gratis buku bestseller untuk tiga orang
Alhamdulillah, sebuah karya saya telah tergolong buku terlaris (bestseller) di Malaysia. Sebagai salah satu ungkapan rasa syukur, saya bermaksud membagikan kepada tiga orang masing-masing satu eksemplar buku tersebut secara gratis.

Untuk itu, tulislah komentar Anda di kotak “leave a response” yang tersedia di bagian bawah postingan ini. Tuliskan alasan mengapa Anda ingin memiliki buku tersebut.
Seorang penulis komentar di situ, yang saya anggap paling mengesankan, mendapat hadiah satu eksemplar buku tersebut. Lainnya akan saya undi untuk menentukan dua orang lagi yang masing-masing juga berhak atas satu eksemplar buku tersebut.
Komentar Anda di situ kami tunggu hingga 2 Maret 2008. Siapa tiga orang yang berhak atas buku tersebut secara cuma-cuma, insya’Allah kami mengumumkannya pada 6 Maret 2008 di situs ini.

Assalamu’alaikum
Buku tentang sholat y! Selama ini semua orang muslim pastinya melakukan sholat minimal 5 waktu sehari karena itu yang wajib, tetapi kadang kita perhatikan ada sebagian orang yang merasa itu hanya untuk penggugur kewajiban tapi ada juga yang merasa bahwa itu merupakan rutinitas yang sudah menjadi kebiasaan akhirnya tidak merasa kan beban tetapi klo tidak tepat waktu apalagi meninggalkanya maka akan merasa rugi banget. Tetapi ada juga yang ingin khusuk di dalam sholatnya agar ridho Allah selalu menyertai, saya ingin belajar lebih tentang sholat, dimana sholat yang akan saya lakukan jika khusuk bisa saya aplikasikan ke dalam dunia nyata. Semoga saya bisa mendapatkan buku tersebut untuk menambah ilmu saya. Insya Allah kalo sudah rejeki tidak akan kemana.. terima kasih.
Wassalamu’alaikum
V1N4
22 Februari 2008 at 09:01
Alasan saya mengapa ingin mendapatkan buku ini : untuk mendapatkan kembali ilmu dan pemahamann yang sudah ada atau terlupakan bahwa shalat itu sungguh ni’mat, disaat fokus hati dan pikiran kita hanya tertuju kepada Allah, khusyuk.
Asti
22 Februari 2008 at 10:50
Assalamu’alaikum,
Sholat Khusyuk, setiap orang pasti mendambakannya. Apalagi sholat juga merupakan amalan yang pertama kali akan dihisab diyaumil akhir kelak. Pastinya buku ini memiliki isi yang menarik untuk dibaca dan berguna untuk hidup kita. So, mannnnnaaa bukunyaaaaa…!
Trims
Wassalam,
-ida-
Ida Salampessy
22 Februari 2008 at 10:59
kalau saya sederhana saja.. saya ingin mengetahui gaya kepenulisan pak shodiq dan yang kedua saya pengin tahu gimana sih meramu buku yang bisa menjadi best seller..
nb: mas pak saya belum kasih draft bukunya.. nggak tahu kok tiba-tiba saya merasa ide saya nggak ada yang bagus… apalagi kalo dilihat dari jam terbang dan banyaknya buku yang pak shodiq tulis..
jadi minder
hmcahyo
22 Februari 2008 at 11:07
aduh kok salah sih.. maksudnya maaf Pak Shodiq.. (ralat untuk beberapa kata pertama)
hmcahyo
22 Februari 2008 at 11:08
Saya tertarik sekali dengan buku sholat khusyuk, sholat SMART. Selama ini saya merasakan aktivitas saya biribadah khususnya sholat belum bisa secara khusyuk. Saya mantan ” DRUG USER ” dari tahun 1997 hingga 2004 yang lalu. Jika saya melakukan sholat selalu pikiran saya menarawang entah kemana. Kadang karir, kehidupan rumah tangga dll yang menghinggapi saya dalam melakukan sholat. Maka dari itu saya senang sekali apabila buku sholat khusyuk ini bisa membantu saya dalam melakukan sholat yang benar2 khusyuk.
Amir Alrafati
22 Februari 2008 at 14:22
aslmkm………………saya pengen banget buku itu pak, saya hanya ingin terus memperbaiki shalat itu,karna shalat yg aku kerjakan rasanya jauh dari rasa nyaman,tenang terlebih khusk…sykron
acrom
22 Februari 2008 at 14:27
nggak kepingin blas… basi tauk
syndicates
22 Februari 2008 at 17:34
Harta, tahta dan wanita menjadi kerikil-kerikil dalam kekhusukan sholat, dengan cara SMART dalam buku ini mumkin bisa menyingkirkan kerikil-kerikil tersebut. Namun saya sendiri belum mengetahui SMART itu…..
Ibrahim
22 Februari 2008 at 17:36
Ass Wrb.
Pak Shodiq, selamat telah menulis buku yang smart dan atas prestasi yang diraih dr negeri seberang. Saya juga telah menulis buku, judulnya Membedah Konsep & Aplikasi CSR-Corporate Social Responsibility. Alhamdulillah, dalam waktu 5 bulan telah cetak untuk yang kedua kalinya. masing masing sebanyak 3000 exp. Nggak nyangka pak, soalnya dulunya nawaitunya betul betul hanya kepingin berkontribusi positif kepada ummat. guru saya bilang dakwah yang efektif lewat buku, disamping bisa menjangkau lebih banyak pembaca juga efek manfaatnya berjangka panjang. kalau berkenan mohon informasi dari Bapak untuk memberikan informasi bagaimana caranya bisa menerbitkan buku tersebut di negeri seberang. Atas perhatian dan kerjasamanya disampaikan terima kasih. semoga meberikan manfaat optimal kepada ummat.
Salam, Yusuf Wibisono. 0811378571.
YUSUF WIBISONO
22 Februari 2008 at 17:45
Simple alasannya….ingin membandingkan buku-buku yang bertajuk sama, yaitu tentang pelatihan sholat khusyuk…juga kenapa kok bisa jadi best seller, di Malaysia lagi..negara jiran kita.
Ane udah punya yg karangan Abu Sangkan (kalo tdk salah ingat/tulis namanya), cukup baik dan inspiratif.
Tapi ada beberapa issue, terutama adanya penjelasan yg tidak bersumber dari naskh Islam.
Mungkin Mas Shodiq bisa bantu temanmu ini =)
Membantu analisa sekalian bantu sholat lebih khusyuk, semoga…Amiiin.
Wassalam,
Nugon
Nugroho Laison
22 Februari 2008 at 18:02
Saya merasa selama ini saya hanya berusaha dan berpikir bagaimana menjadi benar, tidak pernah berpikir kenapa saya salah. Ketika sholat hanya menjadi rutinitas, sekedar menggugurkan kewajiban, tidak khusyu’ dan tidak menjadi obat hati dari berbagai penyakit yang menggerogotinya saya selalu berusaha bagaimana sholat yang benar dan baik. Saya lupa bertanya kenapa bisa salah–dengan segala cakupan maknanya. Semoga buku ini bisa menjawab pertanyaan saya.
Wassalam
Iwan
22 Februari 2008 at 18:05
Sebenernya sudah ada juga beberapa buku yang membahas shalat khusyuk. Tapi yang menarik adalah pendekatan smart ini. Kalau memang sesuai dengan arti smart ini, tentu pencarian menuju kekhusyukan akan jauh lebih mudah dicapai. Ini yang ingin saya ketahui
noonathome
22 Februari 2008 at 18:07
Assalamualaikum
Alasan Saya Ingin Mendapatkan Buku Ini:
+ i’m moslem
+ shalat sebagai tiang agama, klo ada cara smart untuk memperkuat tiang kenapa ngga dikejar
+ shalat mencegah perbuatan keji dan mungkar, dengan smart juga ingin jauh dari perbuatan keji dan mungkar tsb
+ shalat itu ibadah, beribadah dengan cara SMART sangat menyenangkan mungkin
+ shalat itu KEWAJIBAN, maka saya WAJIB juga untuk mengejar buku ini menjadi milik saya
hehe
Wassalam.
http://togry.wordpress.com
gRy
22 Februari 2008 at 18:12
Assalamualaikum wr wb
sebelumnya saya ucapkan masya Allah wa tabarakallah atas keberhasilan bapak meluaskan jangkaun pembaca buku yang bapak tulis.
Satu alasan mengapa saya juga ingin memiliki buku yang bapak tulis tersebut yaitu KEHAUSAN BELAJAR yang menuntut saya akan berupaya memilikinya, baik secara gratis atau dengan cara mengeluarkan uang saku untuk membeli dan mencerna setiap pesan yang ada.
Saya berharap buku ini dapat mencahayai hati pembacanya, hingga dapat menjadikan sholat sebagai kebutuhan primer yang harus dipenuhi dalam menjalani ujian hidup di dunia sebagai bekal kebahagiaan hidup di akhirat kelak. Amiin
Akhirnya, this day is new day, because with Allah every day as new day.
Wassalmualaikum wr wb.
Makkah, 22 Februari 2008
TaQ Shams
taqshams
22 Februari 2008 at 18:27
Ass.Wr.Wb.
Simpel aja kenapa saya pengen buku itu, karena GRATIS!! Jarang2 ada orang yang publikasinya dengan bagi2 buku GRATIS..Dengan berita bestseller di negeri Malaysia, apa iya di Indonesia bisa jadi bestseller juga??Bukannya saya mau antipati, buat saya kelayakan sebuah buku harus dibuktikan n tiap orang memiliki selera yang berbeda, begitu juga penilainnya. Best book bagi si A tidak sama bagi si B..
Dari segi religiusitas, buku2 tentang agama memang sedang nge-trend.Jadi harus pandai memilah-milah mana yang orisinil n mana yang sekadar membeo aja…
So, let’s proof it!!
Wass.Wr.Wb.
DiJe_coOL
22 Februari 2008 at 21:38
Selama ini shalat saya belum khusuk. Saya ingin khusuk. And I want to be smart.
Rahayu Kartika
23 Februari 2008 at 08:38
Tanda mata yang berharga adalah ilmu yang bermanfaat . Insya Allah , sebuah buku adalah tanda mata bermanfaat yang tak lekang di telan jaman . Di mana sekarang kegersangan tengah melanda bumi , ada sebuah oase dingin yang menyegarkan . Siapa tau anak cucu saya masih bisa menikmati indahnya kekhusukan sholat , saya masih kurang ilmu dan terus akan merasa kurang karena ilmu sempurna hanya milik Allah , Insya Allah dengan ini akan menambah referensi ilmu , bukankah semua ilmu ini harus dicari dan di amalkan ?
realylife
23 Februari 2008 at 09:08
Saya suka buku ini apalagi ttg shalat yg khusyuk krn saya merasa shlat saya msh blom khusyuk.Mudah2 han saya bisa dapat buku ini.
erviyanti meisari
23 Februari 2008 at 12:52
Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Shalat menurut saya adalah sebuah pilihan yang disediakan Allah SWT sebagai jalan manusia untuk dapat dekat dan berkomunkasi kepadaNya. Jika kita berbicara mengenai pilihan, maka shalat adalah pilihan bagi setiap manusia, lebih tepatnya sebuah pilihan hidup. Maka ketika seruan shalat datang menghampiri manusia sebagai sebuah pilihan, yang menjadi penentu disini adalah kemauan, yaitu kemauan untuk mengambilnya sebagai pilihan hidup kita atau tidak dan kemauan untuk menjadikannya sebagai kebutuhan hidup kita, ibarat kita bernapas, makan, dan minum, semua merupakan kebutuhan yang tak bisa lepas dari hidup ini. Mungkin itulah paradigma saya dalam memandang shalat. Namun, saya tak mau memperlakukan tubuh ini dalam setiap gerakan shalat layaknya sebuah ‘mesin’, hanya sebuah rutinitas yang terus bekerja dan bergerak tanpa tahu arti dari shalat itu. Kekhusukan adalah hal yang mungkin belum mampu saya dapatkan sepenuhnya. Untuk mendapatkannya, tentu saja buku sebagai sumber ilmu dan hidayah sangat berperan penting. Semoga Allah selalu melimpahkan rahmatnya atas anda ya akhi, yang telah memberi pencerahan melalui ilmu yang anda tuangkan dalam buku ini demi kemaslahatan ummat.Amiin
anam
23 Februari 2008 at 15:12
karena buku ini best seller di malaysia, jadii penasaran banget dan ingin menyelami bukunya. udah pernah sedikit baca sih, tapi belum punya niy….
keren banget deh baca testi dari malaysia di http://www.salatsmart.wordpress.com
saluuuuuuuuutttt!!!!
its_azti
23 Februari 2008 at 22:17
Assalamualaikum.wr.wb.
“Khoirun Naasi Anfa’uhum Linnaass.. “, sebaik2 manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia yang lain. Semoga dengan mengaplikasikan isi dari buku ini bisa menjadi manusia yg bermanfaat dengan mengajarkannya, menjadi suri tauladan yang baik untuk buah hati pertama kami kelak yang insya Allah 2 bulan lagi lahir dan tergolong anak yang sholeh. Amien. Terima kasih.
Wassalamualaikum.wr.wb.
Nurokhmah Hidayanti
24 Februari 2008 at 14:23
Assalamualaikum.wr.wb.
Sholat khusuk adalah usaha terberat saya selama ini. Berbagai metode dan cara dah coba kulakukan, namun ternyata masih sangat susah untuk bisa khusuk dalam sholat. Saya sangat bersyukur sekali apabila memperoleh buku ini. terimakasih.
Wassalamualaikum.wr.wb.
danang
25 Februari 2008 at 09:35
Ada banyak buku yang membahas tentang shalat khusyuk. Saya memilikinya beberapa di antaranya. Yang mengusik benak saya adalah:
Apa yang membedakan buku “Solat Khusyuk, Shalat Smart” dengan buku tentang shalat khusyuk yang lain? Barangkali “pembeda” tersebut menjawab pertanyaan mengapa buku tersebut ‘best seller’ di Malaysia.
Ferry Irawan
26 Februari 2008 at 08:41
Assalaamu’alaikum Wr.Wb.
apa ya kira2 isi buku ini?? mungkin tentang keajaiban sholat khusyuk ato tentang cara cerdas meraih kekhusyuan sholat…
saya penggemar membaca semua buku,kecuali fiksi…saya pun bukan orang yang pelit meminjamkan buku kepada orang lain, insya Allah buku ini tidak hanya bermanfaat untuk saya tapi juga untuk orang2 yang ada di sekitar, teman ato sanak family…amin
Wassalam
muslimin
28 Februari 2008 at 15:51
pengen tau aja bagaimana persepsi sholat smart menurut anda itu
irwan
5 Maret 2008 at 14:41
saya sangat menginginkan buku sholat khusyu’ karena saya ini adalah hamba allah yang ingin menyempurnakan ibadahnya, saya ingin pada waktu saya sholat saya benar – benar khusu’ karena sholatlah yang akan di hisab di akhirat kelak
ainul yaqin
14 September 2008 at 14:12