<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: jadi bestseller walau pernah ditolak banyak penerbit</title>
	<atom:link href="http://duniapenulis.wordpress.com/2008/03/07/jadi-bestseller-walau-pernah-ditolak-banyak-penerbit/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/03/07/jadi-bestseller-walau-pernah-ditolak-banyak-penerbit/</link>
	<description>mengapa dan bagaimana menjadi profesional di dunia kepenulisan</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Oct 2009 02:57:23 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: Rochim Armando</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/03/07/jadi-bestseller-walau-pernah-ditolak-banyak-penerbit/#comment-362</link>
		<dc:creator>Rochim Armando</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2009 02:57:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/?p=30#comment-362</guid>
		<description>Rekan penulis yang saya cintai,

Menarik membaca komentar-komentar Anda semua.Memang demikianlah dunia industri buku, tak lepas dari hitungan untung dan rugi.Bagi penerbit, memutuskan untuk menerbitkan naskah rekan-rekan ibarat mengadu nasib.Penerbit tentu saja mempertimbangkan matang-matang tentang kelayakan naskah yang ditawarkan, menjual atau tidak. Setidaknya, saya ingin sharing beberapa pertimbangan yang biasa dilakukan penerbit sebagai bahan penilaian.

1.Tema yang dibahas. Termasuk tren,never lasting, atau tidak kedua-duanya.
2.Penulis.Apakah enulis merupakan publik figur yang terkenal baik di masyarakat?Ahli di bidangnya?Atau memiliki teman yang public figur sehingga bisa diminta endoorsment atau pengantar darinya.Selain itu, apakah penulis memiliki jaringan yang luas?
3.Target pasar.Apakah naskah umum,segmented,anak-anak,remaja,dewasa,atau...lainnya.Hal ini akan berpengaruh pua terhadap penentuan harga dan spesifikasi teknis, misalnya gaya penuturan serta ayout isi dan cover.

Jadi, ketika menawarkan sebuah naskah kepada penerbit, berikan gambaran ketiga hal tersebut.Ini penting untuk membantu penerbit memberikan penialaian.Sebab, bisa jadi penerbit memang tidak tahu kondisi yang aktual terjadi di bidang tersebut.

Itu secara &quot;ilmiah&quot;-nya. Selebihnya, penerbit berdoa:...semoga cepat laku...hehehe


Salam,
Rochim Armando
Bangkit Publishing
http://bukabukumutu.blogspot.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Rekan penulis yang saya cintai,</p>
<p>Menarik membaca komentar-komentar Anda semua.Memang demikianlah dunia industri buku, tak lepas dari hitungan untung dan rugi.Bagi penerbit, memutuskan untuk menerbitkan naskah rekan-rekan ibarat mengadu nasib.Penerbit tentu saja mempertimbangkan matang-matang tentang kelayakan naskah yang ditawarkan, menjual atau tidak. Setidaknya, saya ingin sharing beberapa pertimbangan yang biasa dilakukan penerbit sebagai bahan penilaian.</p>
<p>1.Tema yang dibahas. Termasuk tren,never lasting, atau tidak kedua-duanya.<br />
2.Penulis.Apakah enulis merupakan publik figur yang terkenal baik di masyarakat?Ahli di bidangnya?Atau memiliki teman yang public figur sehingga bisa diminta endoorsment atau pengantar darinya.Selain itu, apakah penulis memiliki jaringan yang luas?<br />
3.Target pasar.Apakah naskah umum,segmented,anak-anak,remaja,dewasa,atau&#8230;lainnya.Hal ini akan berpengaruh pua terhadap penentuan harga dan spesifikasi teknis, misalnya gaya penuturan serta ayout isi dan cover.</p>
<p>Jadi, ketika menawarkan sebuah naskah kepada penerbit, berikan gambaran ketiga hal tersebut.Ini penting untuk membantu penerbit memberikan penialaian.Sebab, bisa jadi penerbit memang tidak tahu kondisi yang aktual terjadi di bidang tersebut.</p>
<p>Itu secara &#8220;ilmiah&#8221;-nya. Selebihnya, penerbit berdoa:&#8230;semoga cepat laku&#8230;hehehe</p>
<p>Salam,<br />
Rochim Armando<br />
Bangkit Publishing<br />
<a href="http://bukabukumutu.blogspot.com" rel="nofollow">http://bukabukumutu.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: dani</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/03/07/jadi-bestseller-walau-pernah-ditolak-banyak-penerbit/#comment-359</link>
		<dc:creator>dani</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 18 Oct 2009 13:00:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/?p=30#comment-359</guid>
		<description>2 judul buku langsung kirim ke penerbit. tak ada yang menolak. langsung jadi dan alhamdulilah terbit. satu di bandung satu di jakarta.
Di Bandung sampai sekarang saya tak dapat berita apa-apa. saya ernah berkunjung ke kantor sekaligus rumah pemilik penerbitan yang begitu megah. sayang saya tidak ketemu dengan pimpinan jadi saya pulang dengan tangan hampa. Uang pangkal yang dijanjikan saat pertama kali cetak entah mampir di mana. dan uang sisanya akan dibayar setelah habis terjual, mungkin buku saya tidak laku.. tapi saya cek di gramedia dan gunung agung pernah ada dan konon kehabisan stok. Saya kecewa. Tapi kekecawaan itu hilang ketika teringat, justru saya diakui sebagai penulis buku karena penerbit tersebut. bahkan kehadiran buku kedua saya juga.. sepertinya tak lepa dari pengalaman menulis buku pertama. 
Jadi... menulis itu menyenangkan. Dan butuh perjuangan termasuk berjuang memburu hak atas jerih payah menulis kita.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>2 judul buku langsung kirim ke penerbit. tak ada yang menolak. langsung jadi dan alhamdulilah terbit. satu di bandung satu di jakarta.<br />
Di Bandung sampai sekarang saya tak dapat berita apa-apa. saya ernah berkunjung ke kantor sekaligus rumah pemilik penerbitan yang begitu megah. sayang saya tidak ketemu dengan pimpinan jadi saya pulang dengan tangan hampa. Uang pangkal yang dijanjikan saat pertama kali cetak entah mampir di mana. dan uang sisanya akan dibayar setelah habis terjual, mungkin buku saya tidak laku.. tapi saya cek di gramedia dan gunung agung pernah ada dan konon kehabisan stok. Saya kecewa. Tapi kekecawaan itu hilang ketika teringat, justru saya diakui sebagai penulis buku karena penerbit tersebut. bahkan kehadiran buku kedua saya juga.. sepertinya tak lepa dari pengalaman menulis buku pertama.<br />
Jadi&#8230; menulis itu menyenangkan. Dan butuh perjuangan termasuk berjuang memburu hak atas jerih payah menulis kita.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: tri</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/03/07/jadi-bestseller-walau-pernah-ditolak-banyak-penerbit/#comment-331</link>
		<dc:creator>tri</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 May 2009 06:12:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/?p=30#comment-331</guid>
		<description>numpang baca........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>numpang baca&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Rindra Febrian</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/03/07/jadi-bestseller-walau-pernah-ditolak-banyak-penerbit/#comment-312</link>
		<dc:creator>Rindra Febrian</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 05:10:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/?p=30#comment-312</guid>
		<description>berkata-kata sangat mudah, tapi menulis bukan main susah! koq gitu ya???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>berkata-kata sangat mudah, tapi menulis bukan main susah! koq gitu ya???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Korban penerbit</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/03/07/jadi-bestseller-walau-pernah-ditolak-banyak-penerbit/#comment-300</link>
		<dc:creator>Korban penerbit</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Dec 2008 01:38:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/?p=30#comment-300</guid>
		<description>Arogansi penerbit Grafindo

   Suatu hari saya dikontak oleh editor penerbit grafindo. Mereka mengatakan tertarik pada naskah saya dan berniat untuk menerbitkannya. Sebelumnya saya telah mengirim naskah saya ke beberapa penerbitan buku. Kemudian dalam jangka waktu 2 bulan, karya saya direspon oleh 5 penerbit, termasuk grafindo media pratama yang berkantor di kawasan industri pulogadung Jakarta timur. Saya mempekerjakan beberapa orang dalam satu team untuk membantu saya dalam mengerjakan project karya pribadi tersebut. akhirnya saya memutuskan untuk memilih penerbit grafindo sebagai mitra kerjasama. Sedangkan penerbit yang lain saya tolak tawarannya dengan halus lewat email. Dan saya menyatakan untuk menerbitkannya ke grafindo media pratama. Saya pun mengajukan jual putus karya sebesar nominal yang telah disepakati, demi menutup biaya produksi akhirnya mereka setuju. Setelah menjalani prosedur tehnis yang ditetapkan grafindo, saya mencoba kooperatif termasuk menunaikan segala kewajiban saya sebagai penulis dengan pihak grafindo, dalam bentuk presentasi konsep naskah, presentasi konten buku, prersentasi dummy cetak, termasuk memberikan softcopy naskah asli dan konten yang siap cetak ke manajer editor dan team editornya.  Bahkan pihak grafindo ikut mengedit kontennya. Mereka mengatakan akan mencetak naskah saya kedalam bentuk buku pada bulan desember 2008. kemudian mereka memberikan kepada saya draft /contoh surat perjanjian penerbitan disertai dengan pasal-pasal antar kedua belah pihak perihal perihal hak dan kewajiban termasuk kompensasi untuk penulis. Setelah melewati fase presentasi berkali-kali yang cukup menyita waktu dan tenaga, selesailah sudah kewajiban saya sebagai penulis menyerahkan semua konten asli naskah ke pihak grafindo.Mereka menjanjikan, akan memberikan surat perjanjian terbit dan akan membayar karya saya, setelah proses editing selesai Namun anehnya, setelah proses editing selesai,  pihak grafindo tidak memberikan kepada saya surat perjanjian terbit yang  asli dan  mereka janjikan sebelumnya Ketika saya konfirmasi berkali-kali jawabnya, belum ditandatangani atasan yang bersangkutan. orang manajemen keuangan dan operasional. Saya lelah dan jengkel mendapat jawaban yang serupa dengan alasan yang sama hingga berbulan-bulan. Padahal naskah saya sudah disetujui untuk diterbitkan oleh manager editor, bahkan sudah selesai diedit oleh team editor dan layout.    Saya tidak habis pikir, kenapa grafindo tidak transparan dan tidak profesioanal dalam menangani hak penulis? Saya merasa dibohongi. Padahal penulis merupakan asset mereka dalam dunia bisnis penerbitan.. selalu tidak jelas dan tidak jelas! Saya merasa sangat kecewa sekali terhadap grafindo karena saya sudah menolak tawaran penerbit lain, demi grafindo! Ditambah lagi dengan ketidakjelasan kompensasi pembayaran beli putus karya yang merupakan hak penulis, mereka abaikan seenaknya! Akhirnya naskah karya saya tarik meskipun saya menderita kerugian secara moril dan materil. Terlebih saya harus membayar team  yang telah membantu saya dalam pengerjaan buku tersebut. 
   Saya harap  semoga grafindo introspeksi diri dan jangan arogan. Penulis punya hak, karena penulis juga manusia! Butuh makan dan minum untuk membuat karya. Untuk itu janganlah sewenang-wenang terhadap penulis!
Jangan bikin malu dunia penerbitan….




Ary Vrhaz
Penulis &amp; illustrator koran seputar indonesia ( SINDO )
rockerpemalu@yahoo.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Arogansi penerbit Grafindo</p>
<p>   Suatu hari saya dikontak oleh editor penerbit grafindo. Mereka mengatakan tertarik pada naskah saya dan berniat untuk menerbitkannya. Sebelumnya saya telah mengirim naskah saya ke beberapa penerbitan buku. Kemudian dalam jangka waktu 2 bulan, karya saya direspon oleh 5 penerbit, termasuk grafindo media pratama yang berkantor di kawasan industri pulogadung Jakarta timur. Saya mempekerjakan beberapa orang dalam satu team untuk membantu saya dalam mengerjakan project karya pribadi tersebut. akhirnya saya memutuskan untuk memilih penerbit grafindo sebagai mitra kerjasama. Sedangkan penerbit yang lain saya tolak tawarannya dengan halus lewat email. Dan saya menyatakan untuk menerbitkannya ke grafindo media pratama. Saya pun mengajukan jual putus karya sebesar nominal yang telah disepakati, demi menutup biaya produksi akhirnya mereka setuju. Setelah menjalani prosedur tehnis yang ditetapkan grafindo, saya mencoba kooperatif termasuk menunaikan segala kewajiban saya sebagai penulis dengan pihak grafindo, dalam bentuk presentasi konsep naskah, presentasi konten buku, prersentasi dummy cetak, termasuk memberikan softcopy naskah asli dan konten yang siap cetak ke manajer editor dan team editornya.  Bahkan pihak grafindo ikut mengedit kontennya. Mereka mengatakan akan mencetak naskah saya kedalam bentuk buku pada bulan desember 2008. kemudian mereka memberikan kepada saya draft /contoh surat perjanjian penerbitan disertai dengan pasal-pasal antar kedua belah pihak perihal perihal hak dan kewajiban termasuk kompensasi untuk penulis. Setelah melewati fase presentasi berkali-kali yang cukup menyita waktu dan tenaga, selesailah sudah kewajiban saya sebagai penulis menyerahkan semua konten asli naskah ke pihak grafindo.Mereka menjanjikan, akan memberikan surat perjanjian terbit dan akan membayar karya saya, setelah proses editing selesai Namun anehnya, setelah proses editing selesai,  pihak grafindo tidak memberikan kepada saya surat perjanjian terbit yang  asli dan  mereka janjikan sebelumnya Ketika saya konfirmasi berkali-kali jawabnya, belum ditandatangani atasan yang bersangkutan. orang manajemen keuangan dan operasional. Saya lelah dan jengkel mendapat jawaban yang serupa dengan alasan yang sama hingga berbulan-bulan. Padahal naskah saya sudah disetujui untuk diterbitkan oleh manager editor, bahkan sudah selesai diedit oleh team editor dan layout.    Saya tidak habis pikir, kenapa grafindo tidak transparan dan tidak profesioanal dalam menangani hak penulis? Saya merasa dibohongi. Padahal penulis merupakan asset mereka dalam dunia bisnis penerbitan.. selalu tidak jelas dan tidak jelas! Saya merasa sangat kecewa sekali terhadap grafindo karena saya sudah menolak tawaran penerbit lain, demi grafindo! Ditambah lagi dengan ketidakjelasan kompensasi pembayaran beli putus karya yang merupakan hak penulis, mereka abaikan seenaknya! Akhirnya naskah karya saya tarik meskipun saya menderita kerugian secara moril dan materil. Terlebih saya harus membayar team  yang telah membantu saya dalam pengerjaan buku tersebut.<br />
   Saya harap  semoga grafindo introspeksi diri dan jangan arogan. Penulis punya hak, karena penulis juga manusia! Butuh makan dan minum untuk membuat karya. Untuk itu janganlah sewenang-wenang terhadap penulis!<br />
Jangan bikin malu dunia penerbitan….</p>
<p>Ary Vrhaz<br />
Penulis &amp; illustrator koran seputar indonesia ( SINDO )<br />
<a href="mailto:rockerpemalu@yahoo.com">rockerpemalu@yahoo.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Menulis dengan pendekatan awamologi &#171; Dunia Penulis</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/03/07/jadi-bestseller-walau-pernah-ditolak-banyak-penerbit/#comment-293</link>
		<dc:creator>Menulis dengan pendekatan awamologi &#171; Dunia Penulis</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Nov 2008 00:52:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/?p=30#comment-293</guid>
		<description>[...]                    Assalamualaikum Mas. Diam-diam saya dah lama menyimak blog-blog Mas Shodiq. Soal naskah buku yang ditolak, jadi pengin nanya nih. Ceritanya aku coba nulis buku tentang kesuksesan menjalani hidup ini dengan [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...]                    Assalamualaikum Mas. Diam-diam saya dah lama menyimak blog-blog Mas Shodiq. Soal naskah buku yang ditolak, jadi pengin nanya nih. Ceritanya aku coba nulis buku tentang kesuksesan menjalani hidup ini dengan [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: bahri</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/03/07/jadi-bestseller-walau-pernah-ditolak-banyak-penerbit/#comment-292</link>
		<dc:creator>bahri</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 21:40:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/?p=30#comment-292</guid>
		<description>Assalamualaikum Mas. Diam-diam saya dah lama menyimak blog-blog Mas Shodiq. Soal naskah buku yang ditolak, jadi pengin nanya nih. Ceritanya aku coba nulis buku tentang kesuksesan menjalani hidup ini dengan pendekatan awam (awamologi). Istilah ini insya Allah asli gagasanku. Tapi, memang, isinya tetap merupakan kompilasi dari prinsip kebaikan dan kearifan yang sudah banyak diketahui orang. Sifatnya reflektif. Sayangnya, aku sendiri belum dapat dikatakan sukses. Paling tidak jika diukur secara materi dan keterkenalan (dalam hal ini sebagai penulis atau profesi lain yang berkaitan). Tentu saja bukunya diprediksi bakal kurang atau gak laku. Apalagi kalau harus bertarung dengan tema sejenis dari para trainer atau penulis yang dah beken. Apakah memang nulis refleksi spiritual tentang kesuksesan mesti sukses dan terkenal dulu Mas? Dan kalau belum bisa demikian, tulisan kita mestilah bersifat luar biasa, barulah orang mau baca dan beli? Mohon aku dibantu Mas. Sebagai info, aku baru belajar memublikasi perihal ini di //awamologi.livejournal.com/.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Mas. Diam-diam saya dah lama menyimak blog-blog Mas Shodiq. Soal naskah buku yang ditolak, jadi pengin nanya nih. Ceritanya aku coba nulis buku tentang kesuksesan menjalani hidup ini dengan pendekatan awam (awamologi). Istilah ini insya Allah asli gagasanku. Tapi, memang, isinya tetap merupakan kompilasi dari prinsip kebaikan dan kearifan yang sudah banyak diketahui orang. Sifatnya reflektif. Sayangnya, aku sendiri belum dapat dikatakan sukses. Paling tidak jika diukur secara materi dan keterkenalan (dalam hal ini sebagai penulis atau profesi lain yang berkaitan). Tentu saja bukunya diprediksi bakal kurang atau gak laku. Apalagi kalau harus bertarung dengan tema sejenis dari para trainer atau penulis yang dah beken. Apakah memang nulis refleksi spiritual tentang kesuksesan mesti sukses dan terkenal dulu Mas? Dan kalau belum bisa demikian, tulisan kita mestilah bersifat luar biasa, barulah orang mau baca dan beli? Mohon aku dibantu Mas. Sebagai info, aku baru belajar memublikasi perihal ini di //awamologi.livejournal.com/.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Sulitnya ikhlas berkarya &#171; Manajemen Amal</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/03/07/jadi-bestseller-walau-pernah-ditolak-banyak-penerbit/#comment-258</link>
		<dc:creator>Sulitnya ikhlas berkarya &#171; Manajemen Amal</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 22:58:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/?p=30#comment-258</guid>
		<description>[...] ini, aku menempatkan prioritas kerja pada penyusunan naskah-naskah buku yang menurutku berpeluang best-seller seperti buku Istikharah Cinta. Aku berpikir keras, tema (dan topik-topik) apa lagi yang akan [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] ini, aku menempatkan prioritas kerja pada penyusunan naskah-naskah buku yang menurutku berpeluang best-seller seperti buku Istikharah Cinta. Aku berpikir keras, tema (dan topik-topik) apa lagi yang akan [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: yadi</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/03/07/jadi-bestseller-walau-pernah-ditolak-banyak-penerbit/#comment-227</link>
		<dc:creator>yadi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jun 2008 15:58:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/?p=30#comment-227</guid>
		<description>baik</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>baik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: M Shodiq Mustika</title>
		<link>http://duniapenulis.wordpress.com/2008/03/07/jadi-bestseller-walau-pernah-ditolak-banyak-penerbit/#comment-202</link>
		<dc:creator>M Shodiq Mustika</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Apr 2008 05:05:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://duniapenulis.wordpress.com/?p=30#comment-202</guid>
		<description>Dik Donny, belum ada laporan penjualan; biasanya setelah enam bulan</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dik Donny, belum ada laporan penjualan; biasanya setelah enam bulan</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
