Archive for the ‘memikat pembaca’ Category
Kekecewaan Seorang Pembeli Buku
Sekarang aku mau berbagi pengalaman pahit denganmu, wahai pembaca. Mau, ‘kan, menerima yang pahit dariku? Aku asumsikan mau, ya! Aku yakin, sudah sewajarnya bila obat itu terasa pahit. Ayolah kita berpahit-ria.
Aku baru saja berdiskusi dengan seorang pembeli bukuku yang merasa kecewa. (Judulnya, Keajaiban Shalat Tahajud, yang aku tulis berdua dengan Rusdin S. Rauf.) Bukannya meredam kekecewaannya, jawabanku malah membuatnya makin kecewa. Boleh dibilang, aku gagal dalam diskusi ini.
Mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran dari pengalaman pahitku ini. Karena itu, di sini aku hendak menyalin eMail-eMail kami. Kebetulan, sang pembeli itu sudah memberiku izin untuk menyampaikan eMailnya kepada siapa pun yang kupandang perlu. Aku akan menyalinnya secara apa adanya, kecuali beberapa kalimat yang bersifat intern, sehingga tidak semestinya aku sampaikan kepada publik. Selain itu, demi kehormatan, aku menyembunyikan identitas yang bersangkutan.
Menulis dengan pendekatan awamologi
Assalamualaikum Mas. Diam-diam saya dah lama menyimak blog-blog Mas Shodiq. Soal naskah buku yang ditolak, jadi pengin nanya nih. Ceritanya aku coba nulis buku tentang kesuksesan menjalani hidup ini dengan pendekatan awam (awamologi). Istilah ini insya Allah asli gagasanku. Tapi, memang, isinya tetap merupakan kompilasi dari prinsip kebaikan dan kearifan yang sudah banyak diketahui orang. Sifatnya reflektif. Sayangnya, aku sendiri belum dapat dikatakan sukses. Paling tidak jika diukur secara materi dan keterkenalan (dalam hal ini sebagai penulis atau profesi lain yang berkaitan). Tentu saja bukunya diprediksi bakal kurang atau gak laku. Apalagi kalau harus bertarung dengan tema sejenis dari para trainer atau penulis yang dah beken. Apakah memang nulis refleksi spiritual tentang kesuksesan mesti sukses dan terkenal dulu Mas? Dan kalau belum bisa demikian, tulisan kita mestilah bersifat luar biasa, barulah orang mau baca dan beli? Mohon aku dibantu Mas. Sebagai info, aku baru belajar memublikasi perihal ini di awamologi.livejournal.com.
Demikian permohonan bantuan dari Bahtiar Baihaqi Heraudie al-Awami. Berikut ini tanggapanku.
Kunci Sukses 4: Kesan Pembaca
Kesan di hati atau di benak pembaca mungkin bisa sangat samar, bisa pula sangat gamblang. Tapi yang pasti, kesan-kesan itulah yang akan mempengaruhi pembaca. Pengaruhnya menjadikan pembaca merasa terinspirasi, terhibur, berdebar-debar, dsb. Dengan kesan begitulah pembaca ingin melanjutkan pembacaan. Ini jugalah yang akan mendorong pembaca untuk berbagi kesan positif kepada orang lain. Misalnya, “Buku ini bagus banget. Kamu wajib baca, tuh!”
Cara Menyulap Cerita Biasa Menjadi Kisah Dramatis
Apa yang membuat cerita menjadi menarik? Apa yang memukau perhatian pembaca? Dramanya! Dramalah tongkat sihir yang dapat mengubah kejadian membosankan menjadi memikat. Dramalah yang membuat pembaca menjadi dahaga untuk mengharap dan mengharap lagi. Masalahnya, bagaimana cara “menyulap” cerita biasa (baik kisah nyata maupun cerita fiksi) menjadi kisah dramatis?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut ini hasil pembacaan M. Shodiq Mustika terhadap buku William Noble, Meramu Kisah Dramatis, terj. Sugeng Hariyanto dan Sukono (Bandung: MLC, 2006), Bab 1 dan 2, hlm. 17-45:
Kebahagiaan Penulis Buku
Di manakah letak kebahagiaan penulis buku? Apakah letaknya pada hasil penjualan buku yang memadai untuk kebutuhan hidup sekeluarga? Pada royalti? Pada ketenaran nama diri? Pada pujian dari pembaca?
Penulis Yang TIDAK Membodohi Pembaca
Berbagai perubahan di blog ini kulakukan setelah membaca sebuah buku karya Al Ries & Jack Trout tentang komunikasi pemasaran, Positioning: The Battle for Your Mind. Kuusahakan menerapkan teorinya di blog ini. (Ehm, ehm….)
Membaca buku tsb, aku merasa bodoh. Ternyata begitu banyak hal yang belum kuketahui. Hmmm…. Belajar lagi aja deh.
Enaknya belajar ama siapa ya?

