Penulis Profesional

mengapa dan bagaimana menjadi profesional di dunia kepenulisan

Tip Menulis Produktif

with 26 comments

Di sebuah artikel, telah kucanangkan tekadku untuk menulis minimal tiga artikel per hari. Lalu seorang peminat tulis-menulis (mbak fikriana) bertanya:

Kok bisa sih pak menemukan ide menulis segitu banyak. Punya tipnya gak pak. Saya saja punya satu blog dah males banget. Gmn ya memotivasi diri tuk rajin menulis???

Pertanyaan menarik! Sepertinya, persoalan ini tak jarang kita alami. Padahal, solusinya sebetulnya sederhana.

Bagiku, tip menulis produktif cuma satu: berpegang teguhlah pada “tujuan menulis”.

Mengenai tujuan menulis, aku suka baca sebuah artikel Pak Ersis. Isinya, yang paling menarik:

… Kembali ke tujuan menulis, apa pun bisa dijadikan landasannya. Terserah pada masing-masing orang, maunya apa. … Jadi, silahkan saja memulai menulis dengan aneka tujuan. Asal, jangan yang negatif ya.

Sederhana, bukan?

Written by M Shodiq Mustika

3 Januari 2008 pada 12:49

Ditulis dalam mengapa menulis

Ditandai dengan

26 Tanggapan

Subscribe to comments with RSS.

  1. wah, artikel yang sangat bagus, Pak

    Kebetulan saya juga pernah menulis artikel serupa. Bisa dibaca di sini :)

    thanks

    Jonru

    jonru

    3 Januari 2008 at 13:00

  2. Maaf, link-nya salah

    ini yang benar:
    klik di sini :)

    jonru

    3 Januari 2008 at 13:01

  3. terima kasih pak atas tips nya.

    zzaapi

    3 Januari 2008 at 16:02

  4. Ya menulis itu sangat sederhana, mudah, menyenangkan, tidak membeban. Yang penting mindset he he. Saya cukup sibuk lho, tappi waktu dijadikan tidak membatasi. Baca empat tulisan saya Menulis di Lintasan Waktu http://www.webersis.com. Parelelisasi dari teori cahaya … phantom. Gampanglah, Menulis Sangat Mudah …kog.

    Ersis W. Abbas

    3 Januari 2008 at 16:37

  5. waduh, kalo sehari nulis tiga artikel, hebat juga tuh pak shodiq. tujuan menulis yang layak diteladani. produktif tidak lantas berarti mengurangi mutu dan bobot tulisan, kan?

    Sawali Tuhusetya

    3 Januari 2008 at 17:43

  6. Pembahasan yang singkat, tapi masuk top post, hebat.

    Benar, kadang penulis suka buntu ide karena telah melenceng dari tujuan menulis yang sebenarnya.

    Aku sendiri, menulis untuk bertukar pikiran.

    StreetPunk

    3 Januari 2008 at 17:58

  7. Menulis untuk keabadian. :mrgreen:

    danalingga

    3 Januari 2008 at 19:19

  8. iya sih sederhana. tapi susah keknya, ya? yah, dicoba aja dulu. semangat!

    (^_^)v

    drjt

    3 Januari 2008 at 19:24

  9. betul sekali, klo kita stick to the tujuan, kita pasti punya motivasi yg konsisten

    kamal87

    3 Januari 2008 at 20:09

  10. Menulis itu kan hasil ilmiah dari pemikiran kita. jd di bikin simple aja. klo di pikir menulis itu susah, yg terjadi malah susah beneran. buat aku sendiri gampang aja kok. setiap detik manusia terus berpikir, kenapa nggak dikopi aja dalam bentuk tulisan. ingat, perihal yg paling sederhana sekalipun atau remeh temeh klo sudah di tulis bukankah itu juga tulisan.
    salam
    Rezki
    http://benbego.com

    benbego

    3 Januari 2008 at 20:20

  11. Orang yang gemar menulis adalah orang yang hidupnya indah, penuh warna, optimis, karena selalu punya harapan, esok akan lebih baik. Dalam benaknya selalu ada keinginan untuk mencari ide, apa yang harus ditulis besok. Seorang penulis selalu peka terhadap kondisi di sekelilingnya. Sekecil apapun kejadian di sekitarnya bisa dijadikan inspirasi tulisan. Dengan ini saya mengulurkan tangan untuk Mas (atau Pak ?) Shodiq agar diterima sebagai sahabatnya (kalau tidak ya fansnya..he..he)
    Wassalam. http://www.husnun.wordpress.com

    caknun

    3 Januari 2008 at 21:20

  12. wohoooooo…
    produktif banget, pak. blognya banyak betul.
    menulis buat mencaci dunia saja, kalo saya :mrgreen:

    Dekisugi

    3 Januari 2008 at 22:14

  13. Sudah pernah tanya kiatnya sama Pak Budi, Pak?

    Mardies

    3 Januari 2008 at 23:16

  14. @ jonru & Ersis W Abbas
    Makasih atas link-nya.

    @ zzaapi
    Sama-sama.

    @ Sawali Tuhusetya
    Aamiin. Silakan Pak Guru “menjewer” saya setiap kali tulisan saya gak bermutu.

    @ StreetPunk
    Kalau dengan saya, mau bertukar pikiran tentang apa?

    @ danalingga
    Mau jadi “dracula”, ya? :D

    @ drjt
    Yup, terus semangat!

    @ kamal87
    :)

    @ benbego
    Mungkin orang takut nulis karena takut kelihatan begonya. Kalau aku sih gak takut. Biarin aja orang2 anggap aku bego. :mrgreen:

    @ caknun
    Bolehlah kita saling ngefans. :)

    @ Dekisugi
    Penggemar komik Jepang?

    @ Mardies
    Belum. Emangnya, dari beliau, ada kiat apa?

    M Shodiq Mustika

    4 Januari 2008 at 06:19

  15. wah klo menulis sudah dijadwal 3 kali sehari gitu.. udah ngga asik algi donks
    serasa ada beban tuntutan

    Funkshit

    4 Januari 2008 at 10:10

  16. Bisa juga dimulai dengan menulis komentar kali ya?
    Contohnya sekarang ini saya lagi belajar mengomentari tulisan ini, walaupun isi komentarnya seperti ini. Yang penting berkomentar dulu. Lama-lama juga bisa panjang tulisannya. Tuh kan, sudah mulai panjang. Padahal belum berkomentar apa-apa. Intermezzo sedikit boleh ya…

    Wassalam,

    zoel1st

    4 Januari 2008 at 10:57

  17. Saya setuju dengan Mas Shodiq……
    Menulis adalah ikhtiar olah pikiran serta upaya menuangkan ide, pendapat dan gagasan mengenai apa saja. Saya sendiri telah merasakannya. Sebenarnya ada hal lain yang menjadi syarat menulis yaitu punya wawasan luas dan rajin membaca buku. Membaca buku loh mas. Bukan koran.
    Aku mau nih jadi teman Mas Shodiq dalam hal memperdalam pengetahuan menulis….. hehehe
    (Salam)

    Arsyad Salam

    4 Januari 2008 at 12:22

  18. saya menulis apa saja mudah…. cuma menulis yang berkualitas dan membawa manfaat itu yang tidak mudah :)

    hmcahyo

    4 Januari 2008 at 12:26

  19. @ zoel1st
    Betul silakan nulis komentar berulang-ulang. Artikel di atas pun sebetulnya komentar juga, ‘kan?

    @ Funkshit
    Lain orang lain cara untuk asyik menulis. Aku sendiri asyik2 aja bikin jadwal menulis. Tak ada beban. Seperti shalat yang terjadwal lima kali sehari, ini pun asyik pula dan tidak membebani.

    @ Arsyad Salam
    Boleh. Marilah kita berteman dan saling berbagi pengetahuan.

    @ hmcahyo
    Betul. Seperti ngomong dengan lisan, itu mudah pula. Hanya saja saya yakin, segala yang kita lakukan demi kebaikan akan membawa manfaat. Kalau pun masih kurang memuaskan, kita bisa belajar.

    M Shodiq Mustika

    4 Januari 2008 at 15:45

  20. menghilang stress dengan menulis banyak juga dilakukan oleh orang. sebagai katalisator katanya. meski saya sendiri baru belajar, rasanya dengan menulis telah membuat saya lebih sabar (maklum newbi, mikirnya rada telat jadi harus sabar. hehehe)

    sahabatguru.wordpress.com

    sahabatguru

    4 Januari 2008 at 19:21

  21. maaf link sebenarnya di sini

    sahabatguru.wordpress.com

    wassalam

    sahabatguru

    4 Januari 2008 at 19:26

  22. Mmmmm…..ternyata gitu ya kalo mau nulis,sepakat tuh sama si bapak ’sahabatguru’ bahwa salah satu alasan menulis bisa aja buat penghilang stres,karena itulah yang sering jadi motivasi utamaku nulis,seringkali,nulis di blog berpanjang-panjang sesuai dg suasana hati,jadinya banyak sedihnya hehehehe lha suasana hati yang lagi sedih,terluka,bikin aku jadi banyak inspirasi buat nulis….cuman,karena sebatas suasana hati yaaa……jadi ‘buku harian’ deh…..
    Thx ya pak buat tipsnya…
    Salam buat bapak-bapak yang terhormat,yang sempet mampir di blog bapak,termasuk Cak Nun…(cak Nun,saya temennya mas Sabrang lho hehehehhe)

    jecigracietta

    4 Januari 2008 at 20:12

  23. wah.. Terimakasih yach om.. eh pak..

    Rahma juga pengen punya blog yang isinya bagus kayak punya bapak

    atikarahma

    5 Januari 2008 at 01:10

  24. @ sahabatguru
    Tuhan bersama orang-orang sabar. Alhamdulillah, Tuhan bersama sahabatguru.

    @ jecigracietta
    Buku harian adalah batu lompatan yang bagus sebelum menjadi penulis yang sukses. Contohnya, novel Laskar Pelangi yang laris-manis itu pada mulanya “hanyalah” catatan harian, bukan? Jadi, marilah kita terus menulis.

    @ atikarahma
    Selamat menulis. Semoga Allah memberkahi langkahmu ini. (Aamiin.)

    M Shodiq Mustika

    7 Januari 2008 at 05:38

  25. Kabar gembira!! Buat yang suka nulis-nulis, buat penulis muda, buat para blogger, buat temen2 yg hobi nulis tapi belum bisa buat buku, belum percaya diri, sekarang sudah ada medianya, PenulisIndonesia.com, kayak Friendster tapi khusus buat yang hobi nulis, penulis, pujangga, penulis naskah, blogger… fasilitasnya juga cukup oke, lengkap dgn alamat pribadi untuk profil, blog, dan album…ada chatnya juga loh :)
    Baru dibuka 1 Januari 2008 lalu, skrg membernya sudah 300an :) rame buanget loohh aktifitasnya!!
    Cepetan gabung ya :)
    di sini alamatnya :
    http://www.penulis-indonesia.com atau tanpa tanda -
    http://www.penulisindonesia.com

    Penulis Indonesia

    16 Januari 2008 at 08:58

  26. tiga artikel per hari? wah berat. maksudnya artikel yang memiliki 1500-4000 karakter. kalau untuk blog yang karakternya bebas, 3 artikel per hari gak masalah.

    dewa api

    14 Februari 2008 at 21:44


Tinggalkan Balasan