Kunci Sukses 3: Tema
Dalam 7 Kunci Sukses Menulis Buku Best-Seller, telah disebutkan bahwa kunci yang kedua adalah bidiklah tema pembahasan yang materinya Anda kuasai. Nah, mengapa saya tidak menekankan perlunya membidik tema yang sedang menjadi incaran pembaca pada umumnya? Sebab, tema yang diincar pembaca biasanya lebih diketahui oleh pihak penerbit dan editor.
Untungnya, tema favorit pembaca itu banyak sekali. Ada tentang komputer, psikologi, ibadah, dan lain-lain. Kita tinggal memilih sedikit diantara banyak tema itu. Kita pilih yang materinya paling kita kuasai.
Contohnya, buku Istikharah Cinta itu temanya berasal dari editor/penerbit. Namun pada mulanya, saya ditawari empat tema. Selain tema tersebut, saya disodori tema keistimewaan Shalat Hajat, Surat Yasin, dan satu lagi…. (lupa).
Sebagai orang Muhammadiyah, saya lebih akrab dengan tema istikharah daripada Shalat Hajat dan Surat Yasin. Selain itu, tema cinta merupakan “spesialisasi” saya selama ini. Karenanya, tanpa ragu-ragu saya pilih tema istikharah cinta.
Dengan memilih tema yang paling kita kuasai, maka kita dapat menyusun naskah dengan lebih berkualitas. Penyusunannya pun lebih lancar. (Ingat, penerbit menghendaki kita menyusun naskah sesepatnya (supaya masih up to date.)
Bagaimana bila kita percaya diri, sehingga menganggap bahwa tema yang disodorkan penerbit/editor itu kurang kita kuasai? Solusinya: pilih tema yang dapat kita kuasai dengan lebih cepat melalui belajar lagi. Tentu, latar belakang pendidikan dan pengalaman kita akan berpengaruh. Namun, yang tak kalah pentingnya adalah akses kita terhadap ilmu yang bersangkutan. Tema yang materinya bisa cepat tersedia dan mudah dipahami tentu akan dapat kita kuasai dengan lebih cepat, bukan?

thank berat tuk artikel2 nya
encep
7 Februari 2009 at 13:12