Penulis Yang TIDAK Membodohi Pembaca
Berbagai perubahan di blog ini kulakukan setelah membaca sebuah buku karya Al Ries & Jack Trout tentang komunikasi pemasaran, Positioning: The Battle for Your Mind. Kuusahakan menerapkan teorinya di blog ini. (Ehm, ehm….)
Membaca buku tsb, aku merasa bodoh. Ternyata begitu banyak hal yang belum kuketahui. Hmmm…. Belajar lagi aja deh.
Enaknya belajar ama siapa ya?
Paling enak, belajar dari para penulis blogger yang “tidak membodohi pembaca”. Untungnya, ada beberapa blog yang kulihat memenuhi kriteria ini. Di antaranya: Psycho Avatar (“karena kemerdekaan adalah segalanya”); Dunia Iwana (“yang ingin diulang bila kepenatan dan keletihan datang menyergap”); just a little note (“welcome to my sweet home”); …. (mana lagi ya? tambahi dong!)
Apa ciri-ciri penulis yang tidak membodohi pembaca? Menurutku sih, di antaranya: menyayangi pembaca (ini syarat mutlak); menghargai pembaca, terutama kecerdasannya; mendorong pembaca untuk belajar lagi, sehingga menjadi lebih cerdas; …. (apa lagi ya? tambahi dong!)
Untuk contoh, yuk kita simak:
Mungkin, bagi yang kebetulan lewat blog ini, dan membaca tulisan ini, dalam benaknya ada pikiran “Siapa Elu yang merasa perlu dijadikan contoh??
Perhatikan betapa penulis tersebut menghargai pikiran pembaca!
Surat ini saya tujukan untuk Sahabat-Sahabatku yang merasa kurang/tidak berkenan dengan tulisan saya….
Perhatikan betapa pembaca yang kurang/tidak berkenan dengan tulisannya disayangi oleh si penulis tersebut sebagai sahabat!
Saya tersenyum, dan berpikir, ‘apakah lebih baik dia membuktikan pada tunangannya bahwa dia masih perawan dengan segera menikah dengan tunangannya itu?’.
Perhatikan betapa lembutnya si penulis tersebut mendorong pembaca berpikir/belajar!
Ssst…. omong-omong, postinganku kali ini TIDAK membodohi pembaca, ‘kan?


Postingannya tidak membodohi kok, justru menginspirasi.
Pertamax!
StreetPunk
3 Januari 2008 at 18:01
Kata (kalau tak salah) Konghucu, semakin banyak seseorang belajar, semakin sadarlah dia betapa sedikit yang diketahuinya.
Paman Tyo
4 Januari 2008 at 20:17
[...] Kalau mau mengikuti (atau bahkan melampaui) jejak keberhasilan kelirumologi, saranku: perhatikanlah unsur “pemasaran” pada tulisan-tulisanmu. Terapkanlah prinsip-prinsip pemasaran yang efektif dalam kepenulisanmu. Misalnya: prinsip positioning. [...]
Menulis dengan pendekatan awamologi « Dunia Penulis
26 November 2008 at 08:03
Wah, dapet satu masukan lagi nih. Setuju banget Mas. Nah, bagaimana kalo kita nggak sengaja menggunakan ungkapan yang rada-rada menggurui atau mungkin membodohi ini, tapi sebenarnya (secara keseluruhan dari tulisannya) dia tidak bermaksud demikian? Mungkin sebaiknya pembaca pun mengingatkannya dengan lembut pula ya Mas.
Bahtiar Baihaqi
1 Desember 2008 at 22:37
[...] Untung saja aku sempat membaca nasihat lembut dari Mas Shodiq Mustika tentang ini (dalam Penulis Yang TIDAK Membodohi Pembaca). Makasih, [...]
Maklumat Pengakuan Kealpaan dan Prinsip Kerendah-hatian « Awamologi’s Blog
3 Desember 2008 at 04:37
Mantabb…
Setujuuu banget..
Artha Dinata AR
1 Januari 2009 at 11:53
Mungkin saya masih harus banyak belajar disini…
Yudi
15 Januari 2009 at 09:34
Yaaaa..salam kenal jugak
globalmalau
2 Februari 2009 at 09:26
saia juga sedang belajar untuk menjadi penulis…
hmm, kayaknya buku itu wajib beli ya
Ian
4 Maret 2009 at 21:35