Penulis Profesional

mengapa dan bagaimana menjadi profesional di dunia kepenulisan

Dalam bercerita, perlukah kita menggurui?

with 2 comments

Kuterobos hujan dengan hati kesal. Tak ingin aku menunggu lagi. Hampir 2 jam aku berdiri menunggunya Rio di sini.

“Phia, besok aku jemput ya! Tunggu aku!” ujarmu sebelum mengakhiri penbicaraan kita di ponsel tadi malam.

Entah sudah berapa puluh kali aku diperlakukanmu begini.

“Benar-benar keterlaluan,” umpatku kesal.

Hujan deras membasahi sekujur tubuhku. Kuterus berjalan, sambil sekali-kali menendang kerikil-kerikil kecil di jalanan.

Demikian Aling (kweklina) memulai cerpennya, “Seandainya, Kamu Dengar Penjelasannku!”. (Cerita lengkapnya dapat disimak di sini.) Berikut ini ulasanku. Baca entri selengkapnya »

Written by M Shodiq Mustika

13 April 2009 at 19:36

Ditulis dalam penyuntingan

Ditandai dengan

Inilah yang lebih menarik daripada seks

with one comment

Jika bapak berani menampilkan ini di halaman komentar, berarti merasa benar dan tidak salah. Tetapi jika komentar ini di hapus, saya sarankan buatlah blog hosting sendiri dengan para pengirim komentar yang terdaftar.

Terima kasih atas saranmu. Cuman, aku tak mengerti mengapa moderasi komentar itu kau kait-kaitkan dengan “merasa benar dan tidak salah”. Bagiku, kebenaran itu berdasarkan landasan-landasan yang kuat, bukan lantaran “merasa”.

Memang, pada beberapa hari belakangan ini aku mengaktifkan moderasi komentar, kecuali bagi sejumlah orang yang sudah aku “kenal”. Sebab, aku tak suka bila situs ini dikotori oleh komentar-komentar yang tak beradab. Selain itu, aku letih dan kekurangan waktu untuk melayani debat/pertanyaan yang jawabannya sudah pernah kusampaikan berulang-kali, bahkan termasuk di dalam isi postingan yang dikomentari itu! Aku merasa capek bila harus selalu menulis: “Apakah kau belum membaca isi artikel di atas?” dan sebagainya.

… saya lihat blog anda sudah keluar jalur pak, saya pikir… bapak mulai terlena dengan rating blog anda karena menuliskan hal-hal diluar thema bapak yang seharusnya.

Benarkah demikian? Kalau kau merasa harapanmu terhadap blog ini kurang terpenuhi oleh kami, okelah kami mengakuinya. Mudah-mudahan di masa mendatang, kami mampu memenuhi harapanmu. Aamiin.

Sepertinya kau menyangka bahwa tingginya rating blog shodiq.com ini adalah lantaran banyaknya tag “sex”, “porno”, dsb. Kalau kau menyangka begitu, aku dapat menangkis persangkaanmu dengan fakta sebagai berikut. Baca entri selengkapnya »

Written by M Shodiq Mustika

4 April 2009 at 19:40

Ditulis dalam mengapa menulis

Ditandai dengan , , ,

Iklankan Blog/Produk Anda secara Gratis di WordPress.com

with one comment

Peluang beriklan secara gratis di WordPress.com (WP) sebetulnya sudah lama ada. Namun sayangnya, masih banyak blogger WP Indonesia yang belum memanfaatkannya sama sekali. Padahal, kebanyakan diantara mereka merasa kurang puas atas sedikitnya jumlah pengunjung ke blog mereka. Mengapa? Besar kemungkinan, mereka belum mengetahui caranya. Kalau sudah tahu, aku yakin mereka akan berbondong-bondong memanfaatkannya. Sebab, caranya sangat mudah!

Baca entri selengkapnya »

Written by M Shodiq Mustika

1 Februari 2009 at 19:42

Tetap Mengetik Walau di Kegelapan dan dengan Satu Tangan Saja

tinggalkan komentar »

Tiga hari ini aku alami gangguan teknis karena komputerku mengalami kerusakan. Di tengah layar monitor, muncul gambar kotak biru bergambar “USER MODE” berwarna biru secara berkedip-kedip, yang diselingi dengan munculnya pengatur kontras cahaya secara “otomatis” yang angkanya menurun sendiri secara “otomatis” pula. Kalau dibiarkan, layar monitor menjadi gelap. Ketika terang saja pandangan mataku sudah terganggu karena adanya gambar kotak biru yang berkedip-kedip, apalagi bila layar monitornya gelap.

Baca entri selengkapnya »

Written by M Shodiq Mustika

18 Januari 2009 at 19:44

Ditulis dalam peluang menulis

Ditandai dengan , ,

Kekecewaan Seorang Pembeli Buku

with 4 comments

Sekarang aku mau berbagi pengalaman pahit denganmu, wahai pembaca. Mau, ‘kan, menerima yang pahit dariku? Aku asumsikan mau, ya! Aku yakin, sudah sewajarnya bila obat itu terasa pahit. Ayolah kita berpahit-ria.

Aku baru saja berdiskusi dengan seorang pembeli bukuku yang merasa kecewa. (Judulnya, Keajaiban Shalat Tahajud, yang aku tulis berdua dengan Rusdin S. Rauf.) Bukannya meredam kekecewaannya, jawabanku malah membuatnya makin kecewa. Boleh dibilang, aku gagal dalam diskusi ini.

Mudah-mudahan kita bisa mengambil pelajaran dari pengalaman pahitku ini. Karena itu, di sini aku hendak menyalin eMail-eMail kami. Kebetulan, sang pembeli itu sudah memberiku izin untuk menyampaikan eMailnya kepada siapa pun yang kupandang perlu. Aku akan menyalinnya secara apa adanya, kecuali beberapa kalimat yang bersifat intern, sehingga tidak semestinya aku sampaikan kepada publik. Selain itu, demi kehormatan, aku menyembunyikan identitas yang bersangkutan.

Baca entri selengkapnya »

Written by M Shodiq Mustika

3 Januari 2009 at 19:47

Ditulis dalam memikat pembaca

Ditandai dengan , , , , , , ,

Lowongan kerja Editor agama di penerbit Kelompok Mizan

tinggalkan komentar »

Penerbit Hikmah (Kelompok Mizan) membuka peluang bagi mereka yang ingin berkarier di dunia buku. Dibutuhkan 2 Editor untuk buku agama populer dan buku agama referensial.

Persyaratan:
1. Sarjana lulusan S-1
2. Mampu berbahasa Arab dan/atau inggris
3. Bisa bekerjasama dalam tim dan bekerja dalam tekanan deadline
4. Memiliki mobilitas yang tinggi, kreatif, dan inovatif
5. Kirim lamaran, paling lambat 15 Desember 2008 sudah sampai di tujuan

Kirimkan lamaran ke:

GEDUNG MP BOOK POINT
JL, PURI MUTIARA RAYA NO. 72 CILANDAK BARAT, CIPETE
JAKARTA SELATAN, 12430

——–
Catatan: Informasi tersebut di atas berasal dari Chief-Editor Penerbit Hikmah, tadi pagi. Sudah Belum ada keterangan mengenai kapan paling lambat surat lamarannya. Setelah Nanti kalau ada informasi tambahan, saya akan menyampaikannya di sini di atas, dengan menambahkan persyaratan nomor lima.

Written by M Shodiq Mustika

1 Desember 2008 at 11:19

Menulis dengan pendekatan awamologi

with 3 comments

Assalamualaikum Mas. Diam-diam saya dah lama menyimak blog-blog Mas Shodiq. Soal naskah buku yang ditolak, jadi pengin nanya nih. Ceritanya aku coba nulis buku tentang kesuksesan menjalani hidup ini dengan pendekatan awam (awamologi). Istilah ini insya Allah asli gagasanku. Tapi, memang, isinya tetap merupakan kompilasi dari prinsip kebaikan dan kearifan yang sudah banyak diketahui orang. Sifatnya reflektif. Sayangnya, aku sendiri belum dapat dikatakan sukses. Paling tidak jika diukur secara materi dan keterkenalan (dalam hal ini sebagai penulis atau profesi lain yang berkaitan). Tentu saja bukunya diprediksi bakal kurang atau gak laku. Apalagi kalau harus bertarung dengan tema sejenis dari para trainer atau penulis yang dah beken. Apakah memang nulis refleksi spiritual tentang kesuksesan mesti sukses dan terkenal dulu Mas? Dan kalau belum bisa demikian, tulisan kita mestilah bersifat luar biasa, barulah orang mau baca dan beli? Mohon aku dibantu Mas. Sebagai info, aku baru belajar memublikasi perihal ini di awamologi.livejournal.com.

Demikian permohonan bantuan dari Bahtiar Baihaqi Heraudie al-Awami. Berikut ini tanggapanku.

Baca entri selengkapnya »

Written by M Shodiq Mustika

26 November 2008 at 07:52