rangsang, [3]. Daya tanya, [4]. Daya libat, [5]. Daya kejut. [6]. Daya guna. </p>
<p>Mau tahu caranya? Baiklah. Berikut ini saya kutipkan <a href="http://www.kampung.8m.net/">penjelasan</a> dari Ciu Cahyono pada pertemuan Proses Penulisan Puisi dan Cerpen untuk SMP-SMU di Perpusda Blora, 2-3 Agustus 2006 . (Meskipun yang penjelasannya mengenai karya fiksi, sebenarnya itu berlaku pula bagi nonfiksi.)</p>
<blockquote><p><strong>[1]. Daya pikat. </strong></p>
<p>Pertama kali yang dibaca pembaca adalah judul. Dalam sebuah karangan fiksi, judul memiliki kekuatan tersendiri. Untuk itu, pengarang mesti pandai dan jeli membuat judul. Judul haruslah relevan (sesuai dengan isi fiksi), provokatif, mudah diingat, dan mengajak orang mengira-ira seberapa bagus isi fiksi. </p>
<p>Contoh: Kening Seorang Pelacur. Ini adalah pilihan judul yang menarik, jika dibanding dengan Kening, meskipun judul Kening relevan pula dengan isi fiksinya. Pilihan judul yang pertama akan membuat pembaca bertanya “ada apa dengan kening seorang pelacur?” atau “apakah kening pelacur dalam cerita ini beda dengan kening pelacur lainnya?” atau “apa beda kening seorang pelacur dengan kening seorang pelajar?”. Sementara pilihan judul yang kedua kurang memberi kesempatan pada pembaca untuk menebak-nebak. </p>
<p><strong>[2]. Daya rangsang.</strong> </p>
<p>Pengarang harus pandai mengkondisikan pembaca untuk tetap membaca. Ini mesti dilakukan pengarang sejak paragraf pertama, bahkan sejak kalimat awal. Daya ini erat sekali dengan imajinasi yang terbentuk dalam kepala pembaca setelah judul dan bagian pertama karangan fiksi dibaca. </p>
<p>Ada banyak cara pengarang merangsang imajinasi pembaca di bagian pertama karangan fiksi. Misalnya, dengan melukiskan dulu seting tempat cerita yang unik. </p>
<p>Contoh:     Pintu rumah tua yang diapit dua jendela itu seperti susunan hidung dan mata. Hidung dan mata milik seorang lelaki tua yang menyeramkan. Dinding di sekitar pintu dan jendela tampak mengelupas, ada sayatan-sayatan tegas di sana. Seperti keriput di wajah pemilik rumah. Jika malam tiba, dan lampu menerobos korden jendela, dua jendela itu seperti tengah memelototi siapapun yang lewat di depan rumah… </p>
<p>Selain itu, pengarang bisa pula menggabungkan daya rangsang ini dengan penggunaan plot. Itu artinya, di bagian pertama karangan fiksi, pengarang tiba-tiba menempatkan sebuah kejadian, atau akhir kejadian yang heboh. </p>
<p>Contoh: “Kau membunuh pengemis itu?!” </p>
<p><strong>[3]. Daya tanya.</strong> </p>
<p>Daya ini bisa diusahakan atau diletakkan oleh pengarang di bagian mana saja dari karangan fiksi, agar pembaca ingin terus membaca dan mencari jawaban dari teka-teki cerita. Cerita-cerita detektif seringkali menggunakan daya ini di hampir semua bagian cerita, dari awal hingga menjelang akhir cerita. </p>
<p><strong>[4]. Daya libat.</strong> </p>
<p>Daya ini digunakan pengarang untuk membuat pembaca hanyut ke dalam cerita; seolah-olah pembaca menjadi tokoh cerita dan terlibat dalam kejadian-kejadian yang dialami tokoh cerita. Daya ini digunakan pengarang untuk membuat pembaca dalam kondisi: ber-simpati, ber-antipati, ataupun ber-empati. </p>
<p><strong>[5]. Daya kejut.</strong> </p>
<p>Pengarang menggunakan daya ini agar pembaca memberi kesan-kesan tertentu yang lebih nyata. Misalnya, dengan menguasai daya kejut, pengarang bisa membelokkan jalan cerita dengan logis. Daya kejut ini bisa berdampak macam-macam kepada pembaca. Ada pembaca yang merasa tersentak, merasa tebakannya keliru, karena jalan cerita dalam karangan fiksi yang dibaca ternyata beda dengan jalan cerita yang dibayangkan. Jadi, tak aneh bila ada pembaca yang setelah membaca karangan fiksi berteriak: “Walah, ternyata begini!”, atau “Malahan dia yang membunuh?!”. </p>
<p>Daya ini pun bisa menimbulkan respon pembaca yang nyata dalam artian fisik. Misalkan pada cerita-cerita horor. Seringkali cerita horor membuat bulu kuduk pembaca berdiri, merasa tercekam, dst. </p>
<p><strong>[6]. Daya guna.</strong> </p>
<p>Karangan fiksi bisa menjadi sebuah ajakan, bisa membuat pembaca memiliki pemahaman baru yang lebih baik tentang sesuatu. Dan bisa pula menjadi obat, karena banyak orang yang putus-asa menjadi ‘bangkit’ kembali setelah membaca karangan fiksi. Ini suatu misal. </p>
<p>Bagaimanapun, pengarang harus menyadari kegunaan dari karangan yang ditulisnya, bagi pembaca. Daya guna ini muncul bersamaan dengan munculnya ide atau gagasan cerita dalam kepala pengarang. </p>
<p>Sebagai contoh mudahnya, jika menulis kisah tentang penderitaan para pengungsi korban bencana alam, pengarang hendaknya tak hanya mengarang fiksi yang membuat pembaca menangis dan sedih. Lebih dari itu, dengan karangannya, pengarang hendaknya bisa menggerakkan hati pembaca untuk turut meringankan penderitaan pengungsi. </p></blockquote>
<p>Oh ya, untuk artikel terkait, lihat <a href="http://duniapenulis.wordpress.com/2008/01/28/cara-menyulap-cerita-biasa-menjadi-kisah-dramatis/">Cara Menyulap Cerita Biasa Menjadi Kisah Dramatis</a>.</p>
<p>Demikianlah. Semoga sukses menulis.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniapenulis.wordpress.com/44/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniapenulis.wordpress.com/44/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapenulis.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapenulis.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapenulis.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapenulis.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapenulis.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapenulis.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapenulis.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapenulis.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapenulis.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapenulis.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapenulis.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapenulis.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapenulis.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapenulis.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=44&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/08/06/kunci-sukses-4-kesan-pembaca/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dicari: Naskah artikel untuk buku praNikah Islami</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/07/23/dicari-naskah-artikel-untuk-buku-pranikah-islami/</link>
		<comments>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/07/23/dicari-naskah-artikel-untuk-buku-pranikah-islami/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 16:52:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhwat ABG</dc:creator>
				<category><![CDATA[peluang menulis]]></category>
		<category><![CDATA[artikel]]></category>
		<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[islami]]></category>
		<category><![CDATA[naskah]]></category>
		<category><![CDATA[pranikah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Anda mampu menulis artikel yang memikat pembaca? Ayolah bergabung dengan kami. Saat ini kami sedang mulai menyusun dua naskah buku berisi panduan percintaan pranikah islami. (Rencananya, naskah tersebut akan diterbitkan oleh Penerbit Salamadani.) Untuk itu, kami membutuhkan belasan artikel dari Anda. Anda boleh mengirim satu atau belasan artikel sekaligus untuk kami seleksi. Setiap artikel itu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=42&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anda mampu menulis artikel yang memikat pembaca? Ayolah bergabung dengan kami. Saat ini kami sedang mulai menyusun dua naskah buku berisi <strong>panduan percintaan pranikah islami</strong>. (Rencananya, naskah tersebut akan diterbitkan oleh <a href="http://salamadani.multiply.com/journal">Penerbit Salamadani</a>.) Untuk itu, kami membutuhkan belasan artikel dari Anda. </p>
<p>Anda boleh mengirim satu atau belasan artikel sekaligus untuk kami seleksi. Setiap artikel itu cukup membahas satu topik, yang masing-masing nantinya akan menjadi satu bab dalam buku-buku kita ini. Dengan tema &#8220;panduan percintaan pranikah islami&#8221; untuk dua buku, tersedia 14 topik. (Masing-masing buku mengandung 7 bab alias 7 artikel.) Silakan <span id="more-42"></span>pilih yang sesuai dengan minat dan keahlian Anda:</p>
<p>1. mengutamakan akhirat<br />
2. mencintai karena Allah<br />
3. membutuhkan pengawasan Allah dan orang lain<br />
4. menyimak kata-kata yang makruf<br />
5. tidak menyentuh si dia<br />
6. menjaga pandangan<br />
7. seperti berpuasa </p>
<p>a. bertujuan menikah<br />
b. mengandung kasih sayang, keharmonisan, penghargaan, dsb.<br />
c. memungkinkan tumbuh-kembangnya cinta antara kedua pihak<br />
d. memungkinkan kedua pihak untuk saling mengenal lahir-batin<br />
e. mematangkan kepribadian kedua pihak<br />
f. menjaga kesucian cinta dari segala yang mengotorinya<br />
g. menyegerakan pernikahan</p>
<p>Untuk 7 topik pertama (1-7), referensi wajibnya: <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/taman-cinta/">Taman Cinta</a>.<br />
Untuk 7 topik lainnya (a-g), referensi wajibnya: <a href="http://pacaranislami.wordpress.com/kebebasan-bercinta/">Kebebasan Bercinta</a>.</p>
<p>Ukuran artikel: 20-an halaman kuarto, spasi ganda, huruf Times New Roman 12. Untuk meningkatkan dayasaing, Anda boleh melampirinya dengan biodata singkat. Namun, kita tidak boleh melanggar hak cipta atau pun hak penerbitan siapa pun. (Bila Anda melanggar, tanggung jawabnya ada pada diri Anda sendiri.) </p>
<p>Oh ya, besarnya pembagian royalti untuk Anda akan kami tentukan menurut bobot naskah Anda berdasarkan penilaian subyektif kami. </p>
<p>Naskah Anda kami tunggu di <a href="mailto:muhshodiq@yahoo.com">alamat email kami</a> sampai hari Senin, 25 Agustus 2008, pukul 09.00. Meskipun waktunya sekarang masih cukup panjang, kami anjurkan Anda segera kirimkan naskah Anda. Sebabnya, akan tersedia waktu yang lebih longgar bagi Anda untuk merevisi naskah Anda berdasarkan masukan dari kami. Dengan revisi itu, semakin besarlah peluang naskah Anda untuk terpilih.</p>
<p>Naskah yang terpilih insya’Allah diumumkan pada selambat-lambatnya sekitar pertengahan September 2008.</p>
<p>Selamat menulis.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniapenulis.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniapenulis.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapenulis.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapenulis.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapenulis.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapenulis.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapenulis.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapenulis.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapenulis.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapenulis.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapenulis.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapenulis.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapenulis.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapenulis.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapenulis.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapenulis.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=42&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/07/23/dicari-naskah-artikel-untuk-buku-pranikah-islami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>cosaaranda.com</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/07/21/cosaarandacom/</link>
		<comments>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/07/21/cosaarandacom/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Jul 2008 05:55:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhwat ABG</dc:creator>
				<category><![CDATA[blogwalking]]></category>
		<category><![CDATA[e-business]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/?p=162</guid>
		<description><![CDATA[Beginilah seharusnya blog kita. Segala ciri blog yang &#8220;baik&#8221; ada di sini. Menunya lengkap. Ada search (3 macam), previu postingan terbaru, postingan acak, diskusi, rekomendasi pengunjung, kalender kegiatan, daftar kegiatan, panduan AdSense, panduan SEO, resensi, sponsor, iklan gratis, e-book gratis, dan masih banyak lagi yang lainnya. Hebatnya, lengkapnya itu tertata secara rapi dan &#8220;sederhana&#8221;, sehingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=162&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beginilah seharusnya blog kita. Segala ciri blog yang &#8220;baik&#8221; ada <a href="http://www.cosaaranda.com/">di sini</a>. Menunya lengkap. Ada search (3 macam), previu postingan terbaru, postingan acak, diskusi, rekomendasi pengunjung, kalender kegiatan, daftar kegiatan, panduan AdSense, panduan SEO, resensi, sponsor, iklan gratis, e-book gratis, dan masih banyak lagi yang lainnya.</p>
<p><span id="more-162"></span>Hebatnya, lengkapnya itu tertata secara rapi dan &#8220;sederhana&#8221;, sehingga akses ke blog ini bisa relatif cepat. Juga, walau sederhana, blog ini masih tampak indah. Warna-warnanya sejuk dan tidak melelahkan mata. Komposisinya &#8220;pas&#8221;. (Ada sedikit kelonggaran di sebelah kanan, tapi tampaknya itu memang disediakan untuk sponsor.)</p>
<p>Selain penampilan, isinya pun berbobot, tapi disajikan secara komunikatif. Bermanfaat dan sekaligus menghibur. Eh, ada unsur humornya pula, lho! Kurang apa, coba?</p>
<p>Moral? Lepas dari perbedaan nilai moral yang kita anut, blog ini tampak mengarahkan pembaca ke arah yang lebih baik. Aku jadi kebayang, ada nggak ya, blog dakwah yang seperti ini? Yang memikat banyak pembaca!</p>
<p>Mungkin satu-satunya kelemahan blog ini adalah foto &#8220;Cosa Aranda&#8221; yang kurang ekspresif. Tapi kelemahan kecil tiada artinya bila dibandingkan penampilan lainnya dan kualitas isi blog ini.</p>
<p>Wah, kita mesti belajar banyak dari blog ini. Yuk!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniapenulis.wordpress.com/162/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniapenulis.wordpress.com/162/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapenulis.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapenulis.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapenulis.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapenulis.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapenulis.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapenulis.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapenulis.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapenulis.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapenulis.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapenulis.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapenulis.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapenulis.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapenulis.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapenulis.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=162&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/07/21/cosaarandacom/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>akhdian : dian ardiyansah’s blog</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/07/19/akhdian-dian-ardiyansah%e2%80%99s-blog/</link>
		<comments>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/07/19/akhdian-dian-ardiyansah%e2%80%99s-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jul 2008 22:07:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhwat ABG</dc:creator>
				<category><![CDATA[blogwalking]]></category>
		<category><![CDATA[e-learning]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Pada beberapa bulan belakangan ini, blog akhdian ini hampir selalu nangkring di papan atas Indonesian WP Top Blogs. Kenapa, ya? Apanya yang menarik? Oh, ini dia. Pertama, tema tulisan. Hampir semuanya sangat menarik. Ada AntiVirus, Berita, E-book, Game, Gratis, Handphone, Info Bisnis, Info Tech, islam, Linux, Lowongan Kerja, Resensi, Tausiyah, Tips &#38; Trik, Tutorial. Kedua, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=158&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada beberapa bulan belakangan ini, blog <a href="http://akhdian.wordpress.com/">akhdian</a> ini hampir selalu nangkring di papan atas <a href="http://botd.wordpress.com/?lang=id">Indonesian WP Top Blogs</a>. Kenapa, ya? Apanya yang menarik? Oh, ini dia.</p>
<p><span id="more-158"></span>Pertama, tema tulisan. Hampir semuanya sangat menarik. Ada AntiVirus, Berita, E-book, Game, Gratis, Handphone, Info Bisnis, Info Tech, islam, Linux, Lowongan Kerja, Resensi, Tausiyah, Tips &amp; Trik, Tutorial.</p>
<p>Kedua, cara penyampaiannya lugas dan mudah dipahami. Apalagi postingannya sering dilengkapi dengan ilustrasi gambar. Saya yang awam dalam hal teknologi pun menjadi merasa tak kesulitan memahami kata-kata &#8216;teknis&#8217;.</p>
<p>Ketiga, sejak Januari 2008, blog ini tergolong aktif. Kecuali Sabtu dan Minggu, rata-rata ada 1-2 potingan per hari.</p>
<p>Tentu saja, tiada gading yang tak retak. Ada sedikit hal yang saya rasakan agak &#8220;mengganggu&#8221;. </p>
<p>Pertama, penempatan widget &#8220;Donation&#8221; di tempat teratas. Saya khawatir, akan muncul kesan pertama yang negatif di benak pengunjung, seperti: &#8220;Blog ini kok mata duitan sih?&#8221;</p>
<p>Kedua, keberanian penulis mengungkapkan isu-isu yang sensitif, namun tanpa sudut pandang yang seluas-luasnya. Misalnya masalah Ahmadiyah. Penulis kurang menunjukkan empati terhadap orang lain yang &#8220;berseberangan&#8221; dengannya. Mungkin ini merupakan ciri khas orang-orang &#8220;eksakta&#8221;. Namun saya khawatir pesan dakwahnya tidak sampai ke sasaran apabila kurang empatik.</p>
<p>Kesimpulan:</p>
<p>Untuk tema e-learning (bagaimana memanfaatkan teknologi elektronik untuk pembelajaran), blog AkhDian ini tergolong &#8220;wajib baca&#8221;. Untuk tema lainnya, tulisan-tulisannya &#8220;boleh dilirik&#8221;.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniapenulis.wordpress.com/158/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniapenulis.wordpress.com/158/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapenulis.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapenulis.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapenulis.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapenulis.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapenulis.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapenulis.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapenulis.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapenulis.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapenulis.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapenulis.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapenulis.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapenulis.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapenulis.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapenulis.wordpress.com/158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=158&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/07/19/akhdian-dian-ardiyansah%e2%80%99s-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kunci Sukses 3: Tema</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/07/06/kunci-sukses-3-tema/</link>
		<comments>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/07/06/kunci-sukses-3-tema/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Jul 2008 08:18:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Akhwat ABG</dc:creator>
				<category><![CDATA[penguasaan materi]]></category>
		<category><![CDATA[berkualitas]]></category>
		<category><![CDATA[tema]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Dalam 7 Kunci Sukses Menulis Buku Best-Seller, telah disebutkan bahwa kunci yang kedua adalah bidiklah tema pembahasan yang materinya Anda kuasai. Nah, mengapa saya tidak menekankan perlunya membidik tema yang sedang menjadi incaran pembaca pada umumnya? Sebab, tema yang diincar pembaca biasanya lebih diketahui oleh pihak penerbit dan editor. Untungnya, tema favorit pembaca itu banyak sekali. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=38&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam <a href="http://duniapenulis.wordpress.com/2008/05/22/7-kunci-sukses-menulis-buku-best-seller/"><span style="color:#7f1d1d;">7 Kunci Sukses Menulis Buku Best-Seller</span></a>, telah disebutkan bahwa kunci yang kedua adalah <strong>bidiklah tema pembahasan yang materinya Anda kuasai</strong>. Nah, mengapa saya tidak menekankan perlunya membidik tema yang sedang menjadi incaran pembaca pada umumnya? Sebab, tema yang diincar pembaca biasanya lebih diketahui oleh pihak <a href="http://duniapenulis.wordpress.com/2008/05/27/kunci-sukses-1-penerbit/">penerbit</a> dan <a href="http://duniapenulis.wordpress.com/2008/07/02/kunci-sukses-2-editor/">editor</a>.</p>
<p>Untungnya, <span id="more-38"></span>tema favorit pembaca itu banyak sekali. Ada tentang komputer, psikologi, ibadah, dan lain-lain. Kita tinggal memilih sedikit diantara banyak tema itu. Kita pilih yang materinya <strong>paling</strong> kita kuasai.</p>
<p>Contohnya, buku <strong><em><a href="http://muslimromantis.wordpress.com/2008/01/29/cara-cerdas-mendapatkan-jodoh-ideal/"><span style="color:#7f1d1d;">Istikharah Cinta</span></a></em></strong><em> </em> itu temanya berasal dari editor/penerbit. Namun pada mulanya, saya ditawari empat tema. Selain tema tersebut, saya disodori tema keistimewaan Shalat Hajat, Surat Yasin, dan satu lagi&#8230;. (lupa).</p>
<p>Sebagai orang Muhammadiyah, saya lebih akrab dengan tema istikharah daripada Shalat Hajat dan Surat Yasin. Selain itu, tema cinta merupakan &#8220;spesialisasi&#8221; saya selama ini. Karenanya, tanpa ragu-ragu saya pilih tema <em>istikharah cinta</em>.</p>
<p>Dengan memilih tema yang paling kita kuasai, maka kita dapat menyusun naskah dengan lebih berkualitas. Penyusunannya pun lebih lancar. (Ingat, penerbit menghendaki kita menyusun naskah sesepatnya (supaya masih <em>up to date</em>.)</p>
<p>Bagaimana bila kita percaya diri, sehingga menganggap bahwa tema yang disodorkan penerbit/editor itu kurang kita kuasai? Solusinya: pilih tema yang <em>dapat</em> kita kuasai dengan lebih cepat melalui <strong>belajar lagi</strong>. Tentu, latar belakang pendidikan dan pengalaman kita akan berpengaruh. Namun, yang tak kalah pentingnya adalah akses kita terhadap ilmu yang bersangkutan. Tema yang materinya bisa cepat tersedia dan mudah dipahami tentu akan dapat kita kuasai dengan lebih cepat, bukan?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/duniapenulis.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/duniapenulis.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/duniapenulis.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/duniapenulis.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/duniapenulis.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/duniapenulis.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/duniapenulis.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/duniapenulis.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/duniapenulis.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/duniapenulis.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/duniapenulis.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/duniapenulis.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/duniapenulis.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/duniapenulis.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/duniapenulis.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/duniapenulis.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=duniapenulis.wordpress.com&amp;blog=2398486&amp;post=38&amp;subd=duniapenulis&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/07/06/kunci-sukses-3-tema/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0c56cfd65b24a709859aa6ee1d184107?s=96&#38;d=http%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fmu.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Shodiq</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
