Kunci Sukses 2: Editor

2008 Juli 2
tags:
by M Shodiq Mustika

Diantara 7 Kunci Sukses Menulis Buku Best-Seller, kunci yang kedua ialah Editor. Sejauh manakah peran yang dimainkan antara editor dan penulis dalam menghasilkan buku sesuai dengan kemauan pasar?

Berikut ini saya kutipkan artikel menarik karya Bambang Trim dalam http://smarteditor.multiply.com/journal/item/3/Book_On-Demand

***

Book On-Demand

Oct 15, ‘07 10:54 PM
for everyone

Kelak editor tidak akan memberi tahu kita apa yang akan kita baca; Kita akan memberi tahu editor apa yang kita pilih untuk dibaca.” –-John Naisbitt

Ramalan John Naisbitt dalam baris-baris kalimat di atas tampaknya sudah menjadi kenyataan. Para calon pembaca semakin selektif untuk menentukan apa yang harus dibacanya. Tren buku yang menekan kecenderung para calon pembaca memilih buku semata-mata juga karena buku-buku itu memang memancing keingintahuan para calon pembaca atau memang pro terhadap keinginan mereka. Buku-buku yang berhasil membaca keinginan pasar itulah kemudian yang bisa berjaya dan disebut sebagai pro-pasar.

Alhasil, seorang penulis atau pengarang harus mampu membaca keinginan para calon pembaca, bukan sekadar cetusan ide yang dimimpikan untuk dibaca sebanyak mungkin orang. Para penerbit juga harus mempekerjakan para editor yang bisa mendeteksi keinginan calon pembaca. Editor harus memiliki indera keenam atau intuisi yang menguatkan kepercayaan dirinya untuk mengegolkan sebuah naskah layak terbit. Editor harus melakukan total editing yang membuat sebuah naskah memiliki daya 4 C, yaitu content (isi), context (kemasan), creativity (kreativitas), dan community (komunitas).

Lambat laun pekerjaan penerbit sebagai penghasil produk buku bergeser menjadi pelayan pembaca (publishing service). Penerbit mencoba mendengarkan apa yang menjadi keinginan pembaca dan dengan kecepatan (speed), buku yang diinginkan pun terbit tepat sesuai dengan momentum. Ribut-ribut tentang poligami Aa Gym membuat pembaca ingin tahu serba sedikit atau banyak tentang poligami maka penerbit yang mampu mengandalkan speed dan skill-nya pun segera melayani keingintahuan pembaca dengan buku-buku bertopik poligami. Munculnya tren futsal, terutama di kalangan remaja mendesak penerbit di bidang olahraga ataupun keterampilan untuk segera menerbitkan buku bertopik futsal.

Pekerjaan publishing service ini paling terasa pada penerbit buku-buku pendidikan ataupun pelajaran. Perubahan ilmu maupun kurikulum memacu penerbit untuk menerbitkan buku sesuai dengan kebutuhan dan keinginan para guru maupun pelajar. Dalam konteks otonomi daerah lain lagi, setiap daerah membutuhkan buku-buku sesuai dengan kebutuhan masyarakat daerahnya. Para pengambil kebijakan daerah pun menetapkan topic buku yang mereka butuhkan dan proyek pengadaannya pun ditenderkan. Para penerbit mengikuti proses ini dengan mengandalkan, sekali lagi, speed dan skill-nya untuk menerbitkan buku sesuai dengan kriteria yang diminta. Alhasil, para penerbit kini betul-betul mengandalkan sumber informasi yang dipadu dengan speed dan skill di bidang pernaskahan maupun editorial untuk memenuhi buku pesanan yang diminta.

Inilah sebuah redefinisi penerbit bahwa penerbit bukan hanya menghasil book on program, melainkan juga book on demand (buku sesuai dengan pesanan). Program penerbitan yang telah diset setahun oleh sebuah penerbit bisa saja berubah dengan munculnya fenomena tertentu karena desakan keinginan calon pembaca atau pengambil kebijakan. Untuk itu, memasuki tahun 2007, para penerbit memang perlu meningkatkan betul kemampuan para pekerja perbukuan untuk bisa bersaing dalam hal kecepatan, kualitas, hingga kuantitas terbitan. Ramalan John Naisbitt telah benar-benar terjadi dan penerbit yang tidak siap tentu akan ditinggalkan para calon pembaca, apalagi pembaca setianya.

2 Tanggapan leave one →

Lacak Balik & Ping Balik

  1. Mestinya Poligami adalah Golden Keyword « Other Pieces of Mine
  2. Book On-Demand « Dari Editor sampai Penulis

Tinggalkan Balasan

Note: Anda dapat menggunakan XHTML dasar di komentar Anda. Alamat surel Anda tidak akan pernah dipublikasikan.

Berlangganan umpan komentar ini melalui RSS