Penulis Profesional

mengapa dan bagaimana menjadi profesional di dunia kepenulisan

Rekor di WordPress Yang Membuatku Takut

with 10 comments

Pekan ini, aku torehkan “rekor” (pribadi) baru di WordPress (03-01-2008 20:00 WIB). Empat artikelku masuk dalam daftar “the most popular [Indonesian] WordPress.com posts” pada detik yang sama. Sebelumnya, paling banter hanya ada tiga artikelku yang nongol bersamaan. Malah tak jarang, tak satu pun artikelku nongol di daftar tersebut. Tapi pada pertengahan pekan ini, empat artikelku masuk sekaligus pada waktu yang sama. Alhamdu lillaah ….

menulis-produktif-500x114.jpg

Mulanya, aku merasa senang. Empat artikelku itu masuk pada urutan 6, 30, 31, dan 36 pada saat ada “kecenderungan bahwa top post ato tulisan teratas di wordpress selalu yang bertema mesum.”

Saat itu, pada urutan 5 besar, hanya ada satu artikel yang tidak bertema mesum, yaitu “infotainment selebriti“. Empat artikel lainnya menggunakan tema “video mesum”, “film porno”, “DVD porno”, dan “pelecehan seksual”. Adapun empat artikelku yang berada di posisi 6-36 itu bertema biasa-biasa saja: “menulis produktif“, “dakwah menyenangkan“, “top blog“, dan “foto indah“.

bagaimana-membuat-obyek-blogs-2007-500x264.jpg

Namun rasa senangku berlangsung sesaat saja. Tak lama kemudian, aku merasa takut. Inna lillaahi wa inna ilayhi raaji’uun.

Aku takut kehilangan keikhlasan dalam beramal. Aku merasa was-was, teringat hadits qudsi berikut ini.

Golongan manusia yang pertama kali akan diadili kelak pada hari Kiamat [ada tiga macam. Salah satunya] … ialah orang yang mempelajari ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al-Qur’an. Orang ini pun disidangkan, lalu diperlihatkan kepadanya kenikmatan [surga] yang akan diterimanya dan dia pun melihatnya. Akan tetapi, dia lalu ditanya: “Apa yang telah kau perbuat?” Dia menjawab: “Aku telah mempelajari ilmu dan mengajarkannya serta membaca Al-Qur’an di [jalan]-Mu.”Namun Allah berfirman: “Kau berdusta. Sebenarnya kau mempelajari ilmu supaya kau dikatakan sebagai orang alim dan kau membaca Al-Qur’an supaya kau disebut sebagai pembaca [yang lihai dalam membaca]. Dan kau sudah memperoleh semua itu.Selanjutnya Allah memerintahkan [malaikat] agar orang tersebut diseret pada mukanya hingga akhirnya dicemplungkan ke dalam neraka. (HR Muslim dari Abu Hurairah r.a.)

tiga foto indah 500x128

Jadi, singkatnya, kalau aku tidak bisa memelihara rasa ikhlas, bisa-bisa kelak aku dicemplungkan ke dalam neraka. Amalku di blog WordPress ini jangan-jangan akan sia-sia belaka (kecuali menorehkan “rekor” yang sebetulnya tidak istimewa).

Wahai para aktivis blog sekalian! Apa yang harus kulakukan?

Written by M Shodiq Mustika

5 Januari 2008 pada 18:33

Ditulis dalam Sukses Menulis, mengapa menulis

Ditandai dengan , , ,

10 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. Kadang keinginan masuk BOTD itu mengalahkan keinginan hati untuk membagi sesuatu yang berguna bagi orang lain..

    Salam kenal..

    scooterboyz

    5 Januari 2008 at 18:38

  2. Lha ini yang di domain wordpress.com, blog-blog lain yang tidak menggunakan wordpress.com (domain sendiri) tetap laris…karena ada sharing ilmu atau analisa yang tajam…..contoh priyadi.net

    lam kenal Pak

    El-Toro

    5 Januari 2008 at 23:15

  3. saya kira pak shodiq ndak perlu cemas. kalo toh masuk di BOTD WP, yakinlah itu sebagai sebuah tantangan untuk bikin postingan yang lebih mementingkan content ketimbang ingin cari trafik. saya salut sama produktivitas menulis pak shodiq. tulisan bisa menjadi medium pencerahan dan katharsis ketika peradaban dunia tengah *halah* sakit, pak. postingan pak shodiq emang selalu mantap kok.

    Sawali Tuhusetya

    6 Januari 2008 at 00:12

  4. Wah, main bersih ya rupanya. Popularitas berdasarkan kejujuran dan kualitas. Harusnya bangga donk, bisa mejeng di BOTD karena karya yang bagus dan orisinil nggak seperti ‘juara botd akhir-akhir ini’.
    Tetaplah menulis, anggaplah rekor tersebut sebagai pemacu kepercayaan diri untuk tetap menghasilkan tulisan.

    StreetPunk

    6 Januari 2008 at 02:09

  5. Bagus mas refleksinya. Emang kita perlu berkaca niat kita nulis di blog itu buat apa. Apakah mau berbagi sesuatu yang bermanfaat atau sekedar menjaring trafik…

    sumardiono

    6 Januari 2008 at 10:00

  6. Saya berencana menulis tentang fenomena ini. Salah satu seleb blog, BR, sudah merasakan beban tersebut. Begitu lah .. kalau kita memulai tidak dengan hati. Kita tak bisa membohongi hati nurani.

    Memang membanggakan masuk BOTD. Tapi itu hanya sementara saja. Sehingga kita menjadi napsu untuk terus menerus masuk BOTD dan akhirnya menghalalkan segala cara.

    Bersyukurlah orang2 yang tetap menjaga hatinya. Merugilah orang2 yang mengotorinya.

    erander

    6 Januari 2008 at 20:55

  7. @ scooterboyz
    Salam kenal kembali. Terima kasih telah berkunjung dan berkomentar di sini.

    @ El-Toro
    Sharing ilmu? Setujuuuu…..

    @ Sawali Tuhusetya
    Kata-kata Pak Sawali sejuk menyegarkan. Terima kasih, Pak.

    @ StreetPunk
    Oke, ayo kita terus menulis sebaik-baiknya!

    @ sumardiono
    Makasih. Semoga saran mas sumardiono didengar para aktivis blog.

    @ erander
    Topik menarik. Kutunggu tulisan Pak Eby.

    M Shodiq Mustika

    7 Januari 2008 at 05:37

  8. Wah hebat pak 4 postingan sekaligus masuk top post, jadi termotivasi untuk berusaha nulis yang lebih baik lagi biar sama seperti anda.

    Salut juga dengan niat dan ketulusannya ngeblog…

    kabarihari

    7 Januari 2008 at 14:19

  9. Seharusnya, menurut saya sih, Alhamdulillah. Artinya, dakwah bisa lebih menyebar. Tulisan (dakwah) ya bagusnya ‘melawan’ yang lain-lain tanpa harus membenci. Disitu ada muatan kompetensi. Saya malahan ngak tahu bahwa ata Top=topan begitu.

    Salam menulis, terus menulis, berdakwah.

    Ersis W. Abbas

    8 Januari 2008 at 01:02

  10. hadist tersebut membuat saya jadi takut. takut jika hati ini termasuki oleh berbagai penyakit hati. terselubung oleh niatan yang salah. naudzubillah

    saya yakin bapak tahu apa yang mesti bapak perbuat, jika sudah ketemu jawabannya tolong dipostingkan, agar semakin banyak yang memiliki tujuan yang benar dalam menulis.

    salam kenal

    ahsinmuslim

    2 Juli 2008 at 13:47


Tinggalkan Balasan