Penulis Profesional

mengapa dan bagaimana menjadi profesional di dunia kepenulisan

sepuluh orang yang peroleh buku gratis dari saya

with 6 comments

Sebenarnya, rencana saya hanya memberi buku bestseller saya, Solat Khusyuk Solat SMART, secara gratis kepada tiga orang saja. Namun berhubung besarnya minat para peminat, saya putuskan untuk juga memberi buku secara gratis kepada tujuh orang lainnya. Hanya saja, persediaan saya terbatas. Oleh sebab itu, tujuh orang ekstra ini akan saya beri buku karya saya lainnya.

Tiga orang yang berhak atas buku Solat Khusyuk Solat SMART secara gratis dari saya ialah: [1] anam, [2] Ferry Irawan, dan [3] Nugroho Laison.

Adapun tujuh orang lainnya yang hendak saya beri buku karya saya lainnya ialah: [1] V1N4, [2] hmcahyo, [3] noonathome, [4] TaQ Shams, [5] realylife, [6] Nurokhmah Hidayanti, dan [7] muslimin.

Untuk itu, sepuluh orang tersebut saya persilakan memberitahukan alamat pengiriman (di wilayah Indonesia) kepada saya melalui e-mail. Apabila sampai 6 April 2008, yang bersangkutan tidak melakukannya, maka saya asumsikan bahwa ia membatalkan keinginannya untuk memperoleh buku tersebut secara gratis.

Written by M Shodiq Mustika

5 Maret 2008 pada 02:33

Ditulis dalam pemasaran

Ditandai dengan ,

6 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. terima kasih pak . nanti saya email ke bapak alamat saya

    realylife

    8 Maret 2008 at 20:05

  2. Assalamu’alaikum Wr.Wb.

    Sore itu, 6 maret 2008, sekitar pukul 03.30 WIB, mungkin saya tidak akan membuka blog anda ya akhi, untuk melihat pengumuman tentang buku gratis yang akan anda berikan, jika secara tak sengaja saya mendengar sayup-sayup suara seorang kakak angkatan saya, sekaligus guru tulis menulis saya, yang sedang mengajar metode menulis kepada saudara-saudaranya yang lain diruangan sebelah. Diruangan lain, tempat saya berdiri saat ini, tangan bersedekap di dada dan mata tertuju kebawah.

    Saya akui bahwa untuk mendapat kekhusukan itu sangat susah. Tak sengaja telinga ini menangkap sebuah gelombang suara yang berisikan hal-hal mengenai tulis menulis, maka tak sengaja juga saya teringat kembali mengenai sebuah tulisan yang pernah saya kirimkan, tapi entah tak tahu apa isi tulisan itu. Setelah shalat usai saya tunaikan. Barulah saya teringat bahwa saya pernah memberikan komentar mengenai buku anda.

    Segera saya menuju sebuah computer yang memang sudah terkoneksi internet dan membuka halaman blog anda. Tak pernah saya menduga dan berpikir sedikitpun bahwa dipengumuman yang mendapat buku gratis anda tercantum nama saya. Puji syukur segera saya ucapkan kepada Allah SWT, karena sesungguhnya bukanlah sebuah buku gratis yang saya impikan, tapi segala ilmu yang ada dalam sebuah buku itulah yang saya ingin mendapatkannya. Tidaklah muluk jika saya menyebut diri saya ini sebagai orang yang sangat haus akan ilmu, dan buku merupakan air yang akan menghilangkan haus dan dahaga itu.

    Mungkin itulah sepenggal kisah saya, segalanya dimulai dari ketidaksengajaan, bahkan ketika saya membaca pertama kali tulisan anda mengenai buku shalat khusuk dan memberikan komentar sebagai wujud apresiasi saya terhadap tulisan anda, itu dimulai dengan ketidaksengajaan.

    “….Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan sejarah..” Teruslah menulis dan berdakwah ya akhi. Saudara mu ini akan selalu mendukung dalam setiap doa, bahkan saya ingin sekali seperti anda, berdakwah dan menulis. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih ya akhi. Semoga kita bisa bersilahturahmi dan bertukar pikiran di lain waktu. Bukan hanya saat ini.

    Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan anda. Amiin.

    Wassalamu’alaikum. Wr.Wb.

    Syaiful Anam

    anam

    9 Maret 2008 at 04:37

  3. terima kasih pak, semoga barakah.

    TaQ

    13 Maret 2008 at 14:34

  4. “Untuk itu, sepuluh orang tersebut saya persilakan memberitahukan alamat pengiriman (di wilayah Indonesia) kepada saya melalui e-mail. Apabila sampai 6 April 2008, …

    waduh pak shodig saya baru buka blog hari ini… maklum hari sabtu internetnya di kantor lagi lelet … trus hari minggu.. di rumah.. :(

    bisa enggak sih diberi dispensasi … please…deh

    hmcahyo

    7 April 2008 at 11:01

  5. Wah, mas cahyo sudah terlambat. Tadi pagi, sekretaris saya sudah mengirimkan “jatah mas cahyo” ke orang lain.

    M Shodiq Mustika

    7 April 2008 at 12:05

  6. yah deh nggak papa- mungkin belum rezeki saya :)

    hmcahyo

    9 April 2008 at 19:39


Tinggalkan Balasan