Tetap Mengetik Walau di Kegelapan dan dengan Satu Tangan Saja
Tiga hari ini aku alami gangguan teknis karena komputerku mengalami kerusakan. Di tengah layar monitor, muncul gambar kotak biru bergambar “USER MODE” berwarna biru secara berkedip-kedip, yang diselingi dengan munculnya pengatur kontras cahaya secara “otomatis” yang angkanya menurun sendiri secara “otomatis” pula. Kalau dibiarkan, layar monitor menjadi gelap. Ketika terang saja pandangan mataku sudah terganggu karena adanya gambar kotak biru yang berkedip-kedip, apalagi bila layar monitornya gelap.
Aku tak tahu apa yang rusak dengan komputerku ini. Teknisi komputer yang biasa menangani kerusakan komputerku sudah dipanggil, tapi belum datang. Sebagai seorang penulis yang berusaha profesional, aku tak boleh menyerah oleh keadaan ini. Betapapun beratnya, aku mesti menyelesaikan tugasku.
Sebagai langkah darurat, aku mesti mengetik dengan satu tangan saja, sementara satu tangan lainnya menekan-nekan tombol pengatur kontras berulang-kali.
Capek juga sih, satu tangan yang memegangi tombol di monitor bermenit-menit. Jadilah sesekali aku melepaskannya, dengan risiko bahwa layar monitornya menjadi gelap. Sesekali aku pun mengetik di “kegelapan” (hanya memandangi kibor tanpa memandangi monitor).
Bagaimanapun, aku masih bisa bersyukur. Kedua tanganku masih lengkap. Mataku masih bisa memandang. Coba kalau aku tak mengalami “musibah” ini, mungkin aku tak pernah menyadari betapa besarnya nilai kedua tanganku dan kedua mataku.
